
~~ happy reading all ☺️~~
" cukup dad, Kenzo sama Kenzie ngerti keadaan mommy. mommy tidak pernah lalai dalam menjaga, menyayangi juga perhatian pada kami. Ken rasa Daddy tidak perlu terlalu ikut campur dalam urusan kami " jawab Kenzo tegas, karena sejak turun dari panggung ia sudah memperhatikan gerak gerik orang tuanya.
" tapi ken, maksud Daddy itu baik. Daddy mau mommy kamu mementingkan kalian dulu, baru pekerjaannya. coba aja kalian mau tinggal sama Daddy, Daddy pasti mengutamakan kalian baru pekerjaan Daddy nak. tidak akan ada kejadian seperti mommy kalian ini " jawab Rama, Daddy twins
sementara Sisil sedari tadi Engan menatap bahkan mendengar suaranya pun ia muak. dengan pelan Sisil menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar Kenzo diam tapi sepertinya Kenzo tidak mengindahkan kode isyarat dari mommy nya.
" oh ya?? bukankah selama ini Ken lihat sebaiknya?? bahkan untuk mengajak kami bermain bersama aja tidak pernah. oh ayolah dad, Daddy tak sebaik mulut manis Daddy itu. ayo mom, zie sebaiknya kita pergi dari sini. Ken muak " ajak Kenzo menarik pergelangan tangan Sisil dan Kenzie.
" lihat sil!! lihatlah didikanmu, apa begini caramu mendidik mereka. bisa-bisanya Kenzo berkata kasar seperti ini pada Daddy nya. Aku rasa ini ajaran kamu, kamu mengajarkan mereka untuk membenci Daddy mereka. aku tau sampai sekarang kamu masih marah sama aku sil, tapi tidak begini juga caranya " kata Rama menaikkan nada bicaranya, sungguh Rama tidak terima mendengar perkataan putranya.
__ADS_1
" sudahlah mas " seru Fitri, istri keduanya atau untuk sekarang istri satu-satunya. " maafkan mas Rama mbak. memang sekarang emosi mas Rama suka naik turun "sambungnya lagi.
Sisil hanya diam tak menanggapi ocehan dua orang busuk seperti mereka.
" Daddy " pekik twins, tentu mereka tidak suka ada orang yang berbicara tidak baik pada mommy mereka.
" Daddy tidak berhak berkata begitu, mommy adalah mommy yang terbaik di seluruh dunia. mommy mendidik kami, mencurahkan kasih sayang pada kami dengan porsi yang semestinya. jika sekali lagi Daddy berkata seperti itu. aku akan menganggap Daddy kami sudah mati " seru kenzo dengan mata memerah, marah kecewa bercampur menjadi satu.
" sayang.. Ken mommy sudah pernah bilang kan untuk tidak berkata seperti itu pada orang yang lebih tua. sudah lah mommy tidak apa-apa, mommy mohon untuk tidak terbawa emosi nak. em... setelah ini mommy free loh!! bagaimana kalau setelah ini kita bermain?? kakak sama adik mau main kemana pantai atau mall Hem... " ujar Sisil sambil menunduk tubuh lalu tersenyum tipis, agar anak-anaknya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
" Yee..... liburan asyik. iya kak, zie mau ke pantai " seru Kenzie senang.
__ADS_1
" baiklah, kalau sudah di pilih tujuannya. Go... kita berangkat " akhirnya Sisil bisa meredam emosi twins.
setelah melihat twins pergi barulah Sisil membuka suara.
" tidak perlu anda menanyakan pada saya cara mendidik kedua putra saya. saya cukup tau dan paham betul bagaimana cara mendidik mereka. Anda tidak perlu mencampuri kehidupan saya dan kedua anak saya. cukup anda urus istri dan anak tiri anda. permisi " ucap Sisil datar nan dingin tanpa menatap lawan bicaranya.
Dengan segera Sisil meninggalkan dua orang itu. sungguh memuakkan berlama-lama dalam satu ruangan mereka.
Setelah kepergian ketiganya Rama mengepalkan kedua tangannya, sungguh emosi Rama ingin meledak namun sebisa mungkin ia tahan. Rama tidak mau nama baiknya tercoreng karena emosinya.
" sudah lah mas, kenapa kamu masih saja mencampuri urusan mereka. sebaiknya kita temui Fira, tadi dia mencari-cari kamu " ucap Fitri memeluk lengan suaminya.
__ADS_1
" iya " jawab Rama singkat
🌱🌱🌱