
Bab 7:Thailand
.......
.......
.......
Lia akan pergi kemansion milik tunangannya aryan yang ada dipattaya,thailand untuk mengenal lebih jauh aryan dan keluarganya,bersama beberapa bodyguard yang dikirim lorenzo bersamanya termasuk alana, namun awalnya alana menolak karena ia membenci kota itu.
Setelah banyak musyawarah dari Lia dan bujukan dari aryan sendiri ia akhirnya menyetujuinya tanpa membantah lagi,namun saat sudah waktunya pergi alana mengalami tremor yang sangat parah pada tangannya sebelum naik kedalam pesawat pribadi kedua saudara puttha itu.
Tidak ada yang melihatnya namun ardan memperhatikan alana yang memasukan tangannya ke dalam saku celananya namun terus saja bergetar dengan cepat.
.........
Ardan pov
Ada apa dengan wanita ini, tangannya bergetar begitu cepat, apa dia punya trauma ketinggian atau takut naik pesawat,setiap aku melirik kearahnya dia hanya terdiam sunyi dikursi belakang sambil tanganya terus gemetar tanpa henti.Bahkan setelah turun dari pesawat masih saja seperti itu
Akhirnya kami sampai dimansion kakakku yang megah ini,Mansionnya terlihat classic dengan interior yang memang dia sukai...sangat kuno.
Setelah sampai kami pergi keruang makan untuk makan malam bersama,namun wanita keras kepala itu tidak mau mendengar lia sedikitpun untuk duduk bersama bahkan kakakku sudah membujuknya namun ia sama sekali tidak mendengarkan nya juga.
Aku akhirnya harus turun tangan dengan mengatakan dia harus duduk disana sambil tersenyum padanya agar dia setidaknya mendengarkan.
"Duduklah alana...kau seperti keluarga bagi lia jadi ayo makan bersama"senyumku padanya namun ia tetap tanpa ekspresi.
"Kata-katamu tentang aku dan lia yang seperti keluarga malah membuatku mengingat harus menjaga batasanku sebagai bodyguardnya tuan ardan! " ucapnya tanpa ekspresi.
Dia mengatakan itu lalu pergi berpamitan pada kami, entah kenapa aku merasa dia memiliki rahasia yang disembunyikan dari semua orang terutama lia, gerak geriknya sejak berangkat dari spanyol ke sini begitu mencurigakan,tangannya yang selalu bergetar disegala tempat, aku ingin bertanya...namun nyaliku hilang setiap melihat wajahnya itu.
Aku akan tinggal dimansion kakakku selama mereka disini sambil menggali-gali kebenaran dari alana sendiri,perempuan keras kepala yang sudah kutunggu selama ini datang ke tempatku sendiri tanpa dipaksa sungguh hal baik.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam bersama,aku keluar untuk mencarinya namun tidak melihatnya sama sekali bahkan teman-temannya tidak tau dimana dia,sudah kucari keseluruh tempat bahkan berkali-kali mencari disatu tempat namun nihil.
setelah cukup lama mencarinya akhirnya kelihatan juga dia dimana,wanita keras kepala itu duduk dibangku belakang mansion sendirian sambil melihat langit dan terus menarik napas panjang,aku duduk disebelahnya membuatnya sedikit terkejut dengan kehadiranku.
"..."
"Sedang apa sendirian disini?"
"Main kartu!apa kau tidak lihat?!"
Wajah kesalnya saat menjawabku sungguh hal yang menyenangkan untuk dilihat.
"Aku tau ada hal yang tidak kau suka saat kesini...itu sebabnya kau ngotot tidak ingin pergi!" ucapku santai sambil terus meliriknya.
"Aku benci kota ini!!"
"kenapa?ini kota yang bagus!"
"Itu untukmu...namun tidak untukku!"
Alana hanya teridam saat aku bertanya soal traumanya,dia malah tersenyum sambil melihat kedua telapak tanganya lalu tertawa sangat keras yang menbuatku kebingungan dengan hal itu.
"Kau lahir dengan sendok emas ditanganmu dan aku lahir dengan hutang ayahku yang tidak pernah habis hingga sekarang!"
"Anehkan b*jing*n itu yang berhutang tapi aku yang suruh membayarnya!"tawa alana yang justru membuatku takut.
"Berapa hutang ayahmu?"
"Kenapa?kau mau membayarkannya lalu memintaku menjadi bodyguard mu,setelah itu menjadikanku alat membunuhmu!"
Aku teridam cukup lama sebelum membalasnya karena itu yang memang ku inginkan walaupun tidak 100 persen benar.
"Jadi wanitaku dan akan kubayar semua hutang ayahmu!"
__ADS_1
"..."
"Aku tau itu tidak mungin kau setujui...anggap saja kau tidak pernah mendengarnya keluar dari mulutku!"
"Sungguh enah pria kaya raya malah ingin menjadikan bodyguard biasa menjadi wanitanya padahal dia bahkan bisa mendapatkan anak raja?!"
Aku hanya tersenyum sambil berdiri meninggalkan alana sendirian disana tanpa mengatakan apapun padanya, saat sampai didepan pintu mansion aku mengatakan apa yang harus kukatakan padanya.
"Tunggu dan lihat saja... keangkuhanmu atau diriku yang menang!"
Aku tidak melihat ekspresi apa yang dia keluaran setelah aku mengatakan hal itu padanya.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Terimakasih sudah mampir dan memberi dukungan pada cerita author 😁...
__ADS_1
...Sampai jumpa dichapter berikutnya 👋...