
"hei, kenapa kita terus berada di luar seperti ini ayo masuk" ucap Li Bao dengan nada bersahabat, lalu empat orang itu masuk ke dalam rumah tepatnya Rumah keluarga Li rumah yang penuh dengan hiasan kuno ciri khas Tionghoa,
di dalam rumah
"Hong'er sebaik nya kamu beristirahat di kamar" ucap Li Yu dengan lembut.
"baik paman Yu" balas Li Hong, lalu berjalan menuju ke kamarnya.
"kakak ipar aku permisi keluar ingin berbicara sesuatu kepada kaka" Li Yu berkata kepada Ci Mao.
"silahkan...aku akan menyiapkan makanan untuk kalian, dan mengurus Hong'er" balas Ci Mao
Li Yu menarik Li Bao menuju teras rumah.
"kakak apa kah kamu berbohong tentang Hong'er mengalahkan hewan evolusi di danau? " Li berkata dengan nada serius.
"Yu'er untuk apa aku berbohong?..., awalnya aku juga tidak percaya saat itu namun aku melihat sendiri" jawab Li Bao penuh kejujuran.
__ADS_1
"jika memang benar seperti itu apakah diam diam Hong'er mempelajari ilmu beladiri? " gumam Li Yu, Li Bao yang mendengar itu lalu berkata....
"hmm memang sepertinya hong'er diam diam mengintip latihan para seniornya" ucap Li Bao tidak yakin
"jika memang Hong'er dapat mengalahkan hewan evolusi berarti dia berbakat, bagaimana jika aku yang menjadi guru Hong'er? "ucap Li Yu penuh makna.
" meskipun Hong'er berbakat tetapi usianya belum genap 7 tahun..., kau tau kan aturan sekte kita jika ingin masuk kedalam Perguruan setidaknya harus berumur 8 tahun... "ucap Li Bao menanggapi.
" hmm tapi sepertinya dia mengikuti jalan pamannya sebagai seorang jenius! "ucap Li Yu penuh antusias.
" hah.. yasudah kau memang keras kepala... aku sebenarnya ingin masih bersama Hong'er ku"lirih Li Yu dia bersedih karena waktu bersama anaknya akan berkurang karena anaknya akan segera masuk Perguruan, namun disisi lain dia senang bahwa Hong'er nya berbakat.
**
di sisi lain tepatnya beberapa puluh meter dari desa dari desa Fanrong, terlihat sebuah kereta kuda bersama belasan pengawal tengah menuju desa.
di dalam kereta kuda
__ADS_1
"wah jadi ini desa Fanrong indah, banyak sekali tanaman bunga sakura aku suka! " girang gadis kecil yang tengah memandang desa Fanrong.
"benar nona inilah desa Fanrong yang damai... " ucap pelayan yang duduk disamping gadis kecil.
"hmm tapi kenapa aku harus menjadi murid Perguruan beladiri disini" lirih gadis kecil yang menyayangkan akan tujuannya.
**
di sisi lain tepatnya di depan gerbang tengah berdiri Shizi, Shizi menyambut langsung karena yang akan datang tidak lain adalah putri dari Kaisar.
setelah menunggu beberapa saat kereta kuda yang mewah telah sampai di depan gerbang desa Fanrong.
"putri kecil akhirnya kau telah sampai" ucap Shizi dengan lembut.
"kakek Shizi aku kan sudah bilang panggil aku An'er. " Dong An menggembungkan pipinya.
"baiklah An'er... , oh iya silakan masuk anggap seperti rumah sendiri, penjaga tolong antar putri ke ruangannya"
__ADS_1
lalu kereta kuda masuk ke dalam desa bersama pengawalnya. Mari putri penjaga desa mengantarkan, saat Dong An berada di tengah perjalanan menuju ke rungan istirahat nya dia merasa senang karena desa Fanrong benar benar indah hampir seluruh warganya sejahtera, terdapat rumah yang bernuansa Tionghoa yang megah banyak pula yang cukup sederhana namun tetap nyaman dipandang karena hampir setiap rumah terdapat tanamannya.