
Kicauan burung burung terdengar jelas disertai suara alam yg merdu dari siulan hutan. Tempat asrama yg terpokus untuk wanita menjadikan bangunan yg berdiri tersebut sebagai inti dari hutan lebat.
Terlihat dari covernya nampak begitu elit dan damai tapi ternyata mengukir sejarah bagi korban hingga tak terlupakan.
******
Jurutan wanita wanita berbaris menunggu piring nampannya diisi oleh makanan. Suara yg terlepas dari mulut membuat ricuh tempat makan tersebut disertai suara sendok dan nampan stenlis yg bersentuhan.
Datar dingin dan lesu seakan akan tak terlepas dari wajah Esther . Wanita yg berumur 17 tahun dengan paras sempurna dan kecantikan nya tertutupi oleh kusamnya debu juga tanah kering sebab habis bekerja.
Setelah nampannya terisi langkah kakinya berjalan menuju meja, dikanan dan kiri terus saja diduduki berjajar orang lain yg tak menampilkan meja yg kosong disana.
Tiba tiba seseorang memanggil namanya dengan teriakan hingga membuat mata terlirik dan berjalan menuju kesana
"ayo makan bersama!!!, pasti kau sangat lapar " Ucap olive sahabat baiknya
Duk! Nampan terhentup satu sama lain menandakan jawaban untuk pertanyaan yg diajukan untuk Esther , membuat terkejut orang bertanya.
" Lo harus makan nanti kita kerja lagi gue gak mau Lo kenapa kenapa".Olive.
Senyum Smirk keluar di sudut bibir setelah mendengar kata kata perhatian yg tak ia sukai
" Mending gue mati daripada selamanya disini " sahut Esther.
Byurrrr!!!
Semburan air mengenai wajah kusamnya, membuat semua mata terfokus pada titik tumpu tersebut.
"Anjing saja tak dapat keluar apalagi manusia gila seperti lo". Sembar Ariana.
Dia seorang wanita yg sering mengganggu dengan muka julid yg mengarah pada wanita cantik itu
Dada mulai panas membakar kesabaran untuk menahan. Amarah Esther mulai menerobos keluar . Sahabatnya sudah mengetahui jika Esther pasti akan membalas.
Hap! Pegangan tangan lembut untuk Esther agar tidak melakukan hal yg tak terduga, Akan tetapi hati sudah terbakar menjalar, dan seketika api panas hanya bisa dibiarkan keluar
Pranggg!!
Piring nampan melayan mengenai baju Ariana . pegangan lembut itu terlepas dengan kasar dari tangan olive saat sahabatnya mulai beraksi.
" Dasar Kampr*t!!! "
Dengan amarahnya pukulan pun mendarat di pipi lawan Duk!!! " Akhhhhh " terjatuh.
" Arg..... Akan kubalas kau!!! " Ariana geram dan mulai bangkit menghajar tak kalah kuat. Semua wanita disana hanya bisa menonton dan menatap pertengkaran .
Bugh! Bugh!
" Gue gak akan pernah kalah dari Lo lagi " Gretak Ariana.
" Heh.. kita lihat "
Nampan, sendok, gelas berjatuhan kesana kemari hingga menimbulkan suara yg meresahkan.
" Ayo kita laporkan ketua!!! " Seru salah satu wanita pada teman temannya
" Jangan!!! " Tahan olive dengan tatapan tajam
" Bagaimana jika ketua datang? Esther akan dikurung lagi " batin takut dari olive yg tak dapat berbuat apa apa.
Cekcok antara wanita pun mulai kesana kemari membuat tempat semakin kacau ricuh
__ADS_1
Bugh... Bugh..! " Shtttttttt
Duk!
Brak!!!!
Ariana jatuh tak berdaya dilantai yg menandakan dirinya sudah K.O melawan singa yg bangun dari tidurnya.
Semua orang terdiam menatap kekalahan dari sang pembuat onar kena azabnya.
Rambut sangat kerusuhan serta baju yg terlihat berantakan membuat Esther seperti ODGJ yg setres. Tidak heran jika ia sering dikatakan orang gila oleh semua orang .
Tiba tiba Penjaga datang dipimpin oleh ketua melihat apa yg terjadi pada Esther dan Ariana
" Berapa kali lagi kau sudah berulah!!! " Teriak ketua.
Semua orang tertunduk takut untuk menatap dua matanya .Berbanding terbalik dengan wanita itu yg menatapnya balik serasa tak bersalah apapun.
