Let Me Erase Your Sorrow Adara

Let Me Erase Your Sorrow Adara
EDAANN!! (GILAAA!!)


__ADS_3

"AIVY QUINN!!AIVY QUINN!!"


suara soarakan penonton yang begitu memekakkan telinga itu lah yang menyambut 3 pemuda tampan yang kini sudah berdiri di barisan paling depan menunggu kemunculan sang idola..siapa lagi kalo bukan AIVY QUINN a.k.a Ara..


2 menit kemudian seorang gadis muncul melalui pintu utama dengan memakai mantel lebar berwarna hitam yang hanya disampirkan saja di kedua pundaknya menutupi seluruh tubuh bagian belakangnya


tapi memperlihatkan perut sixpack dengan tato merpati di sebelah kiri bawah perutnya serta pinggangnya yang ramping dan seksi yang bisa membuat wanita manapun yang melihat menjadi meronta ronta karna iri....ceillehh dalem amat deskripsinya thorr


"Aivy quin!!Aivy quinn!!"suara sorakan yang sejak tadi sudah keras itu kini menjadi semakin keras mengiringi langkah seorang Ara yang tengah berjalan dengan santai sembari menatap tajam lawanya yang kini berada di ring itu..


5 menit kemudian setelah Ara sedikit mendengarkan instruksi dari Jay...yahh meskipun tidak perlu karena Ara sudah tau betul seluk beluk olahraga ini..ia tetap mendengarkan instruksi dan juga acuan yang perlu di ikuti Ara karena Lelaki tampan yang saat ini menjadi lawanya itu selalu mengincar bagian perut dan kepala dan serangan nya tidak main main..Ara sudah tau itu..


Ting..Ting..Ting..


Lonceng pertanda dimulainya pertandingan pun berdenting Ara melepaskan mantelnya kemudian berdiri dengan kuda kuda yang mantap sesaat kemudian wasit pun memulai turnamen taruhan itu


"READY?!"Ara mengangguk


"READY?!"Lelaki itu pun mengangguk


"GO!!"teriak wasit


Ara maju 2 langkah lalu mulai berjinjit jinjit kecil sembari berputar


benar saja yang dikatakan Jay tadi


dengan sigap laki laki itu mencoba menendang bagian perut Ara yang kini berputar secepat kilat menghindari tendangan itu dan tiba tiba saja sudah berada di belakang lawanya yang menurutnya masih beginner itu karena dia sama sekali tidak melakukan warming up tapi langsung mengeluarkan jurus utamanya sehingga dengan mudah Ara mampu membaca pergerakan lelaki kekar itu


"Bhamm!!Bhammm!!Bhammm!!"teriakan Ara dengan wajah santai dan mengejek mengiringi 3 serangan yang langsung menumbangkan Pria kekar berparas tampan itu


"EDANNN!!Astaga Arff itu ade loo?!!anjiiirrr keren bener tuh bocahh!!kaga lagi lagi dah gw gangguin dia habis ini....serem anjiir"seru Justin sembari menggoyang goyangkan bahu Arfa yang sejak tadi hanya melipat kedua tangannya dan berdiri dengan santai membaca setiap gerakan Ara..ia terkekeh melihat ekspresi Justin yang sangat semangat dan juga semakin tergelak melihat Vano yang hanya terdiam dengan tatapan tak percaya bahwa murid slengeanya yang cebol itu bisa merobohkan seorang anak hulk yang badanya ga main main gedenya EDANN!!


"Ara bahkan nggak ngeluarin jurus pamungkasnya tapi tuh bencong udah nemplok ajahh haghgahga"kekeh Arfa


ia kemudian menghampiri Ara yang kini sudah ada di sebuah ruangan khusus untuk dirinya dan sedang duduk manis sembari menghapus make up devil modenya


"Kak Arf kesini juga?"tanya Ara santai karena dia juga sudah terbiasa didatangi kak Arf secara tiba tiba selepas pertandingan begini namun ia belum menyadari keberadaan Justin dan Vano karena dia sedang fokus menghapus make upnya


"he'em sebenernya tadi mager tapi nih bocah bedua ngebet banget pengen liat lu gelud.."jawab Arfa sembari mendudukkan pantat nya disamping Jay yang sibuk bermain game tanpa memperdulikan alis Ara yang sudah naik sebelah


"Kak Arf kesini sama siapa?"batin Ara


Tapi Ara tidak perduli ia masih sibuk menghapus make up nya yang entah kenapa sekarang menjadi sangat sulit dihilangkan

