
"Aku ga tau dit. Aku cuma ngga ngerti aja orang kaya kamu bisa suka sama aku yang bukan siapa siapa. "
"Kamu beda Ran. Kamu sederhana, kamu tulus, kamu mau berjuang keras. Itu yang buat aku sayang sama kamu. "
"Tapi dit..... aku ngga pantes buat kamu. Aku kotor dit. Aku hina. " Seruku terisak
"Apa maksud kamu Ran? "
Kuberanikan diri untuk menceritakan semua nya pada Radit.
"Aku sudah ngga suci lagi dit. Aku kotor. Pak Umar sudah memperkosa ku. "
Kulihat wajah Radit berubah sangat marah.
"Kenapa kamu ngga cerita? Kenapa masalah kaya gini kamu simpan sendiri Ran?!!!!! "
"Pak Umar mengancam aku dit. Sudah berkali kali dia melakukan nya ke aku"
"ancam gimana?? kenapa kamu harus takut? Akutau kamu Ran yang pemberani. Kenapa kamu mau? "
"Dia merekam semua adegan ranjang kami. Semuanya dit. Dia mengancam akan menyebarkan video dan foto foto ku, jika aku tidak menuruti kemauan dia. "
"Dasar laki laki brengsek.!!!! Biar kubunuh dia!!! "
Kulihat kemarahan di wajah Radit. Dia segera mengambil kunci motor dan bergegas ke motor nya. Aku memegang tangan nya kuhalangi dia sambil menangis.
"Jangan dit. Aku ngga mau kamu masuk penjara. Aku sayang sama kamu. Plis dit. "
Aku memohon pada nya.
Seketika dia terkulai lemas. Dia memelukku dan menangis.
Malam itu kami pulang. Sesampai nya di rumah Radit menceritakan apa yang terjadi pada ku. Nenek sangat marah. Nenek berjanji akan memberes kan semua masalah ini.
Keesokan hari nya, Pengacara nenek datang. Kami juga sudah menyerahkan berkas berkas yang di perlukan dan melapor ke polisi. Tak lupa juga whatsapp dan ancaman ancaman dari pak umar kulampirkan agar menjadi bukti yang kuat.
Tak menunggu lama pihak berwajib segera menangkap pak Umar. Beruntung dia belum sempat menyebarkan video video ku.
Kantor sangat heboh saat itu. Nenek juga memutuskan bahwa aku harus keluar dari tempat terkutuk itu.
Kuturuti semua saran dari nenek. Aku tau semua yang sudah nenek lakukan pasti itu yang terbaik.
Semua berjalan lancar.
Beberapa bulan kemudian putusan hakim dibacakan.
Hati ku sangat lega. Mendengar keputusan hakim, yang menurutku setimpal dengan perbuatan pak Umar.
Sejak aku memutuskan resign dari kantor ku., Hari hari ku mulai membaik. Aku merasa seperti lahir baru. Hidupku jadi lebih tenang tanpa ketakutan lagi seperti biasa nya.
__ADS_1
Sekarang aku bekerja bersama Radit di klinik nya. Radit mempercayakan klinik pada ku. Selain itu kami resmi menjadi sepasang kekasih. Klinik hewan yang Radit jalani berjalan sangat pesat. Selain karena pelayanan yang memuaskan, Kemampuan Radit dalam menangani berbagai masalah kesehatan hewan tidak bisa di remehkan. Dia sangat sangat profesional. Sering kali juga Radit membebaskan biaya bagi yang kurang mampu.
Aku sangat beruntung memiliki kekasih seperti dia.
"Selamat siang. "
Sapa seorang wanita membawa seekor kucing di dalam kardus.
"Iya kak, ada yang bisa saya bantu? "
"Gini mba, ini tadi saya ketemu anak kucing di jalan mata nya ngga bisa melihat. Dan badannya kurus sekali. "
"Baik mba biar kami periksa. Saya data dulu ya mba. "
Aku mendata pasien baru tersebut dan mempersilahkan nya menunggu.
Kubawa kucing itu ke ruangan Radit.
Kuketuk pintu.