" Tangkap dia " Perintah Ketua.
Penjaga berjalan mengarah pada Esther untuk melaksanakan tugasnya. Pasrah dan diam hanya bisa dilakukan saat penjaga memegang pergelangan tangan layaknya tahanan.
Tatapan mata elang muncul saat berpapasan dengan ketua , namun ia malah menatap balik layaknya burung hantu yg tak berkedip sebab dirinya adalah pemimpin disitu.
Bugh! Bugh! " Akh... " Penjaga terjatuh, Esther memberontak
" Mati saja kau!!!! YaHhhhh.... "
Hap!!! Tangkapan yg pas dilakukan ketua kepada gadis yg mencoba meyerangnya dari belakang .
" Dasar bangs*t " geram Esther.
Sretttt!!! Akhhhh....
Jambakan rambut dilakukan ketua kejam kepada Esther sambil menyeretnya dengan kasar
" Esther... " Suara dari olive yg sangat khawatir
" Lepasss! "
Mulutnya pun mendekat kekuping Esther. Berbisik dengan mata melotot
" Kalian besok akan mati! Heh "
Eakhh!!! .geram Esther. Dorongan yg tak kena sama sekali dilakukan
Ketua makin geram balik padanya , tangannya mengerat di rambut sehingga gadis itu hanya bisa menahan dengan mata yg memerah
Duk!Pranggggg!!!!!! Hantupan kepala mengenai lemari kaca membuat kaca tersebut terhambur pecah beserta darah yg keluar dari kepalanya
" Shttttt!!!!!! Hiks... "
" Ingat sekali lagi!!! kau seorang BUDAK!!! " Camkan ketua.
"Hiks......" Tangisan kecil Esther terdengar karena dirinya kesakitan. Kepalanya mulai bereaksi pusing.
Penjaga mulai melakukan tugasnya lagi membawa Esther pergi dari sana
" Gue yg akan bunuh lo camkan itu.... " Suara Esther yg nyaring memperingati ketua semakin jauh menjauh karena diseret penjaga keluar dari sana
******
__ADS_1
Kurungan.
Bag! Akhh... Terdorong dengan kasar.
"Sabiskan masa hidupmu disini hahahha "
" Lo yg bakal mati disini! " Balas dengan tekanan
Penjaga keluar dengan sombong menghina , meninggalkan Esther seorang.
Keadaan menakutkan dikelilingin oleh benda yg berantakan juga selnya besi kuat tebal membuat semuanya seperti penjara tahanan.
" Hiks hiks hiks... Dasar tak berguna kau Esther!!! "
Suara tangisan memenuhi ruangan, biarpun suara itu nyaring tak ada orang yg mendengarnya karena tempat itu berada di bawah tanah gelap gulita .
" Hiks hiks... Tangisan itu tak henti henti sampai ia tertidur bersimbuh air mata di pipi.
*********
Dua jam kemudian
seseorang datang. Puk! Puk ! Lemparan batu kecil ke arah gadis yg tertidur hingga membangunkan dirinya
" Ha Olive!! " Kaget.
Olive tersenyum. Takut khawatir ada dibenak Esther karena jika saja ketahuan oleh penjaga maka sahabtnya kena imbasnya.
" Mmmending Lo pergi " Suruh Esther.
" Tenang penjaga udah tidur kok"
Huh... Esther Mengelah nafas dengan tenang.
Sambil duduk di pinggir penghalang besi olive melirik lirik dengan intens apakah sahabat nya merasa sakit pada kepalanya yg terluka
" Gue gak papa kok " dia yg mengetahui
" Gggue benar benar khawatir "
Betapa baik sahabatnya itu membuat Esther begitu menyayangi , walau dia sering sekali tak perduli dan acuh terhadap sahabatnya.
" Kenapa sih lo mau aja temenan sama gue?
Mereka semua juga tau bahwa gue ini emang punya gangguan mental liv ??? " .Tanya Esther penuh keingintahuan.
dirinya tau bahwa ia memang memiliki gangguan mental dan perkataan semua orang memang benar tidak salah .
Sulit banginya dipahami juga dimengerti orang lain sehingga mereka selalu menjauhi dan mengganggu.
" Dengar! Bagi gue Lo sahabat satu satunya sejak kita kecil! sam....pai kapanpun .
lantur olive penuh nada indah.
Dirinya yg mendengar pun tertawa salting
dengan lanturan itu.
...Note : Mengenali akan lebih mengetahui~ ...
...Ig : @rfhlvx.ra...
__ADS_1