Li Hong

Li Hong
Tinggal di Shangren


__ADS_3

"Kakek Sing kenapa kita pergi ke desa? " Li Hong (An) memandang Sing sambil terus berlari.


"kau akan belajar di sana" tegas Sing.


saat mereka tengah berlari....


Tolong! Tolong! Tolong


terdengar suara teriakan dari kejauhan, mereka mendekati sumber suara, ketika cukup dekat ternyata terlihat pria paruh baya dan sekelompok bandit tengah tertawa jahat.


"pria tua meskipun kau meminta tolong sekeras apapun tidak akan ada yang mendengar... karena disini memang tidak orang hahahaha! " ucap salah seorang bandit dan tertawa jahat.


Li Hong menjadi geram karena tidak suka melihat penampilan para bandit itu, dia melompat dari tempatnya mengintai di balik batu.


"tidak ada orang disini?.... bukankah kalian terlalu pagi untuk mengigau? " Li Hong (An) memandang tidak suka pada bandit.


"haha!.. anak kecil dimana rumahmu sepertinya kau terses.... "

__ADS_1


belum selesai salah seorang bandit berbicara dia telah tewas akibat serangan Li Hong (An), bandit lainnya terkejut marah dan juga ketakutan atas kejadian itu.


"serang bocah sialan itu! " para bandit menyerang secara bersamaan.


"cakar pembunuh mangsa! " Li Hong (An) menyerang dengan sangat ganasnya bagaikan singa.


dia mencakar-cakar para bandit hingga mereka semua tewas, pria paruh baya entah merasa senang ingin berterima kasih atau mungkin takut yang secara bersamaan dia rasakan.


"An sepertinya kamu terlalu berlebihan" Sing tiba-tiba berada di samping Li Hong (An), setidaknya seperti itu yang terlihat pria paruh baya.


"saudagar kemana tujuan mu pergi" lanjut Sing, dia mengatakan saudagar karena sudah terlihat dari barang bawaan nya.


"benar aku ingin pergi ke sana" sebenarnya sing tidak tahu tentang desa yang disebutkan.


"paman biar aku yang membawa barangnya" tanpa menunggu balasan Li Hong (An) langsung menggendong barang bawaan.


di perjalanan pria paruh baya itu terus menerus berkeringat karena teriknya matahari, mereka berjalan cukup lama karena pria paruh baya .

__ADS_1


mereka sesekali berhenti sejenak untuk membiarkan pria paruh baya itu beristirahat, sesampainya di desa dia mengajak Li Hong dan Sing menuju tempat kepala desa.


"Zin apakah kau berada di dalam? " ucap pria paruh baya itu seraya mengetuk pintu.


tidak terlalu lama datanglah pria yang seumurannya membuka pintu.


"saudara Gin! senang bertemu dengan mu" Zin tersenyum.


"Zin apakah kau tau jika tidak ada Pendekar muda dan kakeknya aku sekarang tidak ada disini" Gin menatap Li Hong (An) dan juga Sing.


"Terima kasih pendekar telah menyelamatkan saudara ku ini" Zin membungkukan badannya.


"apa yang bisa kami lakukan untuk membalas budi pendekar? " lanjut Zin.


"kami hanya ingin tinggal di desa ini dan juga apakah di desa ini memiliki guru yang dapat mengajar kan An membaca? " Sing berucap dengan santai.


"tentu saja! pendekar sangat murah hati, pendekar bisa tinggal di penginapan, dengan membawa surat dariku dan untuk belajar pendekar bisa pergi ke perpustakaan , di sana siapa saja dapat belajar asalkan mengikuti peraturan." Zin berucap penuh semangat.

__ADS_1


Zin menuliskan surat untuk dibawa Sing, setelah mendapat surat Sing bersama Li Hong (An) menuju penginapan. Sing menunjukkan surat, setelah melihat surat pemilik penginapan langsung mempersilahkan masuk.


__ADS_2