
(Claudia Sesilya)
Di kediaman keluarga Alberto.
Kriingg... kriingg..!!(suara HP berbunyi).
Hallo..!!(jawab Kevano berbicara di telepon).
Hallo..bro..apa kabar? Masih ingat sama gue gak, Andre teman SMP lu dulu?(ucap seorang laki-laki di telfon).
Ooohhh...elu Ndre?! Iya gue ingat,apa kabar lu sekarang?(jawab Kevano).
Baik bro..Oya lu sibuk gak bro? Kumpul bareng yang lain sini? Kebetulan kita lagi ngadain acara di puncak nih,lu kesini aja gabung bareng kita? Si Joy juga ngajak banyak teman cewek kok,udah lama kan gak kumpul bertiga kita,sejak lu pergi ke luar negeri..!(ucap Andre di telfon).
Oke gue jalan ke sana sekarang,, kebetulan gue lagi gak ada kegiatan apa-apa di rumah.(jawab vano).
Oke bro..gue share lokasi vila gue ya?(ucap Andre).
Oke..!!(jawab vano sambil bersiap-siap pergi).
Kevano pun keluar dari kamar dan berjalan melewati ruang keluarga Alberto.
Mau kemana kamu?(tanya Kakek vano di ruang keluarga).
Mau ke puncak,temen vano ngadain acara di vilanya..!(jawab vano).
Ingat Tugas kamu vano,jika bertemu pemilik darah bunga penyembuh kamu harus melindunginya..!(ucap Kakek vano).
__ADS_1
Iya..vano ingat kok apa yang Kakek bilang,ya sudah ya kek vano berangkat dulu.(jawab vano).
Kevano pun berjalan pergi keluar rumah,dia pun berjalan menuju Garasi mobil keluarga Alberto,di sana terdapat 10 mobil mewah yang harganya milyaran rupiah,kevano pun naik ke salah satu mobil mewah tersebut, dan dia pun menyalahkan mobilnya lalu beranjak pergi.
Di sepanjang perjalanan dia menuju vila Andre yang ada di puncak,dia pun memikirkan ucapan Kakek Nicolas soal darah bunga penyembuh,
Kira-kira siapa ya cewek yang memiliki darah bunga penyembuh itu?!(ucap vano di dalam mobil).
Tiba-tiba dia teringat seseorang di pikirkannya,
Kenapa aku jadi memikirkan cewek yang waktu itu aku tolong ya?! Dia memiliki aroma darah bunga penyembuh,tapi masa dia orangnya? Gak mungkin kan?(ucap vano sambil berfikir).
Kalau dia orangnya,kelvin pasti sudah tau dan bilang sama Kakek,dia kan Teman sekolah Kelvin,,!tapi dia gak bilang apa-apa sama Kakek?(ucap vano sambil berfikir).
Ahh sudah lah,akan aku coba selidiki dia nanti..!(ucap vano sambil menancapkan gas mobilnya dengan cepat).
Beberapa jam kemudian di daerah puncak,rombongan bis anak SMA PERMATA pun sampai di tujuan studi tour,
Akhirnya sampai juga..!!(ucap Rara sambil merengangkan tangannya).
Iya.. akhirnya kita sampai..!!(ucap ku sambil melepas Headphones ku dan meletakkannya ke leher ku).
Baik anak-anak sekarang kalian bisa memasang tenda kalian masing-masing di sebelah sana.(ucap bapak guru pembimbing studi tour).
Waktu menandakan hari sudah sore, kami semua pun bersiap-siap membangun tenda kita masing-masing.
Setiap pasangan satu tenda,mereka saling membantu satu sama lain mendirikan tenda.
Karena kaki ku susah di pakai gerak bebas,akupun mengalami kesulitan saat membantu Rara mendirikan tenda yang akan kita pakai istirahat.
__ADS_1
Mau ku bantu??(ucap Kelvin menawarkan bantuan kepada ku dan Rara).
Boleh..boleh..Vin,kebetulan si sesil kakinya masih sakit jadi agak kesulitan membantu ku!(ucap Rara).
Akhirnya si Kelvin pun membantu aku dan Rara mendirikan tenda.
Terimakasih..vin..(ucap Rara).
Iya sama-sama..!(balas Kelvin).
Aku hanya duduk diam memandangi mereka berdua menyelesaikan tenda.
Lihat deh si Kelvin,baik banget sih mau bantu Rara sama sesil masang tenda..!(ucap seorang gadis yg sedang memasang tenda di samping tendaku).
Huh..sok kecentilan banget sih mereka sama Kelvin apa lagi si Rara tuh..awas aja nanti gue kerjain dia..!(bisik gadis tersebut).
Aku yang tidak sengaja mendengar mereka yang berniat buruk ke Rara karena cemburu Kelvin sudah membantu Rara,aku pun menengur mereka,
Kalian mau apain si Rara ha?(tanya ku ketus).
Bukan urusan kamu sil,km gak usah ikut campur..!(ucap gadis-gadis itu).
Eh.. dengar ya,kalau sampai hal buruk terjadi pada sahabat ku Rara,kalian orang pertama yang gue curiga dan gue cari..!(ucap ku Tegas).
Aku pun bergegas pergi meninggalkan segerombolan gadis-gadis pengagum kelvin itu dan kembali ke tenda ku.
Awas aja lu sil,gue gak takut sama lu,lu liat aja apa yang akan kita lakukan kepada rara huh..!(ucap para gadis-gadis itu kesal).
Hari sudah mulai gelap,api unggun pun di buat di depan tenda,kami semua pun berkumpul dan duduk mengelilingi api unggun tersebut.
__ADS_1
# to becontinued...