LEGENDA RAJA SYSTEM

LEGENDA RAJA SYSTEM
21.PANGERAN WU SAM HOUW.


__ADS_3

Xiao Liong dan Yu Siang berjalan menuju rumah makan favorit mereka, selain masakan nya sangat lah enak, juga menyedia kan tempat khusus pemuda yang ber pasangan.


Akhir nya sampai juga Xiao Liong berdua di rumah makan favorit mereka.


Ding,hati hati tuan,akan ada masalah besar terjadi.


“Selamat datang tuan muda dan gadis muda, meja untuk dua orang, kan?” Pelayan disini bertanya pada Xiao Liong dan Yu Siang dengan sangat sopan sekali.


"Ya, untuk dua orang", jawab Xiao Liong ,mereka pun ber jalan menuju ruangan khusus meja nya hanya berisi dua kursi, ternyata hampir penuh, hanya tersisa dua meja saja.


Xiao Liong dan Yu Siang duduk di meja yang ada di bawah jendela.


"Makan dan minum nya apa tuan?"


"Empat porsi makanan ter enak disini", jawab Xiao Liong ,minum nya teh hangat.


Tiba tiba sebuah kereta pun ber henti di rumah makan ini, dan sepasang muda mudi ber baju mewah keluar dari kereta.


Ter nyata mereka juga ber jalan ke ruangan ini ,tidak menunggu lama mereka memasuki pintu ruangan ini sambil melihat sekeliling nya.


Si gadis selalu melihat Xiao Liong secara sembunyi sembunyi, sedang kan si pria selalu memandangi Yu Siang.


"Aku ingin duduk di meja di bawah jendela itu", kata si gadis mencari gara gara, sambil ber jalan mendekati Xiao Liong dan Yu Siang.


"Bisakah kalian pindah?", kata si pria.


"Aku nggak mau pindah", jawab Yu Siang.


"Aku pangeran ke 10 Wu sam houw, bagaimana kalau kuganti dengan membayar kan makanan kalian?", kata nya.


"Aku nggak mau pindah,lalu kamu mau bagaimana?", kata Yu Siang.


"Aku ingin meja ini,kalian harus pindah", kata si gadis sambil mencabut pedang nya.


Yu siang pun mencabut pedang nya juga sambil melotot kepada si gadis.


Xiao Liong diam saja karena musuh nya hanya level 20, sangat rendah, hanya si pangeran yang level 40.


"Hemm,cari mati ya", kata si gadis sambil menyerang.


Tranggg.


Pedang si gadis langsung terbang, sedang kan tangan nya lecet lecet, bahkan sedikit berdarah, sedang kan pedang Yu Siang sudah menempel di leher sigadis.

__ADS_1


"Berani nya kamu,aku putri mahkota kerajaan Yan, Yan fei xia, kalau berani bunuh aku!", ancam si putri.


"Hemm,mengapa tidak berani?", Yu siang langsung menusuk tembus leher si putri.


Aaaaarghh


Darah pun menyembur dengan deras membasahi meja dan sebagian baju Yu Siang.


Xiao Liong sangat ter kejut melihat istri nya berani membunuh seorang putri, begitu pula dengan pangeran Wu.


"Mengapa kamu membunuh tunangan ku, kamu harus mengganti nya dengan diri mu sendiri,kalau tidak seluruh keluarga mu akan ku bunuh", teriak pangeran Wu sengit, sebenar nya dia diam saja memang berharap Yu Siang membunuh tunangan nya, agar dia bisa bebas berganti tunangan dengan Yu Siang yang 10 kali lebih cantik.


"Hmm,dia istriku, masa pangeran berani mengambil nya dariku?", kata Xiao Liong santai.


"Istrimu membunuh tunangan ku, maka istrimu harus mengganti nya", kata si pangeran, dia merasa agak kecewa karena mendengar Yu Siang istri Xiao Liong ,namun sudah terlanjur bicara.


"Hmm,bagaimana kalau ku ganti dengan gadis lain?", kata Xiao Liong .


"Tidak mau"


"Bunuh saja, buat apa repot repot, kan dia sendiri yang cari masalah lebih dulu?", kata Yu Siang.


