LUKA SEKERAS RASA (Cinta Om CEO Dan Gadis Dangdut 2)

LUKA SEKERAS RASA (Cinta Om CEO Dan Gadis Dangdut 2)
Ternyata dia adalah...


__ADS_3

Entah mengapa acara yang sudah dirancang untuk dua pasang kekasih ini gagal. Alasan pertama kurangnya anggota yang hadir, menurut Mario kurang seru kalau hanya empat orang.


Alasan kedua Mario ada urusan pekerjaan yang mendesak dan tak bisa ditinggalkan. Alhasil kini tinggalah Bayu, Merry dan Yasmin yang sedang jalan-jalan disekitar taman kota.


"Hemmbz... Kenapa dari tadi kalian berdua hanya diam, kita sudah setengah jam berkeliling sambil jalan kaki dan hanya aku yang mengoceh bagai radio.."


"Emmmb.. Maaf..."Begitulah jawaban Yasmin dan Bayu yang sejak tadi berjalan disampingnya Merry.


Yah.. Merry saat ini bagaikan tembok pembatas jalan antara Yasmin dengan Bayu. Kedua orang itu hanya diam dan sesekali curi pandang tanpa sepengetahuan Merry. Sedangkan Merry fokus bercerita sambil menggandeng tangan Yasmin dan Bayu mirip seorang anak yang bergandengan tangan dengan orang tuanya.


Kring...Kring...


"Hallo...?"


"Apa harus selesai besok..!!"


"Baiklah, terimakasih infonya.."


Setelah mematikan ponsel Merry nampak cemas seperti ada beban dihatinya.


"Ada apa...?"


"Bayu...!! Gawat skripsi ku harus selesai besok dan aku malah asyik jalan-jalan, gimana ini..."


"Bagaimana kalau kita pulang saja..."Ajak Yasmin.


"Tapi besok siang kita harus pulang ke Indonesia, dan kak Yasmin belum menikmati liburan disini, itu tidak adil..." Ucap Merry.


"Biar Yasmin jalan sama aku dan kamu bisa menyelesaikan tugas kuliahmu dulu sebelum kita pulang ke Indonesia besok.." Bayu langsung memberi ide.


"Tap..." Ucapan Yasmin langsung dipotong Merry.


"Ide bagus aku akan tenang jika kau jalan dengan kakak ipar, lagian kau selalu sibuk kerja jadi sekarang saatnya kau berlibur, Bayu sayang aku titip kakak ipar ya.."


"Tapi Merry, bagaimana kalau..."


"Tenang kak Mario tak akan cemburu dengan Bayu, Bayu hanya mencintai ku, hehehe..." Ucap Merry yang lagi-lagi memotong ucapan Yasmin.


"Hmm.. Baiklah serahkan padaku, sekarang pergilah dan semangat..."


"Makasih bay, dah.. kak ipar.."


"Hati-hati Merry.."


" 👍..." Jawab Merry.


Saat ini rasa canggung menyelimuti dua remaja yang sedang duduk berhadapan sambil sesekali curi pandang.


"Hmmm.. Sejak kapan kau mengenal Mario..?" Tanya Bayu memecah keheningan.


"Lumayan lama.."


"Apa kau mencintaiku.."


"Apaa...!!" Yasmin kaget dengan ucapan Bayu, apa dia salah dengar, bagaimana mungkin bayu bertanya soal apa aku mencintainya.


"Hehe.. Maaf aku hanya bercanda ka-kak ipar.."


"Panggil saja Yasmin, kamu lebih tua dariku.."


"Yasmin apa kamu dulu pernah tinggal di panti asuhan...?


"Iya, pasti kamu tahu dari Merry atau Mario kan.."


"Hmmm..."


"Aku dengar kamu pernah tinggal di panti asuhan..."


"Iya sejak kecil aku yatim piatu..."


"Hmmm... Kita senasib, kamu dipanti asuhan mana...?"


"Aku dipanti asuhan terpencil diplosok desa jauh dari keramaian.."


"Oh,.. Disini udaranya semakin dingin bagaimana kalau kita ke cafe sambil karaokean, ku dengar kau seorang penyanyi..."


"Hehehe... Aku seorang pengamen receh.."


"Aku bisa menjadikanmu superstar jika memang suaramu bagus.."


"Benarkah, dulu aku sangat ingin jadi penyanyi terkenal tapi..."


"Tapi apa..?"


"Sudahlah ayo kita karaokean.."


"Ayo.." Ajak Bayu sambil menarik tangan Yasmin menuju mobilnya dan Yasmin hanya tersenyum melihatnya.


Kini mereka sedang duduk di bangku diruang karaoke pribadi, Yasmin masih sibuk memilih lagu apa yang akan dia nyanyikan sedangkan Bayu hanya menatap Yasmin sambil makan kacang yang dipesan sebelumnya.


"Aku mau lagu dangdut tapi di cover music DJ.." Yasmin berbicara sambil menyodorkan hpnya Bayu.


"Mau lagu ini..."


"Bagaimana kalau Bayu aja yang nyanyi duluan..."


"Baik siapa takut..." Bayu menenggak minuman bersoda dulu sebelum mengambil microfon didepannya.

__ADS_1


"Lagu apa...?"


