
Ayu menggeliat melemaskan otot-otot saat suara berisik di bawah sana sayup-sayup terdengar. Namun saat otaknya lekas sadar, ia kontan membelalak terkejut demi melihat jam di nakas yang sudah menunjukkan pukul tujuh lebih.
" CK, ya ampun. Kenapa alarm di hapeku gak bunyi sih? Aduh gimana dong ini?" menggerutu bingung sembari melompat dari ranjang kecil miliknya.
Ayu sampai tergopoh-gopoh saat menuju ke kamar mandi. Gadis itu lebih merasa kesal lagi karena perutnya tiba-tiba terasa mulas saat waktu terasa tak memberinya kelonggaran.
" Aduh, Pak Danu pasti marah-marah ini. CK, bisa-bisanya alarm malah gak bunyi di saat seperti ini!"
Dan benar saja. Saat ia masih duduk dan hendak membuang sumber masalah yang tak bisa di tahan, pintunya tiba-tiba di gedor seseorang.
" Yu, Ayu! Kamu kok belum keluar Yu. Di cariin Pak Danu tuh. Kuncinya mana? Bapak mau masuk rumah itu!"
Jun yang sudah pasti diperintahkan untuk memanggil dirinya semakin membuatnya panik bukan kepalang.
" Aduh Ju, eh Jen...maaf. Perutku konslet. Tunggu sebentar, aku bakal cepet-cepet!"
"Hah lu gila ya? Gak bisa apa mulesmu itu datang lain waktu. Bisa berabe urusannya!"
" Ya gimana lagi. Tunggu sebentar lah!"
Dan waktu yang dikatakan sebentar malah menghabiskan seluruh acara penyambutan. Membuat Danu yang melihat Ayu terlambat menjadi geram sekaligus ketar-ketir. Sebentar lagi ia pasti akan diminta untuk mendepak Perempuan tidak disiplin itu.
" Pak Danu maaf Pak. Tadi perut saya..."
Dan saat Ayu sedang membungkuk mengucap kata maaf dengan tubuh bergetar hebat, sepasang mata elang terlihat memperhatikannya.
" Kamu kenapa bisa sampai melakukan kesalahan fatal ini sih Yu? Bapak udah nungguin kamu dari tadi. Kuncinya mana?" tukas Danu nampak marah kepada Ayu.
" Astaga, kunci. Sebentar Pak saya ambilkan!"
" Hah, nggak kamu bawa? Astaga Yu. Kalau tahu gini mending Maria saja yang saya minta buat bersih-bersih!"
Kali ini Danu tak bisa berkata apa-apa lagi kalau sampai bos mereka marah besar.
__ADS_1
Pak Yan yang tahu Ayu melakukan kesalahan fatal hanya bisa tertunduk. Ia tak sanggup jika sampai orang yang kini berdiri di depan sana melontarkan kata-kata pedas.
Ayu hanya bisa tertunduk murung saat semua orang melemparinya dengan tatapan kasihan. Membuatnya tak memiliki kesempatan untuk sekedar melihat sosok paling berpengaruh di perkebunan ini.
" Cepat sana, kamu ambil. Saya kecewa sama kamu Yu!"
Ayu hampir menangis karena ia telah membuat semua orang dalam masalah. Tapi saat ia hendak melangkah, sebuah suara berjenis bass membuat langkahnya berhenti.
" Tunggu!"
Dan saat sebuah suara itu di tujukan kepadanya, Ayu menoleh. Tapi manakala ia melihat sosok yang kini melepas kacamatanya, mulutnya ternganga dan matanya spontan mendelik.
.
.
BRAK!
Ayu terengah-engah di balik pintu dengan tubuh gemetar. Bagiamana bisa pria yang pernah menidurinya dengan harga 300 juta itu ada di sini dan lebih gilanya lagi itu adalah bos-nya.
Namun saat sedang asyik berpikir, pintu kembali digedor dan membuatnya kembali panik.
" Hey cepatlah. Kau mau membuatku kepanasan di luar begini?"
DEG
Suara Abhipraya yang jelas terdengar itu malah semakin membuat keringat dingin mengucur deras.
" Sialan, kenapa pakai ikut nyusul ke sini sih?"
Ayu yang resah langsung menyambar kunci di nakas lalu menarik napas dalam-dalam mengumpulkan keberanian sebelum ia membuka pintu.
Dan beberapa detik kemudian.
__ADS_1
CEKLEK
Pria bernama Abhipraya yang tak lain merupak Bapak yang dihormati di tempat ini bersedekap menatapnya penuh ancaman.
" Ma-maafkan sa-saya Pak!" ucap Ayu tertunduk dengan tubuh yang semakin gemetar.
Sementara yang dimintai maaf justru menarik sebuah seringai tipis.
" Kau dengar apa kata dia Frans?"
" Tidak!"
Ayu mengeraskan rahangnya menahan kesal. Pria itu terlihat seperti sengaja mengerjai dirinya. Apakah ia akan di hukum setelah ini?
" Ayo katakan sekali lagi!"
Ayu mengepal kuat. Sungguh ia sangat menyesal karena tak mencari tahu dahulu siapa pria yang disebut Bapak itu.
" Saya minta maaf Pak!" kata Ayu dengan suara yang di keraskan.
Abhipraya tersenyum licik.
Sementara diujung sana, Pak Yan dan Danu serta Jun terlihat ketar-ketir. Takut kalau-kalau Abhipraya akan mendamprat Ayu karena melakukannya kesalahannya fatal.
" Apa dia pegawai baru yang kau katakan itu Dan?" tanya Abhipraya sembari berkacak pinggang menatap Ayu yang terus menunduk.
" Benar Pak! Dia yang bernama Ayu!"
" Jadi namanya Ayu?"
Abhipraya terlihat memindai wanita cantik yang kini terlihat sangat ketakutan itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Baiklah Dan!" kata Abhipraya sembari membalikkan badannya menatap pria berkumis itu. " Suruh dia menghadap kepadaku sekarang juga!"
__ADS_1
Maka tubuh Ayu seketika membatu saat Pria itu bersuara sembari berjalan meninggalkan dirinya.
"Habislah aku!"