
Sudah tiga hari tiga malam Yasmin tak bisa tidur nyenyak hanya karena bingung dan bimbang tentang pertanyaan Mario pria baik yang baru dikenalnya.
Dan hari ini adalah saatnya Yasmin memantapkan hati untuk memberi jawaban atas pertanyaan Mario.
Flashback tiga hari yang lalu
Didalam kamar yang sederhana seorang gadis sedang merasakan keresahan hati dan pikiran.
Dialah Yasmin gadis cantik yang sedang pusing akibat pertanyaan Mario yang sangat mendadak.
Sambil melihat cincin perak kecil yang selalu dia sematkan dileher sebagai gandul, itu adalah cincin pemberian Bayu waktu kecil dan ada inisial YB yang artinya Yasmin Bayu.
Bayu juga memiliki inisialnya BY yang artinya Bayu Yasmin. Cincin itu adalah satu-satunya kenangan terakhir mereka sebelum berpisah hingga saat ini tanpa disadari mereka sama-sama menyimpannya sebagai liontin kalung.
"Apa ini saatnya aku mengikuti saran almarhum bunda untuk melupakan kak Bayu,...?"
"Apa aku bisa membuka hatiku sepenuhnya untuk Mario...?"
"Kak Bayu kenapa takdir harus memisahkan kita, aku sayang padamu bahkan sampai saat ini aku masih mencintaimu kak..."
"Tahukah kau demi menunggu dan mencarimu aku sampai tak pernah merasakan apa itu pacaran, sejak dulu hingga sekarang aku masih berharap agar kita bisa bertemu.."
"Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 20, dan sampai saat ini aku tak kunjung berjumpa denganmu, maafkan aku kak karena tak bisa lagi menunggumu, mungkin Tuhan tak merestui kita, dan ku harap kau bahagia meski tak bersamaku..." Batin Yasmin sambil memasukan kalungnya ke dalam kerah baju.
"Baiklah aku akan melupakanmu kak, ini keputusanku 13 tahun aku mencari dan menunggumu, tapi mungkin kita tak berjodoh hingga Tuhan tak pernah pertemukan kita bahkan untuk sekali dan jika suatu saat nanti kita berjumpa aku bukan lagi calon istrimu, melainkan sahabat atau adikmu..." Yasmin sudah memantapkan keputusannya, dia akan berusaha melupakan Bayu meski itu berat dan dia akan mencoba menerima Mario pria yang setia menantinya selama satu tahun.
Flashback off
Dan kini Yasmin tengah menatap ragu wajah Mario, dimana hati dan fikirannya tengah berontak. Hatinya memilih untuk tetap setia menunggu Bayu sedangkan fikirannya memilih untuk menyerah.
"Bagaimana apa jawabanmu...?" Tanya Mario dengan jantung berdebar.
"Emmbz... Aku.. Emmbz... Aku menerima lamaranmu..." Yasmin menjawab dengan ragu dan pelan namun masih bisa didengar Mario.
"Serius...!!" Ucap Mario memastikan bahwa dia tak salah dengar.
"Iya..." Balas Yasmin.
__ADS_1
"Hore...!!! Sebentar lagi aku menikah.. Hore..!!!" Mario berteriak sambil loncat-loncat bagaikan anak kecil hingga membuat orang disekitarnya menoleh ke arahnya.
"Mario stop...!! Kau membuat kita jadi bahan tontonan..!!" Teriak Yasmin mengingatkan.
"Iya-iya maaf..." Ucap Mario sambil duduk kembali, sedangkan Yasmin mulai kesal dengan sikap Mario yang berlebihan.
"Jadi kapan aku bisa bertemu orang tuamu untuk melamar mu secara resmi..." Ucap Mario sambil menggenggam tangan Yasmin.
"Emmbz... Aku hanya sebatang kara, dulu waktu kecil aku tinggal di panti asuhan Harapan Ibu kemudian aku diadopsi oleh keluarga Baskoro, sekarang mereka sudah meninggal kemudian aku pindah ke kota, jadi disini aku sendirian.." Ucap Yasmin dengan wajah sedih.
"Hemmbz.. Kita senasib aku dan adikku juga yatim piatu, kedua orang tuaku meninggal saat aku masih kecil bahkan adikku baru berumur 4 tahun, dan disaat aku remaja pamanku mengajakku terbang ke London untuk belajar masalah bisnis almarhum papa disana, dan aku harus terpaksa berpisah dari adikku karena adikku lebih suka tinggal di Indonesia,.." Ucap Mario sambil mengingat masa lalunya.
"Pasti kamu kesepian..." Tanya Yasmin.
"Memang saat aku di London merasa kesepian tapi saat aku pulang ke Indonesia aku merasakan kehangatan keluarga, aku memiliki orang tua angkat dia adalah sahabat dari almarhum mama, bahkan adikku sangat betah tinggal dengan mereka, aku juga memiliki sahabat yang rasa saudara..." Ucap Mario.
"Apa saat ini kamu tinggal dengan mereka...??" Tanya Yasmin mulai penasaran dengan kehidupan Mario.
