Mafia In Madness

Mafia In Madness
Party Pembunuh Manusia


__ADS_3

Semua pria mulai kesana kemari dengan senjata


Dorrrr!!!!!! Tembakan mengarah pada olive, tetapi Esther mengetahui sehingga ia menundukkan kepala olive ke bawah , keduanya jatuh tersandung hingga meninggalkan cap biru keunguan di lutut


" Heuhhah... Heuhhah..." Napas mereka tak beraturan lagi rasa takut tak hilang hilang , rasa gemetar semakin menggentarkan , tubuh terasa mengeluarkan keringat es bercampur lava


" Kemana kalian heh !! "


Esther menyemangati dirinya bahwa ia tak ingin mati seperti ini juga tak ingin hidup di neraka. Perasaan itu berubah menjadi banteng yg ingin menanduk kain merah , ia mulai bangkit sambil menarik olive


Hiks hiks....


" Esther apa kita akan ma - "


Jari telunjuk Esther memberhentikan kalimat yg tak ingin ia dengar dan langsung manarik tangan olive berlari lebih jauh lagi dari sana


Dor!!


Dor!!


" Akhh aku tak beruntung kali ini " umpat pria itu.


Keadaan kacau sepuluh pria kejam itu mulai berpencar mencari dengan senangnya seperti party night yg menghebohkan sambil berseru dengan canda dan tawa dari mereka akan tetapi laun suara itu hanya terdengar seperti siksaan bagi semua wanita disitu


Dor!


Dor!


Dor!!


" Aaaaaaaaaaa!!!! "


Esther masih dalam pelariannya bersama olive yg dikejar salah satu pria yg tadi ingin menembak mereka.


Esther menemukan persembunyian yaitu kamar dan langsung bergegas kesana bersembunyi bersama olive sambil mengintip ngintip lewat pentelesi diatasnya yg menampakkan pria itu yg menembaki mangsanya


" Bagaimana ini lovely hiks hiks..."


" Tenang aja kita akan selamat aku jaminan "


Dar!!!


Suara yg mengagetkan itu membuat mereka berdua menengok arah kebelakang , yg ternyata itu adalah si penembak Manusia tadi tak menyangka dan tak percaya bahwa ia tiba tiba ada disana hal ini membuat mereka berdua gemetar tak karuan


" Aku lewat sana !! " menunjuk kan ada pintu disana yg tembus kamar sebelah yg tidak terkunci

__ADS_1


" Kemana lagi mau pergi heh! "


Rasa gemetar dari Esther tak membawanya pada keberhasilan ia pun berdiri dengan mata yg memerah membara di hadapan pria didepan matanya sambil membelakangi olive yg ketakutan


" Ouh jadi Lo mau mati duluan???


" heh! baiklah "


Ha! Olive yg melihat dan menyaksikan langsung terkejut


" Esther... Hiks..."


Pria itu mulai mengarahkan pistolnya ke pada Esther dan ingin melepaskan peluru , Esther tentu tak tinggal diam ia malah membawa pria itu untuk menjauh agar tak mengenai sahabatnya


" Ayo kalo beranii hahahah " tantang Esther pada pria itu tanpa rasa takut malah hanya sambil tertawa


" DASAR!!! "


Dor!!!


"Akhhhhhhh"


saat pria itu melepaskan pelurunya olive terkejut hingga berteriak , nyatanya peluru itu meleset menuju arah Esther


Pria itu kesal dan ia bertindak mulai ganas. mendekati Esther sambil menodongkan pistolnya , siap dan teliti harus Esther lakukan , saat ini matanya terus menuju arah gerakan dari tangan pria itu


Dor!!


Sett~


Bugh!!!!.... "Akhhhh"


Peluru yg dilepaskan bisa Esther lewati dan langsung menendang tangan pria itu sampai pistolnya terjatuh kebawah , dirinya mengambil kesempatan lagi dan memukul lawan bagian kepala hingga perutnya dengan beruntal


Bugh!! Bugh bughhhhh .. ugh!


Si pria itu kewalahan ditendang tanpa ampun, saat sekali kali ia memberontak ,semua itu bisa Esther skip dengan keras membuat Esther tak berhenti henti menendang


Esther jatuh ke titik dimana ia sangat sangat muak dengan musuh didepannya hingga ingin menghabisinya , keinginan pun mulai di laksanakan,, tangannya mulai mengarah pada leher juga memulai aksinya mencekik leher lawan dengan kuat


" Akkkkk Akh... Akh.." dengan keringatnya yg terus berjatuhan saat mencekik leher mangsa nya


" Lo!! harus mati! " tatapnya yg sangat seram sambil mengancam .


" Ttt tidak a.. akan "

__ADS_1


Tangannya semakin mengerat sampai membuat pernapasan sesak , tentu pria itu memegang tangan Esther dengan keras juga karena menahan sakitnya , Esther tak punya waktu dan langsung mengambil pisau yg ada di celana lawannya


Tsuk!


Tsuk!


Tsuk!! Ak.. akhh !!!


Tusukan mengarah pada leher hingga mangsa hanya dapat merasakan juga berteriak kesakitan, saat lehernya terus mengeluarkan darah akibat Tusukan pisau yg Esther lakukan.


Ugh!


Heuhh!! Hehhhh !!...nafas Esther tak karuan saat melihat pria itu tak berdaya penuh darah, kesadarannya sebagai manusia mulai terisi


" Hiks hiks Esther... "


" Heuhh!! ... Lupakan itu! olive ayo kita pergi "


Penyesalan maupun rasa takutnya membunuh orang tak ada lagi. Esther langsung mengambil dua pistol milik mangsanya dan membawa olive pergi dari kamar dengan berhati hati sambil dada mereka yg berdegup begitu kencang.


Masih ada banyak wanita tersisa yg terus menerus di tembak para pria pembunuh


Dor!! Ugh


Dor! dor! dor!


" Tolonggg.... "


Teriakan teriakan banyak terdengar ditelinga setiap orang . Seseorang wanita pun berlari mengikuti olive dan Esther yg dikejar oleh pria yg memburunya dari belakang hingga saat si pria melepaskan peluru ke arah mereka bertiga


Dor!


Refleks Esther menarik tangan olive ke samping membuat seseorang tadi tertembak mati terjatuh tak bernyawa lagi


Dor!! Ughhhh.. .


bug!


suara tembakan berasal dari pistol Esther yg sengaja menembak ke arah si pria yg baru saja menembak tadi sebagai balasan yg Esther balaskan


" Two! "


"Aku muak dengan kalian!!! "


" Tttap- "

__ADS_1


...Note : Masalah tidak akan selesai jika tidak ditamatkan~...


...Ig : @rfhlvx.ra...


__ADS_2