Li Hong

Li Hong
Tepi Danau


__ADS_3

saat berada di tepi danau Li Bao merebahkan putra nya ke tanah, "bertahan lah nak.. " lirih Li Bao. lalu dia melakukan gerakan mengumpulkan energi alam setelah itu menyalurkan kepada Li Hong.


"uhuk...ayah" lirih Li Hong dalam keadaan terbaring di tanah


"syukur lah Hong'er selamat paman menghawatirkan mu... " ucap Li Yu paman Li Hong sekaligus jenius kebanggaan sekte Singa Abadi, Li Yu menjadi wakil ke 10 lebih cepat dibandingkan kakak nya Li Bao, saat dia menjadi wakil umurnya masih begitu muda yakni 21 tahun.


"kakak ini tanaman herbal dapat membantu menenangkan mental Hong'er" lanjut Li Yu.


"terimakasih Yu'er" Li mengambil pemberian adik nya, tanaman herbal yang di berikan oleh Li Yu merupakan tanaman yang berkhasiat menenangkan jiwa sekaligus mental yang sedang menurun.


Li Yu mengetahui jikalau keponakan nya itu sedang mengalami penurunan mental akibat kejadian yang menimpa nya, Li Bao meremas tanaman herbal yang berupa daun itu seketika mengeluarkan bau terapi yang menenangkan bagi siapa saja yang menghirup nya.


"Hong'er hirup aroma ini" ucap Li Bao sembari mengubah posisi putranya ke posisi duduk.Li Hong menurut dia menghirup aroma terapi dari tanaman herbal itu...

__ADS_1


"hmm.... ah menenangkan" lirih Li Hong yang kini pucat diwajahnya mulai menghilang.


"syukur lah ayo gendong ke punggung ayah" ucap Li Bao sembari berjongkok di depan putra nya, seketika Li Hong langsung berada di gendongan Li Bao


hampir semua pasti senang digendong oleh orang tua bukan?.


"ah... ternyata anak ayah cukup berat" setelah menyelesaikan kalimat nya Li Bao terkekeh.


"maksudnya aku gendut? huh! " gerutu Li Hong.


sesampainya di rumah tepatnya di halaman depan rumah terlihat seorang Ibu yang tengah cemas menunggu kedatangan putra nya siapa lagi kalau bukan Ci Mao, Ci Mao terus mondar mandir bolak balik gelisah.


saat Ci Mao melihat suami nya yang gagah yang sedang menggendong anaknya beserta adik ipar nya, senyum merekah terpampang jelas di wajah nya

__ADS_1


"Hong'er! " teriak Ci Mao berlari ke arah putranya, Li Hong turun dari gendongan ayah nya.


Ci Mao memeluk erat putra nya yang semata wayang itu. "Hong'er syukur lah kau selamat, terimakasih suamiku, terimakasih adik ipar" kakak beradik dari keluarga Li itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Mao'er sepertinya bukan aku yang menyelamatkan hong'er, namun dirinya sendiri lah"kata kata Li Bao membuat Ci Mao sekaligus Li Yu mengerutkan dahi, terutama Li Yu yang berada langsung di tempat kejadian perkara.


" kakak apa maksudmu? " tanya Li Yu


"benar suamiku apa maksud mu? " Ci Mao bertanya pertanyaan sama seperti Li Yu.


"saat aku berada di dalam danau aku melihat putra ku yang tangguh ini mengalahkan hewan evolusi yang berwujud ikan itu, bukan hanya satu namun beberapa ikan" Li Bao memberikan penjelasan.


Li Hong yang mendengar kata tangguh dalam hatinya sangat senang, namun di sisi lain ia tidak ingat akan mengalahkan ikan seperti yang di katakan ayah nya.

__ADS_1


"ternyata aku melahirkan seorang putra yang tangguh" ucap Ci Mao sembari mengusap kepala putranya dengan lembut.


__ADS_2