"Iya aku tinggal dengan mama dan papa angkat mereka sangat baik, bagaimana kalau sekarang kamu ikut aku..." Ajak Mario.
"Ketempat orang tuaku kemudian ketempat orang tua angkat ku, aku ingin mengenalkan mu kepada mereka, dan kita sekalian minta restu.." Ucap Mario.
"Sekarang... Secepat ini...??" Tanya Yasmin yang masih ragu dengan hubungannya dengan Mario.
"Iya lebih cepat lebih baik, aku ingin sebelum sebulan kita langsungkan pernikahan..."
"Apaa...??" Yasmin sangat terkejut dengan ucapan Mario.
"Iya dan aku harap kau tak keberatan, aku sangat mencintaimu dan aku tak ingin kehilanganmu Yasmin..." Ucap Mario dengan serius.
"Beri aku waktu untuk berfikir Mario, aku juga masih ingin lebih mengenalmu dan keluargamu..."
"Baiklah dalam waktu dekat aku akan mempertemukan mu dengan adikku dan para saudaraku, tapi sekarang ayo kita temui orang tua ku..." Ucap Mario sambil menggandeng tangan Yasmin. Yasmin hanya bisa mengikuti kemana Mario mengajaknya.
Pemakaman
Tak perlu waktu lama hanya butuh waktu setengah jam Yasmin dan Mario sampai di depan makam kedua orang tua Mario.
__ADS_1
"Mama, papa ini Yasmin dia calon menantu mu, maafkan Mario yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga jarang mengunjungi kalian, semoga kalian bahagia disana, dan Mario juga minta doa restunya ma pa..." Ucap Mario sambil menitikkan air mata. Yasmin yang melihat hanya bisa mengusap punggung Mario untuk memberi kekuatan pada Mario.
"Mario pria yang baik mungkin ini adalah keputusan yang tepat untukku dan mungkin Mario adalah jodoh yang ditakdirkan dari tuhan untukku..." Batin Yasmin.
Setelah satu jam akhirnya Mario dan Yasmin sampai dirumah berlantai dua dengan pagar jeruji besi, rumah yang terlihat bersih dan sedap dipandang dengan udara sejuk karena banyaknya tanaman adalah rumah keluar Mahendra yang tak lain adalah rumah orang tua angkat Mario.
"Ayo masuk kita beri kejutan untuk mama dan papa..." Ucap Mario sambil menggenggam tangan Yasmin yang masih diam didepan pintu.
Yasmin hanya mengikuti Mario sambil melihat isi rumah yang terdapat banyak barang mewah, semua tertata rapi dan tanpa debu satupun.
"Mario... Kau pulang dengan membawa siapa jangan bilang dia calon menantu mami yang kau bilang kemarin.." Ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meski tak muda lagi.
"Hehe... Iya mami, mami kenalkan ini Yasmin dan Yasmin dia adalah mami tika mami terbaik sedunia..." Ucap Mario sambil memeluk lengan mami tika dengan manja.
"Ih... Kamu bisa saja, oh.. Jadi dia Yasmin gadis yang bisa membuat anak mami sampai tak tidur tiga hari." Ucap mami tika sambil tersenyum kepada Yasmin.
"Halo tante, salam kenal saya Yasmin dan maaf karena saya kesini tanpa membawa apa-apa.." Ucap Yasmin memperkenalkan diri sekaligus sedikit sungkan karena pertama kali berkunjung kerumahnya camer dengan tangan kosong.
"Tak apa sayang santai saja, kamu kesini saja mami sudah bahagia dan ingat panggil mami tika karna mulai sekarang mami adalah orang tuamu..." Ucap mami tika.
"Baiklah kalian mengobrol dulu Mario mau menelpon Merry dulu agar dia segera pulang.." Ucap Mario sebelum meninggalkan Yasmin dan mami tika.
Saat Mario teguh naik ke atas kamarnya mami tika mengajak Yasmin mengobrol banyak hal.
"Yasmin mami bahagia sekali akhirnya Mario bisa menemukan pujaan hatinya, jujur sebelum mami selalu khawatir dengan Mario..." Ucap mami tika.
"Khawatir kenapa mi..?"
"Sebelum mengenalmu Mario adalah pria yang suka bergonta-ganti pasangan, dia tak pernah mengenal apa itu cinta, mungkin karena trauma semenjak kekasihnya mengkhianatinya..." Ucap mami sedih.
"Ternyata Mario pernah dikhianati bahkan sampai membuatnya trauma.."
"Iya sayang, tapi sejak mengenalmu dia menjadi pria yang berbeda, dia slalu menolak para gadis karena ingin membuktikan bahwa dia hanya mencintaimu dan tak ada wanita lain selain kamu nak.." Ucap mami tika, Yasmin hanya bisa diam tak tahu harus berkata apa.
"Mami mohon tetaplah bersama Mario dan buatlah dia bahagia nak, hanya denganmu dia merasakan bahagia, mami percaya kamu wanita baik..." Ucap mami tika.
"Mami..." Jawab Yasmin sambil memeluk mami tika.
__ADS_1