
Namaku Lyla, adik dari Gussion dan Alucart, ayahku hanya lah pedagang kaki lima yg menjual cangcimen(kacang kuaci permen)di dalam bis antar kota antar provinsi.Sedangkan ibuku hanyalah TKW di negara orang, yg sudah meninggalkan ku dan tak kunjung pulang sejak aku duduk di bangku SD,
Kakak ku Gussion dan Alucart hanyalah kuli bangunan yg bekerja serabutan ketika tidak ada proyek.
Mereka jarang ada di rumah, hanya aku dan chiemenk kucing ku yg setiap hari mengisi gubuk reot milik ayah.
Lyla di dalam kamarnya sedang menghayal, dia berbicara pada kucing nya,,
"menk imenk imeeeeenk anak siapa yaaa,,,?"
"duh gila ni lama lama begini,ngomong sama kucing,!"
"di pikir enak kali ya hidup sendiri gak ada yg ngrecokin,ampun nie rumah udh kecil sepi lagi, kangen mereka,,!" Lyla yg merindukan ke dua kakak nya dan ayahnya,
"andai aku bisa menjelajah keliling dunia, mengarungi waktu mencari kesenangan," imajinasi lyla mulai kembali,
"Ibu,, pulanglaaah sebelum anakmu ini menghilang dr dunia," ucap lyla tanpa sadar dia pun tertidur.
Di dalam mimpi nya, ia bertemu dengan seorang nenek tua yg mengubah dunia nya,
__ADS_1
"ukh,, dimana ini, indah sekali pemandangan nya,, ekhm,, aku haus," toleh kanan toleh kiri,, "apa itu, gajebo yg indah, (mengagumi dalam hati).ekhm, siapa dia, nampaknya sedang kesulitan,!" Lyla tanpa sadar dia bermimpi lalu menemui nenek tua itu, di lihat nya kesulitan membenahi baju kebaya nya, lantas..
"permisi,apa anda tersesat?" sapa Lyla.
"kamu sudah datang" ujar nenek itu.
"ekhm... saya ya nek, apa nenek mengenal ku?" tanya Lyla, agak sedikit bingung.
"ya,, aku mengenal mu, aku menanti mu,,!" tutur nenek tersebut.
"anda menunggu ku? iya kah,, saya merasa tidak mengenal anda nek,"ujar Lyla lembut sembari tersenyum kecil.
"duduklah," nenek itu menepuk bangku di depan nya, mengisyaratkan agar lyla mau duduk.
"kau, bantulah aku, temui cucuku, aku berhutang padanya, menyembunyikan identitas nya,"sahut nenek tersebut dengan mimik muka nya yg memelas kasian.
"cucumu? siapa? apa aku mengenalnya?" tanya lyla tanpa memikirkan apa yg baru saja dia ucapkan.
"benar, kau mengenalnya! namanya Miya anak Herman ,teman ayahmu.Dia sekarang tinggal di panti asuhan,"jelas nenek tersebut.
__ADS_1
"Herman? herman? herman?" Lyla bertanya dalam hatinya.
"siapa dia?, dan ayah? pasti tau!"sahut Lyla terhadap nenek.
"ya , ayahmu tau, bertanyalah padanya,"terang nenek tersebut.
"baiklah nanti saya akan tanya kan pada ayah, ekkm.. dimana ini nek? apa anda punya air minum? saya sedikit haus,,!" ujar lyla sambil memegang tenggorokan nya.
"hahahahaa..." tawa nenek itu. "aku akan jawab, dan aku akan kasih kamu minum, tp ingat bantulah nenek mencari cucu nenek.berikan ini padanya(menyodorkan kain buntelan kecil),katakan padanya agar mencari ayah kandung dan ibu kandung nya melalui kain ini,"tegas nenek tersebut."dan katakan maaf dariku kepada anak dan cucuku"lanjut meminta nya kepada Lyla.
"aku tidak berjanji.tp selama aku bisa nanti aku bantu kamu nek, eeekhm... seandainya nanti aku tak sanggup aku harus menemui mu kemana nek?"tanya lyla lembut dan ragu.
"jangan khawatir,kamu pasti menemukan nya.kamu mengenal nya,dan aku gak bakal salah menunggumu, ini minumlah,(menyodorkan air mineral botol yg entah darimana asalnya),
"terimakasih" ucap lyla lantas membuka botol dan memiumnya tanpa berfikir.
"ingatlah, ini adalah alam bawa sadarmu, ini dunia fana dimana disini tidak ada waktu dan hampa.dulunya disini semuanya adalah hidup tp mati,"jelas nenek tersebut sambil tersenyum.
"aku tidak mengerti nek"sahut Lyla bingung.
__ADS_1
"bangunlah.maka kau akan tau,"nenek tersebut menepuk pundak lyla, dan terbangun lah dia dalam tidur siang.
"aduh, etdah, mimpi!.eeekhmb apa ini? kain? astagaaaaa... beneran nyata apa mimpi sih??" Lyla terkejut dan setengah halu menyadari bahwa kejadian itu beneran mimpi di siang bolong dan kain buntelan itu nyata adanya.betapa kagetnya dia..