__ADS_1


sesaat kemudian dia berteriak ketika mengetahui orang yang datang bersama kak Arf adalah Pak Vano dan Kak Justin


"HAHH?! Bapak ngapain disini?! terus ini si Jus buah kuldi ngapain juga lu dimariii?!"bahkan kak Arfa dan Jay pun ikut menoleh


sebenarnya tadi Jay sudah mengetahui kehadiran mereka bertiga sejak ia memasuki Arena bersama Ara..pikirnya Ara mungkin sudah tau tapi ternyata tidak


"Saya kesini sama kakakmu..Gaboleh?"sahut pak Vano santuy sembari meminum minuman yang ada dimeja Ara


"Ehh ehhh itu minuman Araaa!!sini innnn!!kenapa main comot aja sihh beli sendiri sooonohh"Ara tidak terima Americano Ice nya di minum begitu saja oleh Vano tapi dia bisa apa karena minuman itu sudah tandas diminum Vano yang memanv sejak tadi dehidrasi karena melihat perut sixpack Ara yang nampak berkeringat itu..bagaimanapun dia juga pria normal kan??


"Gantiin gakk!?pkoknya gantiin Ara tadi baru minum setengah looo..ihh ngeselin bangt sihh lagian kak Arfa ngapain ngajak Pak Vano kesini?!udah tau dia Guru BK Ara!?"kini gantian Arfa yang kena semprot


Arfa yang tau bahwa Ara adalah tipikal gadis yang paling benci berbagi sesuatu dengan orang lain apalagi jika menyangkut makanan dan minuman itu pun segera bangkit sambil menatap kesal kearah Vano yang hanya mengendikkan bahunya tanda tidak tahu menahu


"iya iyaa udahh ini salah kakak!!kakak beliin Americano icenya lagi..Ayo Juss lu ikut gw!"seru Arfa kepada Justin yang kini malah mabar sama Jayadi


"kemane?"tanya Justin dengan muka bloon kek kambing congek


"beliin Ara americano dudul...lu budek apa congek sihh?!"semprotnya sembari menjitak kepala Justin


"Sakitt panjulll!!tepos lama lama pala gw lo tepokin mulu..mohon nyadar yahh bapak ini pegulat tenaganya beda..sakitnya juga beda ogeebbb..kalo saraf gw putus lu mao tanggung jawab?!"semprot justin sambil menggosok gosok batok kelapanya


"Sejak kapan lu punya saraf"watados Arfa mulai muncul


"Jadi beliin Ara minuman gak nihh!!kalo enggak biar Ara beli sendiri sekalian pulang!! Kak Arf gk usah pulang dan Lo Jayadii..Jalan kakii!!"teriakan Ara spontan membuat Jay berdiri dan justin ngibrit sembunyi dibalik pintu takut ditepok wonder women


"Lah kenapa gw kena sembur juga sihh?"


"iya iya!!iyaa kakak berangkat nihhh...Jay Van!! lu pada ikut kaga?"


"Jay ikut kak"kata jay sembari mengambil jaketnya


"enggak gw capek mau duduk dulu capek dari tadi berdiri terus"sahut Vano sembari menyenderkan punggungnya ke sofa


"yaudahh ayo Just Jay!!"


mereka bertiga pun beringsut keluar meninggalkan Ara yang sedang menarik ikat rambut dan bersiap mengganti pakaian nya di kamar mandi yang disediakan di ruangan itu dan Vano yang sedang duduk sambil memejamkan mata


20 menit kemudian Ara tak juga keluar dari kamar mandi sebenarnya ia sudah selesai berganti pakaian dari tadi tapi karena leonti Antingnya yang berbentuk tengkorak itu menyangkut di rambutnya jadi benda itu sangat susah dilepas..sementara diluar Vano sudah sejak 5 menit yang lalu menahan hasrat nya untuk pipis karena Ara masih didalam dan dia tak tau seluk beluk tempat ini jadi dia tidak tau dimana letak toilet umum..bahkan untuk bertanya pun gengsinya masih sangat tinggi


karena Ara tak kunjung keluar Vano pun memberanikan diri mengetuk pintu karena ia khawatir mungkin Ara pingsan didalam kamar mandi atau apapun itu ia juga sudah tak tahan dengan hasrat buang air kecil nya itu


"Raaa kamu masih lamaa??saya mau ke kamar mandi!!"