"Masuk. Kenapa Ran?" Jawab Radit
"Ini ada pasien baru dit. "
"Gimana kondisinya? "
"matanya dipenuhi kotoran dan badannya kurus banget dit. "
Radit memeriksa anak kucing itu dengan penuh kesabaran dan ketelitian. Wajahnya sangat tampan. Dia mengenakan jubah dokter nya, dengan kacamata khas nya dan rambut se bahu yang diikat.
Baru ku sadari laki laki itu adalah kekasih ku sekarang.
Kupandangi wajah Radit.... .
"Hey, kamu mikirin apa? "kata Radit membuyarkan lamunan ku.
" Ehhhhh,,, mmm ngga dit. "
"Hayo, kan kamu janji kalau ada apa apa kamu mau cerita. "
Setelah kejadiaan naas yang menimpaku Radit memang selalu khawatir padaku. Dia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi lagi pada ku.
"Mmmm ngga dit. Aku cuma masih ngga percaya sekarang aku sama kamu....... Ummm udah pacaran. "
Aku tersipu malu.
Radit menghampiri ku. Dan memeluk ku.
Pelukan yang begitu hangat yang selalu aku dambakan.
__ADS_1
Jantungku berdetak kencang.
"Meooooong" suara kucing kecil itu menyadar kan kami.
"Hehe kucing ini merasa jadi obat nyamuk kayak nya. "
"hehe iya y."
Kami berdua melanjut kan memeriksa dan mengobati kucing itu. Kami kembalikan dia ke pemilik nya dan Radit juga memberikan beberapa obat. Hari itu klinik cukup ramai. Aku dan Radit cukup kewalahan hari itu.
Tak terasa malam tiba kami sudah menutup klinik. Dan berberes. Nenek pergi keluar kota untuk beberapa minggu. Hanya ada aku dan Radit berdua di rumah itu. Dan kucing kami Amor tentu nya.
Malam itu cahaya bulan bersinar sangat indah. Radit sudah menyiapkan makan malam yang sangat romantis untuk kami berdua. Kukenakan gaun hitam selutut dan ku ikat rambut ku. Dengan make up tipis dan simpel aku siap untuk makan malam bersama Radit.
Radit memasak sendiri semua masakan nya. Malam itu kami makan steak dan sup kacang merah. Tak lupa juga sebotol wine menemani kami.
"Ayok sini Ran. " Pinta Radit sambil mempersilahkan aku duduk.
"Makasih ya dit. "
Kami mulai makan dengan suasana hening. Masakan Radit begitu enak. Sejujur nya aku belum pernah merasakan makanan seenak ini. Biasa nya di kampung hanya tahu tempe yang jadi menu ku sehari hari.
Radit melihat ku kesusahan menggunakan garpu dan pisau. Dia menghampiriku dan membantu ku.
"Gini loh cara nya Ran. Kalau kamu ngga bisa, aku suapin ya. "
"Mmmm ngga usah aku bisa kok." Aku malu dan salah tingkah.
Selesai makan Radit mengajakku ke ruang tv. Sambil membawa wine.
Sambil mengusap kepalaku Radit bilang.
"Makasih ya Ran. Kamu udah banyak banget bantu aku. Aku sayang sama kamu. "
Jantung ku berdegup kencang. Rasanya seperti habis berlari puluhan kilo meter.
"Justru kamu dit, yang udah banyak banget tolong aku. Bahkan kamu mau terima keadaan ku yang kaya gini. "
"Kamu itu spesial Ran. Kamu berbeda. Dan kamu istimewa. "
Radit mencium tangan ku dengan sangat lembut. Dia tau aku sangat trauma karena kasus perkosaan itu. Radit sangat menjagaku dia tidak mau menimbulkan trauma baru dalam hidup ku.
Malam itu kami habis kan dengan menonton film ke sukaan Radit ditemani wine.
"Ran, kapan ya kita ke rumah mu? "
"Haa?? buat apa? " Aku agak kaget Radit tiba tiba ingin ke kampung halaman ku.
"Aku mau serius sama Ran.... Aku mau minta ijin sama orang tua Ran. "
__ADS_1
"Hahhhh?????? "
Aku tidak bisa berkata kata lagi.......