LEGENDA RAJA SYSTEM

LEGENDA RAJA SYSTEM
36.PERTANDINGAN PERSAHABATAN.


__ADS_3

Si Gadis dengan angkuh memandang kesekeliling arena.


"Ayo,siapa lagi yang ingin maju?", tantang nya.


Seorang pemuda pun melompat maju dengan sebuah cambuk di tangan nya.


"Perkenal kan namaku wang fei hong"


"Tidak usah tanya nama, yang penting hasil akhir nya", cemoh si gadis, para pemuda pada geregetan melihat ke imutan si gadis.


"Awas serangan"


Cetarrrr, jeletarrr.


Wang fei hong lalu dengan marah mengeluar kan ilmu cambuk kebanggaan nya ,yaitu cambuk bayangan ,dia menjeletarkan cambuk nya tambah lama tambah banyak dan bertambah keras sampai mengeluar kan suara ribuan tawon dan suara petir.


Ding,selamat tuan,system telah merekam ilmu cambuk bayangan menjadi ilmu cambuk selaksa bayangan.


Lalu si Fei hong maju menyerang dengan cambuk bayangan ini.


Suara petir dan ribuan tawon membuat si gadis bingung, sehingga pertempuran ber jalan seru.


Si gadis memutar mutar pedang nya mengelilingi tubuh nya.


Trang, trangggg, traanggg.


Ratusan cambuk bayangan ini tanpa henti memborbardir si gadis ,sedang kan si gadis hanya memblokir tiap cambuk yang menuju tubuh nya dengan putaran pedang nya.


Fei hong mulai membangun energi pada ujung cambuk nya yang dia lancarkan pada Si gadid, sehingga bunyi cambuk petir dan suara tawon nya bertambah keras dan bertambah keras .


Namun para penonton heran mengapa serangan sehebat ini tidak mempan pada si Gadis ,pada hal si gadis sejak pertama hanya diam ,hanya pedang nya yang bergerak.


Si gadis tidak tahu apa yang terjadi ,dia hanya sibuk agar pedang nya terus berputar mengelilingi tubuh nya.


Ding, selamat tuan,system telah merekam ilmu pedang perisai suci dan disempurnakan.


Sedang kan Fei hong sendiri sampai berkunang kunang mata nya melihat bayangan sinar pedang yang bertambah cepat, sehingga Fei Hong tidak menyadari ujung cambuk nya terpotong sati cm demi satu cm.


Wang fei hong mengeluar kan semua serangan cambuk nya dengan Qi penuh, Tangan nya bergoyang terus di depan nya tanpa henti, menciptakan jutaan ujung cambuk.


Begitu pula dengan si gadis yang tidak mau kalah, memutar pedang nya terus menerus.


Dan setiap tangkisan pedang nya membuat ujung cambuk terpotong sedikit demi sedikit ,membuat cambuk Fei hong bertambah pendek setiap kali ditangkis.


Sampai akhir nya cambuk Fei hong habis ,hanya tersisa gagang nya saja ,namun si fei hong masih memainkan ilmu cambuk tersebut sambil memejam kan mata nya.


Si gadis rupanya menyadari kok tidak ada lagi suara trang ,dia menghentikan pedang nya dan melihat musuh nya, dia menendang Fei hong dengan kaki nya keluar arena.


Ding,selamat tuan System telah menggabung kan kedua ilmu ini menjadi satu ilmu cambuk atau satu ilmu pedang.


"Saya istirahat dulu karena lelah", teriak si gadis dengan nyaring.


Seorang gadis lain segera menggenjot tubuh nya, dan meluruk cepat ke arena. Gerakan nya gesit dan sangat ringan.


Ilmu me ringan kan tubuh nya sangat sempurna.


Ding,selamat tuan, system telah merekam ilmu meringan kan tubuh serta menyempurnakan nya menjadi 10 kali lebih baik.


Jejakan ke tanah bagai seekor burung. Baru saja si gadis mendarat, tiba-tiba saja seorang pemuda telah dihadapan nya.


Jarak di antara mereka hanya sekitar satu tombak.

__ADS_1


Mereka berhadapan dengan mata tajam saling menilai kemampuan. Sigadis bergeser ke kiri satu langkah.


"Bersiaplah!" Bentak si gadis keras.


Tiba-tiba tubuh si gadis telah melesat menyerang si pemuda dengan pukulan yang dialiri tenaga dalam.


Begitu dahsyat pukulan itu, sehingga angin yang dihasilkan nya telah terasa sebelum pukulan itu sampai.


Si pemuda yang telah siap sejak tadi, hanya berkelit sedikit menghindari pukulan itu.


