
Setelah sampai dirumah
julia merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya
Ia melamun memikirkan kejadian tadi siang
"kenapa si hari-hari gw sial mulu? Padahal gw kan nggak pernah cari masalah?" gerutunya
"apa karna gw cuma anak beasiswa ya,mereka nindas gw seenaknya?"
"huh ya tuhan apa salahku?" menghembuskan nafasnya dengan kasar
Sementara disebuah apartemen seorang laki-laki tampan terlihat sedang menelfon seseorang "harus semuanya! Jangan sampai ada yang terlewatkan!" katanya dengan tegas
"baik bos!"jawab seseorang diseberang telfon
Laki-laki tersebut langsung mematikan pembicaraan telfon tersebut secara sepihak
Hari-hari dilalui julia seperti biasanya namun entah kenapa beberapa hari ini julia mendapatkan berbagai ulah dari kakak kelasnya,yaa siapa lagi kalo bukan si quen
Seperti pada hari ini...
Julia berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil sepedanya . Namun betapa terkejutnya ia saat melihat ban sepedanya sudah tak berangin
"duh kok bisa kempes gini sih! Perasaan tadi pagi anginya penuh" heranya
"Apa jangan-jangan bocor kali ya"
"ah mendingan gw bawa kebengkel aja lah" menuntun sepedanya keluar sekolah
Ditengah perjalanan ...
Tin..tin..tin..
"aduh kasian banget sii ututuu panas-panas gini malah jalan !" kata seseorang dari dalam mobil yang tak lain adalah quen dan kawan-kawan
"mana sambil menuntun sepeda lagi! pasti capek banget yaah"kata yang lainya dengan nada mengejek
julia terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan dari mereka
__ADS_1
"eh gw lagi ngomong! main pergi aja" teriak salah satu dari mereka
julia tetap tidak berhenti
"awas aja lo ya! anak miskin aja belagu " teriaknya lagi dengan nada kesal
mereka pun kembali menjalankan mobilnya meninggalkan julia dengan kesal
"heh lo kira gw takut, baru diabaikan aja dah ngamuk apa lagi kalo ditolak doi ? bunuh diri kali ya hihihi" gumam julia pelan
beberapa saat kemudian, akhirnya julia sampai didepan sebuah bengkel
l
"huh akhirnya sampai juga"helanya
"bang mau isi angin " teriak julia di depan bengkel tersebut
"iya neng sebentar ya !" kata tukang bengkel
"iya bang"
setelah selesai julia pun melanjutkan perjalanannya
untuk memeriahkannya sekolah julia akan mengadakan beberapa lomba
julia mengikuti lomba menyayi sementara laila mengikuti lomba puisi
derttz..derttz...derttz
ponsel julia bergetar
"halo siapa?"dengan nada ketus
"ya ampun sobat gw judes amat jadi orang" jawab seseorang diseberang telfon
"ngapain lo nelfon gw!"
"ya ampun jangan galak-galak amat nape ama gw"
__ADS_1
"buruan mau ngomong apa! gw sibuk nii"
"ealah sok sibuk lo! gw cuma mau nawarin tempat siapa tau lo mau?"
"tempat apa?" mengernyitkan alisnya
"ya kali kali buat ghibah ! buat latian lo lah"
"nggak lah terimakasih atas perhatian anda , tetapi saya tidak begitu bersemangat untuk melakukan apapun! bay" menutup sambungan telfonya secara sepihak
"ngapain sih nih bocah aneh banget! belum juga ngomong udah main matiin aja! dasar nggak jelas" gerutu laila
ia beranjak dari tempatnya dan mengambil kunci diatas nakas nya lalu berjalan menuruni tangga
"mau kemana dek ?" tanya seseorang dari meja makan
"mau kerumah julia kak" jawabnya tanpa menghentikan langkahnya
"mau ngapain?" tanya rayyan lagi agak berteriak
"mau main"teriak laila dari luar
"pulangnya jangan malem-malem!"
"iya kak"
laila langsung menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang
sementara julia..
ia sedang berbaring terlentang diranjangnya
beberpa saat kemudian
tok.. tok.. tok..
...^^^see you^^^...
kesederhanaan bukanlah penghalang dari kesuksesaan! ***namun kemalasan lah yang menjadi penghalangnya
__ADS_1
jangan berpikir hidupmu tak akan berubah karena kesederhanaan mu karena tidak semua kemewahan berlangsung hingga akhir hidupmu
......Terima kasih***......