
happy reading☺️☺️
Enam bulan kemudian, hubungan Sisil dan Rama tampak biasa saja. tapi Sisil nampak aneh dengan sikap suaminya. suaminya sudah tidak pernah protes lagi kalau ia pulang malam. malah beberapa bulan belakangan ini sering pulang terlambat.
Sisil hanya bisa berfikiran positif walaupun ia tau saat ini keadaan perusahaan suaminya stabil, tidak ada kendala maupun proyek besar.
Tapi yang anehnya lagi, beberapa bulan ini juga Rama tidak pernah meminta hubungan suami istri. di tambah parfum wanita yang selalu menempel pada baju Rama.
Sempat Sisil berpikir kalau suaminya selingkuh, tapi semua hal negatif itu Sisil dari pikirannya.
Tidak mungkin Rama, suaminya selingkuh darinya. Rama sangat mencintai Sisil dan twins. jadi Sisil selalu menepis pemikiran negatif tersebut.
Sampai akhirnya, siang itu Sisil ingin mengajak suaminya makan siang. untuk merayakan anniversary keduanya, Sisil sudah menyiapkan resto dan lainnya.
Keadaan kantor Rama terlihat lengang karena saat ini masih pukul 11.00 siang. para karyawan masih sibuk dengan pekerjaan mereka.
Sisil berjalan menuju lift, sesekali membalas sapaan karyawan yang berpapasan dengannya.
Tiba di lantai ruangan suaminya, Sisil nampak aneh. kenapa sekertaris suaminya itu tidak ada. padahal ini masih jam kerja atau mungkin tidak masuk kerja?? entahlah Sisil malas memikirkannya.
Sisil masuk ruangan suaminya tanpa ketuk pintu, karena ingin membuat kejutan. tapi kosong, kemana mas rama?? itu yang kini ada di benak Sisil.
__ADS_1
Sampai sayup-sayup Sisil mendengar suara dari ruang istirahat suaminya. oh mungkin ia tidur, apa mas Rama sakit ya. pikir Sisil.
Tapi kenapa suaranya begitu aneh?? seperti suara ******* orang bercinta. jantung Sisil berdebar-debar tidak karuan. meski pemikiran negatif mulai hinggap di kepalanya, ia tepis semua itu.
Pelan-pelan Sisil melangkah mendekati pintu penghubung antara ruang kerja dan ruang istirahat itu.
Dengan tangan bergetar Sisil membuka pelan pintu itu. sampai akhirnya
Deg......
jantung Sisil terpompa dengan cepat, tangan kirinya meremas dada merasakan nyeri di sana. sementara sebelah lagi mengepalkan kuat pada gagang pintu.
Jadi semua kecurigaan ku benar, tapi kenapa aku begitu bodohnya selalu menepis semuanya. berharap pada rasa percaya diriku saja pikir Sisil.
brak......
" Sisil, ibu " kompak kedua penghianat itu menatap asal suara gaduh.
" saya tunggu di luar, kalian selesai saja " ucap Sisil dingin tanpa ekspresi. bahkan menatap mereka pun enggan.
Dengan kaki bergetar Sisil berjalan menuju sofa di ruangan Rama. sebenarnya ia sudah tidak mampu menahan diri namun ia tetap harus selesai ini semua.
__ADS_1
" sil... " suara Rama terpotong ketika keluar dari dalam kamar tersebut, dengan keadaan berantakan sisa-sisa percintaan mereka.
" Duduk " titahnya tanpa menatap Rama.
sedangkan Pipit hanya bisa menunduk kepalanya, takut dan entahlah apa yang ia rasakan.
" sejak kapan?? " tanya Sisil tetap pada posisinya.
sebelum menjawab terdengar helaan nafas panjang dari Rama
" setelah pertengkaran kita terakhir kali, tepatnya enam bulan lalu. maaf..." jawab Rama menunduk menyesal.
sakit, perih itu Sisil rasakan pada ulu hatinya. segitu lamanya ia di hianati, kedua tangannya mengepal kuat di lipat dadanya.
" oke sekarang kamu tinggalkan dia, pecat sekarang juga. akan saya maafkan kesalahanmu sekarang " kata Sisil, karena ia masih memikirkan nasib kedua putranya.
" maaf sil, aku enggak bisa ninggalin dia. sekarang dia lagi hamil anak aku, dan aku juga sudah menikah siri dengan Pipit " jawab Rama dengan jelas.
Ya Allah... mengapa sesakit ini batin Sisil.
🌱🌱🌱
__ADS_1
selamat hari raya idul Fitri ke 1444 hijriah, minal Aidin wal Faidzin🙏🙏 mohon maaf lahir dan batin ya say☺️☺️
selamat hari kemenangan umat Islam.