__ADS_1


"iya paak sebentar lagi saya keluar!"ia buru buru mencoba melepas belitan rambutnya dan anting itu tapi gagal


"ahh udah lahh nanti minta tolong kak Arf aja"batin Ara


ia pun membuka pintu dan terkejut melihat Vano yang tadinya mondar mandir di dwpan kamar mandi langsung berlari pontang panting macam itik mau kawin masuk ke dalam kamar mandi dan mendorong Ara keluar lalu menutup pintu dengan buru2


"Lahh tu orang ngapa dahh?aneh beut"ucap Ara


setelah Vano keluar dari kamar mandi ia melihat Ara yang sejak tadi sibuk melepaskan anting yang tak kunjung terlepas itu


entah angin dari mana kini Vano sudah ada di belakang Ara ia mengambil alih anting itu lalu menyingkirkan tangan Ara.


"ehh ehh bapk mau ngapain?!"


"Udah biar saya bantu lepasin antingnya..saya capek liat kamu ngomel ngomel ngeliatin kaca sambil ack acak rambut dari tadi..kuping saya panas"sahut pak Vano dingin


ishhh ngeselin banget...Batin Ara tapi sesaat kemudian ia mulai fokus melihat bayangan pak Vano yang sedang berusaha menyingkirkan rambut rambut yang membelit antingnya itu di cermin


"njiir mata gw kenapa?!kenapa ni orang kalo diliat liat dari deket jadi ganteng gini sihh elahh!?ini mah shawn mendes juga lewat..ehh astaghfirullah sadar Ra"pekik Ara didalam hatinya..entah kenapa saat ini jantungnya berdetak 3 kali lebih cepat dari biasanya..perutnya juga terasa dingin seperti ada ribuan kupu kupu yabg sedang mengepakkan sayap dan terbang di dalam sana ...


tak jauh berbeda dengan pak Vano ia juga begitu gugup menghadapi Ara..ia bahkan sampai menahan nafasnya dan menghembuskan nya saaangat pelan..ia juga mengutuk dirinya kenapa dia tadi bisa memiliki pemikiran untuk membantu Ara ...mana mungkin dia menyukai muridnya sendiri??tapi itu mungkin boleh saja mengingat usianya yang tidak terpaut terlalu jauh dengn Ara karena usianya dengan Arfa sama jadi sah sah saja tapi tunggu dulu!!untuk apa dia berpikir seperti ituu?! Oh tuhann!! Aku pasti sudah gila sekarang...batin Vano


5 menit kemudian anting itu pun terlepas..Vano berdiri bersamaan dengan terbukanya pintu yang menyembulkan 3 kepala kambing yang tadi pamitnya beli minuman tapi lamanya kaya orang beraak yang udah nahan boker setaun


"Kak Arf lama banget sihhh...lu ngecengin cewe dulu yaakk??siniin minumanya!!lemott!


kalian ngapain dulu sihh??jagal ayamm??lama banget ditungguin dari tadi jugaa!"


"iya iya maaf ngantriii deek nihb minum lo lo udah selesai beres beres kan?? ayo pulang!!Jay...lu joki in mobil Ara yahh kasian dia capek kayaknya.."


"Oke kak"


Ara mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan itu diikuti 4 pria tampan bertubuh tinggi yang mengekor dibelkangnya..uhhh radanya seperti sebuah ranting diantara tower karena dari mereka berlima dialah yang paling pendek dan nampak seperti anak kecil jika dilihat dari jauh apalagi celana jeans nya yang nampak kelelep karena hoodie oversize yang di pakainya serta tas ransel yang nyangkut di punggung tak lupa kedua tangan yang sibuk ingin mengambil es batu dari gelas americanonya menggunakan sedotan itu..uahh dia benar benar tak lagi mirip dengan seorang pegulat besar melainkan seorang anak kecil imut berambut ikal panjang sepinggang dengan 4 kakak yang tampan bak pangeran.... uwuwuwuuu alaynya authort aghaghgaghag..


Ara pulang bersama Jay serta kakak nya yang mengikuti mobil Ara dari belakang sedangkan Justin dan Vano mereka sudah pamit ingin langsung pulang karena Justin ada urusan mendadak dan Vano juga harus beristirahat karena dia besok akan kembali mengajar


to be continueeee...


tunggu terus yahh up nya


jangan lupa like dan tinggalin komen biar author semangat


sekalian tambahin ke favorit juga biar dapet notifikasi kalo novelnya udh up lagi

__ADS_1


love u kaliaaan


__ADS_2