Lyla Dan Dunia Imajinasinya

Lyla Dan Dunia Imajinasinya
Terdiam.


__ADS_3

Masih di atas kasurnya lyla tak henti menatap buntelan yg ada di tangan nya sewaktu terbangun dari tidur.Dia terus berfikir, berimajinasi dgn otaknya sendiri.Tak hentinya dia berceloteh ngak jelas dgn kejadian yg baru saja dia alami.


"apa ini?" kenapa begini?" ya tuhan ini nyata!" bukan ini hanya khayalan." ya ampun...!!"menatapi buntelan kain berwujud sobekan slendang sebesar kepalan tangan nya sambil menempelkan tangan kiri ke jidat nya. Lyla terus berceloteh dan berfikir.


Sudah entah sedari kapan di menatap dan memikirkan kejadian itu, malam pun menjelang.Di tatapnya ke arah pintu kamarnya yg gelap sontak mengagetkan diri nya sendiri.


"aaaaaarrrrrrrg...." pekik Lyla.


"dimana aku?" siapa aku?" apa dosaku?" apa yg salah denganku?" karma apa ini?" kenapa gelap?" kenapa aku lupa menyalakan lampu?" tuhan aku ini siapaaaaaa?" pekik Lyla menghujat dirinya sendiri.


"bangun! aku harus bangun!" Lyla melangkahkan kakinya menyalakan setiap lampu di sudut ruangan.Setelah itu dia bergegas mandi dan rencananya dia akan memandangi buntelan itu lagi.


Setelah selesai dengan semua aktifitasnya, sudah mandi dan dandan cantik.Lyla lantas kembali ke kamarnya memandangi buntelan itu.


"kira kira,apa isinya yah?" buka jangan?" buka, jangan?" buka aja deh,,!" sambil memegang buntelan itu.Lalu di letakkan kembali.


"jangan deh, nanti aku jadi ngak amanah donk!" tp penasaran ikh,, apa ya itu?" masak aku pegang tp aku ngak tau isinya?" nanti kalau isinya santet apa jimat bagaimana??" aaakhh... ampuuun guusssti,, aku takut tapi penasaran...!" bagaimana ini?"😭😭 ringkuk Lyla sepertinya dia menyerah dgn fikiran nya.


"Kakak"... pekik Lyla terkejut kakaknya pulang.dan kini sudah berada di depan pintu kamarnya


Tanpa dia sadari ada 2 pasang mata menatapnya intens, sedikit terkejut dan ada rasa bersalahnya juga.Mereka adalah Gusion dan Alucard yg pulang dari tempat kerjanya.Sudah seminggu ini mereka ber 2 ada proyek pembangunan jalan tol di luar kota.


Sementara itu...


Flashback Gusion dan Alucard on....

__ADS_1


"Bang, kau lihat adikmu itu?" apa karna kesepian dia jadi ngomong sama buntelan?" tanya Alucard kepada kakaknya Gusion.


"Mungkin dia lapar!" jawab Gusion lirih.


"Kagetin yuk!" ajak Alucard


"Yakin!" jawab Gusion memandang sinis Alucard sambil mengerutkan alisnya.


"Kenapa memang nya!" jawab Alucard memandangi kakaknya.


"Kau ingat terakhir kali kita kagetin dia?" tanya Gusion memperjelas


Dan secara bersamaan tanpa sadar mereka menjawab bersamaan."Kaki nya melayang ke muka kita"! jelas mereka berdua.


Flashback off...


Ketika tau Lyla sudah sadar akan keberadaan mereka berdua, lantas ke dua kakak itu menghampirinya.


"Apanya yg bagaimana dek?" tanya Alucard sambil melangkahkan kakinya ke kamar Lyla.


"Bagaimana apanya kak?" tanya Lyla balik.


"Kau itu! kalau di tanya jawab dulu aja jangan balik nanya!" jelas Alucard sedikit kesal.😧


"Aku lapar kak...😞" sahut Lyla.

__ADS_1


"Kan sudah ku bilang dia lapar!" sahut Gusion.


"Ya ampun, adekku ini hanya tau makan saja ya? beli nasi bebek di depan gih 4! mengeluarkan uang dari dompet.perintah Alucard.


"4???" tanya Lyla


"jatahku 2 😁" ujar Gusion


"rakusnyaaaaaa....!" pekik Alucard "itu jatah ayah 1 kak,"..


"hemb... gitu ajh nge gas!"sahut Gusion "gih brangkat, udah laper kan?,,


"asiyuuuuuup".. lyla lantas berdiri dan beranjak berangkat beli makan.


"kira kira apa ini?" Gusion mengambil buntelan itu dan memutarnya."cuman buntelan jarik aja dia sampe melamun kayak orang habis liat duit setumpuk",


"entahlah" bukan urusan kita".sahut Alucard sambil mengangkat kedua bahunya.lantas mereka keluar dan meletakkan kembali buntelan itu.


Sambil menunggu Lyla pulang, mereka ber dua lantas membersihan diri.Ya.. setelah mandi seperti biasa mereka akan duduk manis menonton TV.


"hoooooaaaaaamb... dedek lama amaaaaaat,," suara Gusion menguap sambil merebahkan tubuhnya ke atas kursi.


"sabar..." tanggap Alucard yg tak terasa ikutan menguap juga dan meringkuk di atas tikar dan bantalnya di depan TV.


Karena perjalanan yg panjang akhirnya mereka berdua terlelap di atas kursi sambil di tonton oleh TV nya.

__ADS_1


__ADS_2