Lyla Dan Dunia Imajinasinya

Lyla Dan Dunia Imajinasinya
ayah


__ADS_3

"aku pulaaaaaang", Lyla membuka pintu "lhooooh... koook", mata Lyla terbelanga melihat ayah dan kedua kakak nya tengah terlelap di depan tv.


"apa aku kelamaan ya,," batin Lyla ketika di pandangi nya ke arah ayah nya yg tergeletak terlihat capek bersama kakak kedua nya di tikar masih dengan memakai baju yg sama dan handuk kecil di lehernya.Sedangkan Alu yg sudah ngiler di bantalnya, dan Gusion yg tertidur di kursi sambil ngorok..


"Jangan di ganggu deh, mungkin mereka lelah, kasian..." batin Lyla sambil beranjak berjalan jinjit sampai tak bersuara ke arah dapur menyiapkan piring dan juga teh hangat di dalam teko besar dan gelas di atas nampan tentunya, lantas dii sajikan makanan yg dia beli satu per satu di atas meja depan TV dimana kakak dan ayahnya terlelap.di siapkan juga piring beserta nasi yg sudah di keluarkan dr dalam mejikom.tak lupa sambal nya dia buka dan di sajikan di atas mangkuk, setelah kiranya beres dia bangunkan ayah beserta kakak nya...


"sahuuuuur... bangun sahuuuuuuur... sahur sahur sahur..."memukul piring dgn sendok... "bangun bangun....." teriak Lyla membangunkan keluarganya..


Songong nih bocah...πŸ˜₯ jangan di tiru ya ges... ngak sopan sama orang tua nya kayak gitu...πŸ€” tapi karna sudah terbiasa, dan keluarga ini juga di sebut sebagai keluarga cemara versi nyebelin, dan bebas sampe kelewat setres, jadi nga heran dan nga papa ya... kalo kalian di rumah jangan ya...πŸ˜‰βœŒοΈnanti dosa..πŸ˜‡kuwaalat...(AUTOR)


"iiiiiissssh...", berisiiik", gerutu Alu sambil menutup kuping pake bantal.


"hadeeeeh,,, si gambreng mulai betingkah", celoteh Gusion sambil membuka mata dan duduk.


"anak ayaaaaaah... bisa lebih halus ngaaak banguninnya...", Ayah...tersenyum dan beranjak duduk.


"makan makaaaaan....", Lyla tanpa rasa bersalah dan langsung makan begitu saja.


"pelan pelan,, nga ada yg mo ngrebut,," sahut Gusion "heh bangke,, bangke bangun bangke," kakinya menendang Alucard yg masih saja tertidur."makan woooe,, gua abisin nieh",


"ye jangaaaaan,,," sahut Alucard langsung terduduk,dan ambil piring.


Di barengi sama ayah dan mereka akhirnya makan bersama.tak lupa moment rebutan sambel pun di mulai,,


cletak... cletak... suara sendok lyla dan Alucard beradu di atas mangkok sambal...


"ikh... kakak apaan sih...", Lyla


"dedek yg apaan,, ini kakak dulu," alu


"iiissssh kakak maaaah,, liat tuh bang adek abang,, nasi udh merah sambel gitu masi aja rebutan sama dedek", adu lyla kepada abangnya gusion,,


"kurang pedes dedek,," alu


"abaaaaaaang...", pekik Lyla sontak membuat ayahnya turun tangan,,


"bagi dua," jawab ayah,,


"baaaaaang..." dengan wajah memelas kepada abangnya Gusion ingin hati di bela,,


"bagi dua dedeeeeeek,,," jawab Gusion sambil tersenyum lembut tp dgn mimik wajah menegaskan.


"oke..." Lyla terpaksa.


ayahnya ngelihat moment itu hanya tersenyum tidak pernah marah.karena baginya moment berkumpul begini adalah hal sulit, karna dia pun menyadari tidak setiap hari di rumah karena harus bekerja berjualan cangcimen (kacang kuaci permen)di dalam bis antar kota antar propinsi dan ngak setiap hari bisa pulang.karna pendapatan nya yg ngak menentu, juga dengan kedua anak lelakinya yg sekarang ini jg jarang pulang karna proyek pembangunan jalan di lain kota mengharuskan mereka menginap dan tidak bisa PP setiap hari,, setelah selesai makan, Lyla dan ayah pun membereskan tempat itu, seperti biasa memang begitulah keseharian mereka di rumah.selama ibunya tidak ada, ayahlah yg menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluarga,, ya... ibunya seorang TKW dan sudah hampir 15thn tiada kabar keberadaannya dan tak tau nasipnya.

__ADS_1


sssssrrrrt... suara gremericik air... lyla dan ayah cuci piring,,


di sela sela itu,


"yah,,, kapan ibu pulang? Lyla hampir lupa wajah ibu?", tanya Lyla sendu


"ayah ngak tau dek, ayah udh ke PT yg berangkatin ibumu, nyatanya PT itu udh jadi mall, dan pemiliknya juga sudah meninggal, kluarganya tak tau rimbanya,," celoteh ayah sambil lesu mengingat takdirnya.


"sabar ya yah,, kalo memang masih hidup, semoga ibu ingat jalan pulang, kalau lah tak ada, kita cukup kirim doa saja ya yah... Lyla sudah ikhlas...", tutur Lyla sontak di belai nya kepala Lyla oleh ayahnya...


lanjut cuci piring.


sementara itu di luar rumah, di teras depan jendela, duduk bersila kedua kakaknya sedang beradu maen catur.


"bang, kakak,," saapa ayah..


"apa yah", sahut alu yg masih melihat taktik bidak catur kakaknya


"besok daftarkan adekmu sekolah lagi ya, ayah sudah ada uangnya", ayah


"ayah lupa ya, temen teman Lyla sudah pada lulusan, nga bisa lah, dedek mana mau di satuin sama juniornya...?!", Gusion


"iya yah,, kl mau, lyla daftarin paket C aja! ijasahnya setara sama SMA kok...!waktunya juga cuman setahun...!praktis yah...", sahut Alu


"iya kah,, memangnya Lyla mau? kasihan dedek ngak bisa sekolah setara sama anak sebayanya...?!", tanya ayah menegaskan.


"nanti coba si dedek tanyain sama kamu ya bang!", perintah ayah


"asiyuup komandan...!", Gusion


"SKAAAAAAK...!", Alu


"haiiisssssssh,,, curang..!", Gusion


"salah sendiri terkecooh...!", alu


"ayaaaah niiiieeeeeeh...!", Gusion


"lhooh kok ayah sih yg di salahin...? abang yg nga bisa maen ayah yg kena getahnya...!", pekik ayah tak terima lantas tertawa bersama Alucard yg penuh kemenangan.lantas pergi ke dalam rumah meninggalkan ke dua anak nya


"hahahahaaaa...!",


"curang lah... sekali lagiii...!" ajak Gusion tak terima


"siapa takut...!", alu

__ADS_1


mereka berdua kembali maen catur dan ayah duduk menonton TV.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hai pembaca sekalian...


ini masih improf perkenalan ya sampai eps ini,,,


cerita sesungguhnya eps berikutnya yaaaaaa...


terus pantengin novel ku ya...


jangan lupa tinggalin like dan love,,,


karena like dan love itu gratiiiiis...


kritik saran dan hujatan saya terima dengan baik yaaaa....


salam dua jempols para autor...

__ADS_1


πŸ˜‚πŸ˜ŽπŸ˜‹πŸ˜‰πŸ‘**


__ADS_2