
Aku berjalan melewati koridor,dua kata yaitu mewah dan clasic,seperti kastil kastil kuno di dongeng dongeng namun tiba tiba
Bruk! aku menabrak sesuatu..
Chapter 3
"Aduh,hei apa matamu buta sehingga tidak melihat kejalan!"teriakku padanya .ia hanya mentapku tajam,mata ruby merahnya itu sangat mempesona,sepertinya aku pernah melihat mata ini,tapi dimana ya?ah sudahlah aku sedang kesal dengan pemuda ini.tapi tak berapa lama ,ia seperti kaget melihatku
"Kau....
"Ah ,lupakan"ucapnya dingin lalu meninggalkanku dengan penuh tanda tanya
"Permisi"aku terlonjak kaget saat ada yang menyentuh pundakku
"Ah maaf mengagetkanmu,namaku prince kevin,senang berkenalan denganmu"ucapnya sambil menjulurkan tangannya
"Ah iya namaku princess alexia,senang bertemu denganmu"ucapku sambil menjabat tangannya
"Maaf atas perbuatan kakakku ya"
"Kakak?yang tadi itu kakakmu?"
"Bisa dibilang begitu,kami hanya beda sebulan ,namanya prince azriell"
__ADS_1
"Oh,seperti itu ceritanya"ucapku sambil mengagukkan kepala
"Sikapnya berubah sejak ia kehilangan kekasih dalam hatinya,yah kalau orang awam menyebutnya 'gebetan' atau apalah itu,itu membuatnya menjadi terpuruk dan sikapnya menjadi dingin dan tertutup"
"Maaf aku tak bermaksud..
"Tak apa,dan namanya mirip sekali denganmu,namanya princess alexa"
"Wah kebetulan sekali ya"
"Iya,makanya ia sedikit kaget ketika melihatmu"
"Oh jadi itu alasannya,ngomong ngomong prince,kapan kita akan audisi?"
"Oh iya jangan memanggilku princess,panggil alexia saja"
"Ok!panggil aku kevin saja ya"
"Kita berteman?"
"Tentu"
Jari kami berdua saling berkaitan,kevin,ia adalah teman pertamaku di academy.
Aku berjalan ke arah kamarku,karena jaraknya cukup jauh dari gedung kepala sekolah jadi kevin mengantarku ke gedung asrama,walaupun aku bisa sendiri sih,tapi ia terus memaksa,jadi aku hanya pasrah diantar olehnya,sungguh aku tak suka menyulitkan orang lain.aku melihat kearah kunci,di kunci itu terdapat tulisan 203 yang menandakan nomor kamarku.
__ADS_1
201...
Bukan
202...
Bukan
Ah ini dia nomor 203
Kriet..
Aku membuka pintu kamar,tidak ada orang hanya ada 3 tempat tidur,3 meja belajar, 3 lemari baju dan 3 lemari buku,di 2 lemari buku lainnya hanya ada sedikit buku tebal,sedangkan lemari lain ,dipenuhi dengan buku,dan lemari itu milikku,bisa dilihat karena sudah tertera namaku disitu.aku memandangi kamar megah itu,besarnya seukuran kamarku tapi 3× sedikit lebih besar,cat berwarna krem,dengan lampu gantung emas sangat indah dan kontras juga menambahkan kesan elegan,aku meniduri kasurku,aku sangat malas untuk latihan audisi,karena mau apa lagi yang pelajari.tempat tidur ini sangat nyaman,walaupun lebih nyaman tempat tidurku sih.
Brak!
ada seseorang yang membuka pintu kamarku.
-teruslah mencari teman tapi ingat!di dalam beras pasti ada batu kerikil yang berarti jangan sembarang bergaul dan tetap memilih teman yang baik-
Hai,siapa ya kira kira yang membuka pintu kamar?penasaran ?jangan lupa klik tombol favorite dan tulis komentarmu di kolom komentar sebagai bentuk dukunganmu kepada author,sampai jumpa.
__ADS_1