
Sinar matahari pagi pun mulai menampakan dirinya, dan hari pun mulai menunjukkan pukul 09.00wib,dan kita semua di Pangil untuk berkumpul di lapangan sesuai kelompok masing-masing.
Setelah itu kami semua di tugaskan untuk melakukan penelitian baru lagi yaitu tentang tata cara membudidayakan pohon teh dan cara mengembangkanya,setiap kelompok di bagi tugas oleh guru pembimbing,dan kelompok kami berenam mendapatkan materi tentang cara mengembangkan hasil dari perkebunan teh.
Dan kami pun mulai mengerjakan tugas kami,kami mulai berbagi tugas,rara,stevan mendapatkan tugas untk survey langsung ke lokasi pengolahan teh,sedangkan Sinta dan Monic mendapatkan tugas mencari lokasi pabrik yang sudah pernah mengembangkan produk yg berbahan dasar teh,
Sedangkan aku dan Kelvin mencari Ide atau cara membuat olahan baru yang belum pernah di buat oleh pabrik lainya yang berbahan dasar Teh.
Setelah kita semua mendapat bahan penelitian yang kita perlukan,kita pun merangkumnya dengan rapi untuk di kumpulkan ke guru saat sampai di Jakarta nanti.
Matahari pun sudah bersinar cukup terik,hari menunjukkan waktu sudah mulai siang dan waktunya kita semua bersiap-siap untuk kembali pulang ke Jakarta.
Setelah semua murid dan guru pembimbing naik ke bis,bis kita pun mulai berjalan meninggalkan lokasi yang kita pakai buat berkemah kemarin,aku pun duduk bersama Rara seperti awal kita berangkat,di perjalanan aku berbicara kepada Rara soal kejadian kemarin.
Ra.. setelah tiba di rumah nanti pas kamu mengantarkan ku pulang ,tolong kamu jangan bilang ibu ku ya soal kejadian yang terjadi di perkemahan.(ucap ku).
Iya.. tenang saja aku gak akan bilang apa-apa kok sama Tante,aku tahu kamu pasti takut ibu kamu kawatir.(jawab Rara).
Terimakasih ya ra..kamu memang sahabat ku yang pengertian,maaf ya meminta kamu buat membantu ku berbohong!(ucap ku sambil memeluk Rara).
Iya..!(jawab Rara).
Tapi sil..luka kamu ini gimana aku bilang sama ibu kamu?(tanya Rara).
Soal luka ini nanti aku bilang ke ibu kalau ini aku kurang hati-hati saat buang air terpeleset dan jatuh.(jawab ku).
Oke deh kalau gitu..ya sudah kita istirahat sejenak yuk,perjalanan ke Jakarta masih cukup lumayan jauh.(ucap Rara).
__ADS_1
Iya sudah kamu dulu aja istirahat..(ucap ku).
Dan Rara pun tertidur di samping ku.
oh ya..sebelum berangkat kan aku di bawakan obat buatan kakek oleh ibu,aku pakai dulu deh..!(ucap ku dalam hati sambil mengambil obat dari dalam tas ku).
Lalu aku memakai kan obat buatan Kakek ke luka ku, selesai memakaikan obat aku mengambil HP ku yang ada di dalam tas dan memainkannya,sedangkan Kelvin yang berada di seberang kursiku terus menatap ku.
Aneh..obat apa yang di pakai sesil tadi,kenapa bau darah Bunga penyembuh dari tubuhnya tiba-tiba menghilang setelah dia memakainya?!(ucap Kelvin dalam hati heran).
Kamu kenapa menatapku seperti itu? Ada yang aneh dengan wajah ku?(tanya ku jutek).
Tidak apa-apa!(jawab Kelvin dingin).
Dan dia pun berbalik badannya ke depan sambil memejamkan mata.
Setelah cukup lama memainkan Game yang ada di HP ku,akupun mengambil Headphones untuk ku pakai mendengarkan musik,
Waktu terus berjalan,akupun mulai lelah dan mulai mengantuk,karena perjalanan dari puncak ke Jakarta lumayan jauh,aku pun ikut memejamkan mata sejenak sambil mendengarkan musik yang aku suka,
Hingga akhirnya aku pun terlelap dalam istirahat ku.
Selang beberapa jam kemudian aku pun terbangun,dan ternyata kita sudah sampai di Jakarta.
Setelah bis yang kita naiki sampai di halaman sekolah,kita semua pun turun.
Oya anak-anak jangan lupa hari Senin Tugasnya di kumpulkan ya!(teriak guru pembimbing).
Iya pak..!(seru serentak para murid-murid).
__ADS_1
Baik kalian semua bisa pulang dan beristirahat di rumah masing-masing..!(ucap guru).
Akhirnya kami semua pun bubar untuk pulang ke rumah masing-masing,aku yang lagi terluka di antar pulang oleh Rara.
Sesampai di rumah ku,aku dan Rara pun masuk ke dalam rumah,sedang kan di dalam rumah ku terlihat ibu ku sedang memasak di dapur.
Buk..aku sudah pulang,ini ada Rara yang mengantarkan ku!(ucap ku sambil berjalan masuk kamar).
Loh sudah pada pulang ya,,(jawab ibu sambil mematikan kompor).lalu dia mengambilkan minum untuk Rara yang berada di ruang tengah,setelah itu ibu berjalan menghampiri ku di kamar.
Loh tangan dan kaki kamu kenapa sil?(tanya ibu cemas).
Tidak apa-apa Tante,sesil kemarin kurang hati-hati,dia terpeleset saat hendak kencing,toilet di sana sangat berlumut Tante,jadi mudah terpeleset.(ucap Rara).
Iya buk aku kurang hati-hati,tapi sudah gak apa-apa kok buk,sudah sesil oles juga sama obat dari Kakek.(jawab ku).
Ya sudah kalau gitu kalian istirahat dulu sana,pasti masih capek.(ucap ibu).
Rara langsung balik saja ya Tante,rara sudah di jemput supir di luar.(ucap Rara sambil berdiri).
Ya sudah kalau begitu ra,salam buat ibu kamu ya!(ucap ibu sambil mengantarkan Rara ke depan).
Iya Tante..ya sudah Rara pamit ya Tante..dhaa dhaa tante,,?!(ucap Rara sambil mencium tangan ibu sesil dan melambaikan tanganya).
Rara pun masuk ke dalam mobil yang sudah menjemput nya,sedangkan ibu ku kembali masuk kedalam rumah untuk melanjutkan memasaknya yang tertunda.
Sedangkan aku beristirahat di dalam kamar ku karena kecapekan.
# to becontinued..
__ADS_1