Sejenak dia terkejut ketika sambaran angin lewat di samping kepala nya.


Hawa pukulan itu panas sekali.


Ding,selamat tuan,system telah merekam ilmu pukulan geledek dan telah menyempurnakan nya.


Dengan cepat si pemuda melompat ke samping ketika tangan kiri si gadid bergerak ke arah dada nya.


Pukulan yang pertama itu memang sebuah tipuan.


"Bagus! Kau berhasil me ngelakan pukulan geledek ku!"


Dengus si gadis seraya bersiap kembali untuk menyerang dengan jurus lain.


"Jurus tangan kosong mu sangat hebat,"


Puji si pemuda tulus.


Segera si gadis meliuk liukkan tubuh nya dengan indah dan gemulai.


Seperti sedang menari.


Dalam sekejap saja tangan nya telah mengarah ke dada si pemuda .


Ding,selamat tuan,system telah merekam jurus tarian bidadari dan menyempurnakan nya.


"Akh...!"


Si pemuda terkejut sekali tak sempat menghlndar.


Terpaksa si pemuda menyambut nya dengan mengangkat tangan melindungi dada nya yang terancam.


Blamm, Benturan keras terjadi.


Tubuh si pemuda terhuyung mundur dua tindak.


Dirasakan pergelangan tangan nya seperti terbakar.


Panas dan nyeri.


Dia meringis sambil memegangi pergelangan tangan kanan nya yang menghitam.


Belum sempat si pemuda menyadari yang baru saja terjadi, si gadis telah mulai dengan jurus maut lain nya


Jurus 'Ular Berbisa Menyebar Racun' yang sangat berbahaya dan sulit dihindari Lebih-lebih pada saat lawan nya telah terkena hajaran jurus 'Tarian Bidadari'.


Ding, selamat tuan, system telah merekam ilmu ular berbisa menyebar racun serta menyempurnakan nya.


Xiao Liong melihat beberapa buku dari ilmu curian System nya memasuki Cincin nya, Xiao Liong sangat gembira ,ternyata system nya juga bisa mencuri ilmu orang lain .


Keadaan si pemuda memang tidak menguntung kan.

__ADS_1


"Cukup!"


Suara bentakan keras disertai tenaga dalam yang tinggi, membuat si gadis mengurung kan niatnya mengeluarkan jurus maut itu.


Tiba-tiba penatua Xiao telah berada di tengah-tengah arena. Memang dialah yang mengeluarkan suara itu.


"Cukup, gadis kau sudah menang. Kau tak perlu menurunkan maut pada pemuda ini,"


"Huh!"


Si gadis mendengus. Dia tak mungkin menentang kehendak wasit nya.


"Hai nak, bagaimana tangan mu?"


Tanya wasit.


"Tidak apa-apa,"


Sahut si pemuda namun sambil meringis.


"Pukulan Tarian Bidadari' sangat berbahaya, nak. Kau tak akan bertahan lebih dari sepuluh hari,"


Kata si wasit datar.


Si pemuda terperanjat mendengar hal itu.


Dia tak menyangka sama sekali kalau si gadis telah mengeluarkan jurus Tarian Bidadari' yang beracun.


Si pemuda memang pemah mendengar nama jurus itu namun baru kali inilah dia merasakan.


Jurus itu begitu cepat dan tak terduga sama sekali.


Racun 'Tarian Bidadari' memang bekerja lambat Tapi cukup memati kan karena langsung menusuk jalan darah.


Betapa berbahaya nya, sehingga orang yang terkena tak akan sanggup bertahan lebih dari sepuluh hari.


"Gadis, berikan obat penawar racun mu!"


Kata si wasit.


"Dia harus mengakui kekalahan nya terlebih dulu, penatua!"


Jawab si gadis pongah.


"Kau dengar, itu nak?"


Si wasit menatap si pemuda yang masih meringis memegangi pergelangan tangan kanan yang makin meluas warna hitam nya.


Tak ada jalan lain bagi si pemuda kecuali mengangguk.


Dalam dunia hitam, martabat dan nama besar bukan halangan untuk menyelamat kan nyawa nya sendiri.


Tanpa malu-malu, si pemuda mengakui kekalahan nya.


"Saya mengaku kalah"


Si gadis tertawa senang dan memberikan pill yang berwarna merah darah.


Si pemuda pun mengambil dan meminum nya dengan sangat cepat.


Tangan si pemuda pun per lahan lahan mulai memudar warna hitam nya, lama ke lamaan akhir nya menghilang tanpa bekas.

__ADS_1


__ADS_2