"Apa meme tidak memikir kan Sekte dan ayah mu,mereka bisa mengirim kan pasukan besar membunuh seluruh sekte mu", Xiao Liong mengirim kan transmisi suara menggunakan tenaga Qi nya, ini seperti berbisik bisik di telinga Yu Siang.


"Kalau begitu kita bunuh dan kita mengungsi bersama klan kita", Yu Siang juga berbisik di telinga Xiao Liong .


"Apa kamu tidak takut membunuh ku?, aku seorang pangeran kerajaan Wu, kerajaan Yan, juga akan mengirim kan pasukan nya kemari", kata si pangeran.


Yu Siang secara cepat melontar kan pedang nya ke arah si pangeran, pangeran menghindar, namun ini pedang terbang,pedang langsung menebas putus kepala si pangeran.


Ding,pihak istana sudah tahu kalau pangeran ke 10 meninggal,sebaik nya sekte cepat di ungsikan.


Yu Siang mengambil semua harta putri dan pangeran.


"Yuk kita cepat pulang,memberi tahu ayah", kata Yu siang.


Sementara itu, nun jauh di sana sekitar 3000 km, di istana wu terjadi kegemparan.


"Pangeran ke sepuluh meninggal" teriak seorang penatua yang menjaga batu kehidupan para pangeran.


Si penatua ber lari cepat sekali sambil membawa pecahan batu, warga istana menjadi sangat gempar sekali.


Si penatua pun sampai lah di aula besar tempat raja yang lagi rapat.

__ADS_1


"Tuan ku baginda kaisar yang terhormat, lapor, batu jiwa milik pangeran ke 10 sudah pecah", lapor si penatua.


"Apa?, pecahhh?", kurang ajar sekali, siapa yang berani membunuh putraku? ,mana batu nya", tanya si baginda.


Si penatua pun menyerah kan semua pecahan batu ke baginda.


Sri baginda kaisar pun menyuntik kan Qi nya ke batu ini.


Wungggg


Gambar Yu siang pun terpapar dengan sangat jelas sekali.


"Hahh,seorang gadis 16 tahun yang membunuh, juga tunangan anak ku juga di bunuh nya"


Sementara itu Xiao Liong menggendong Yu Siang dan terbang menuju rumah kepala sekte.


Tok tok tok.


"Siapa?"


"Saya ayah", jawab Yu siang sambil mendorong pintu kamar ayah nya yang ternyata tidak di kunci.


Xiao Liong dan Yu siang memasuki kamar ini, tampak kepala sekte Yu Liong duduk bersila.


"Ada apakah yang terjadi?"


"Saya membunuh pangeran ke 10 kerajaan Wu ayah, juga putri mahkota kerajaan Yan,kita harus cepat cepat mengungsi.


Kepala sekte langsung terkejut dan membuka mara nya.


"Yu siang, mengapa kamu sampai berani membunuh dua orang sekaligus?", tanya Yu liong.


"Yah,saya cemburu Ayah, jadi lupa diri", jawab Yu Siang.


"Hemm,nasi sudah menjadi bubur, cepat umum kan kepada semua murid untuk ber kemas, yang ingin ikut biar ikut, yang ingin pulang biar pulang", perintah ayah nya.


Yu siang langsung berlari memberi tahu kepada semua murid dan penatua, juga leluhur.


"Xiao Liong ,mengapa kamu membiar kan Yu Siang membunuh mereka?", tanya kepala sekte.


"Maaf kan saya guru,saya biasa nya melihat Yu siang sangat sabar, tidak tahu kalau dia berani membunuh ,awal nya cuma menodong kan pedang saja, cuma yu siang di tantang, jadi dia menusuk yang hanya sisa satu cm dari leher musuh nya", cerita Xiao Liong .


"Kalau begitu Yu Siang yang salah, tapi kita akan pindah kemana ya,saya nggak pernah berkelana,jadi tidak tahu tempat yang bagus"

__ADS_1


"Saya tahu guru,disana aman, sebab di tengah hutan yang tidak ada satu kerajaan pun yang menguasai", jawab Xiao Liong .


__ADS_2