"Aku mau lagu ini saja..." Jawab Bayu sambil memutar lagu diponselnya yang sudah terhubung ke amplifier karaoke.


Lagu pilihan Bayu berjudul *G**ala-gala* lagunya Bang H.Rhoma irama.


✍✍✍✍✍✍


Kini 'ku telah kembali


Kembali padamu, kasih


Lama sudah 'ku menanti


Menanti memadu kasih


Penuh rasanya rindu di hati


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-galanya


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-gala-gala-galanya


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-galanya


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-gala-gala-galanya


Kurindu gayamu ketika bercanda


Tawa lepas renyah ceria


Kurindu gayamu ketika bermanja


Meluluhkan segenap jiwa


Kurindu bagaimana engkau membujuk


Ketika 'ku merajuk


Kurindu bagaimana engkau mengasihi


Ketika kubersedih


Kini 'ku telah kembali


Kembali padamu, kasih


Lama sudah 'ku menanti


Menanti memadu kasih


Penuh rasanya rindu di hati


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-galanya


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-gala-gala-galanya


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-galanya


Oh, tiada terkira


Rindu segala-gala-gala-gala-galanya


Kurindu gayamu ketika bercanda


Tawa lepas renyah ceria


Kurindu gayamu ketika bermanja


Meluluhkan segenap jiwa


Kurindu bagaimana engkau membujuk


Ketika 'ku merajuk


Kurindu bagaimana engkau mengasihi


Ketika kubersedih


Hingga lagu selesai Yasmin masih bengong sambil menatap Bayu, yang kini juga sedang menatap Yasmin dengan heran. Entah apa yang sedang difikirkan Yasmin saat ini.


"Yas... Ada apa...?? Apakah suaraku jelek, maaf aku seorang asisten bukan penyanyi makanya suaraku jelek, hehe..."


"Eh... Enggak suaramu bagus banget aku suka, kenapa kamu gak jadi biduan aja, aku yakin jika kamu jadi biduan banyak yang nyawer hehe.."

__ADS_1


"Ih... Dasar, tapi tawaran yang bagus sih, hehehe..." Jawab Bayu sambil menyentil kening Yasmin.


Deg...


"Kenapa gaya Bayu sama seperti kak Bayu yang ku kenal dulu, mungkinkah dia kak Bayu yang kucari.."


"Hei... Kenapa melamun lagi sekarang giliran kamu nyanyi aku ingin dengar suara biduan cantik ini..."


"Eh.. Maaf baiklah aku ingin lagu ini ya.."


"Silahkan.."


Lagu yang dibawakan Yasmin berjudul Sekuntum mawar merah Lagunya bunda Elvy Sukaesih.


✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍


Sekuntum mawar merah


Yang kau berikan kepadaku di malam itu


Ku mengerti apa maksudmu


Sampai kini kusimpan


Bunga pemberian darimu


Tiap kulihat, ku terkenang pada dirimu


Bunga mawar merah suatu tanda cinta


Yang berarti bahwa kau cinta padaku


Dengan senang hati kut'rima cintamu


Karena aku juga cinta kepadamu


Oh, bahagia, dua hati telah berpadu


Sekuntum mawar merah


Yang kau berikan kepadaku di malam itu


Ku mengerti apa maksudmu


Sekuntum mawar merah


Yang kau berikan kepadaku di malam itu


Ku mengerti apa maksudmu


Sampai kini kusimpan


Bunga pemberian darimu


Tiap kulihat, ku terkenang pada dirimu


Bunga mawar merah suatu tanda cinta


Yang berarti bahwa kau cinta padaku


Dengan senang hati kut'rima cintamu


Karena aku juga cinta kepadamu


Oh, bahagia, dua hati telah berpadu


Sekuntum mawar merah


Yang kau berikan kepadaku di malam itu


Ku mengerti apa maksudmu


Prok....prok...prok...


"Suaramu bagus banget pantes Mario tergila-gila padamu, btw itu lagu untuk Mario kan..'


"Hmmm... Mungkin iya." Jawab Yasmin sambil tersenyum getir dihati tak ada cinta untuk Mario tapi dibibir dia slalu bilang iya.


Hati Bayu terasa nyeri saat Yasmin mengiyakan ucapan Yasmin, entah perasaan apa ini.


"Aku ke toilet dulu,.." Ucap Bayu pamit dengan wajah yang sulit ditebak.


Saat kepergian Bayu ada sebuah kalung yang tergeletak dibawah bangku kursi Bayu.


"Apa ini...?"Batin Yasmin tapi tetap mengambil kalung itu.


"Inikan, punya siapa ini...? Apa dia memang..."


"Ada apa...?"Ucap Bayu yang tiba-tiba sudah dibelakang Yasmin.


Yasmin hanya diam.


"Oh... Jadi kalungku ada disini, terimakasih sudah menemukannya.."Ucap Bayu langsung mengambil kalung yang ada di tangan Yasmin.


Deg...


"Hiks...hiks.. Kenapa kamu jahat, hiks..hiks..." Ucap Yasmin langsung memeluk tubuh Bayu dengan isak tangis yang menyediakan.

__ADS_1


Bayu hanya membeku ditempat sambil merasakan detak jantung yang tak beraturan.


__ADS_2