
Zoya berlari keluar dan sampai di hutan yang tidak terlalu jauh dari rumah nya, dia melihat sekumpulan bunga tulip yang tumbuh subur "wahhh cantik banget bunga nya." Zoy memetik satu tangkai bunga tulip dan mulai berjalan ke dalam hutan.
ia penasaran ada apa saja di sana kemudian sampai lah dia dikolam kecil yang di tumbuhi bunga teratai dia duduk di tepi kolam itu sambil memandang nya menikmati hembusan angin yang lembut dan udara yang sejuk, tiba tiba krekk terdengar suara ranting yang patah membuat zoya kaget dan bangkit dari duduk nya.
"Siapa itu?."Tanya zoya sambil melihat sekeliling hutan "Bummm!! Kaget yah hahaha apa yang kamu lakukan di sini? zoya wilsen." Ucap anak laki laki itu tepat di belakang zoya,zoya yang mendengar nama nya di sebut berbalik dia mengerutkan kening tidak suka, dia tidak kenal dengan anak laki laki yang berada di depan nya ini, dari mana dia tau nama nya "Siapa nama mu?." zoya bertanya sambil menjaga jarak "Tidak sopan saat orang lain menanyakan sesuatu dan orang itu balik bertanya baiklah namaku ren ." "Salam kenal ren dari mana kamu tau nama ku." "Ck ck ck siapa yang tidak kenal dengan putri tunggal keluarga wilsen seorang anak yang memiliki tanda lahir kupu kupu di lengan kiri."
__ADS_1
Zoya memutar bola malas dan kembali duduk di tepi kolam ren juga langsung duduk di samping zoya "zoya apa kau punya masalah?." "kenapa kau memberi pertanyaan itu." " aku sering kesini jika mempunyai masalah, untuk menenangkan diri." "Ada, tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan nya aku hanya senang di dunia ku sendiri membayang kan hal hal yang mereka anggap konyol ." "Itu ada."
"Ada?apa maksud mu." "Dunia yang setiap kali kau hayal kan itu ada." "Sungguh ada ? itu sungguh ada apa maksudny?." zoya kaget dan menoleh ke arah ren namun ren menghilang tidak ingin memikirkan hal yang lain zoya langsung bangkit kemudian pergi ke rumah dia masuk dan langsung bergegas membersihkan diri.
Saat malam tiba ibu zoya bercerita kepada ayah zoya di dalam kamar dengan mengunci pintu agar zoya tidak mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan "apa yang harus kita lakukan apa kita harus memasukan dia kesekolah itu?bukan kah kau sudah berjanji tidak terlibat dengan dunia itu?."ucap ibu Zoya sambil Mondar mandir dan memegang tangan nya dengan cemas.
__ADS_1
"tapi tempat aku bekerja di dunia itu dan kita juga tidak bisa memutuskan hubungan darah begitu saja untuk memutuskan generasi penerus keluarga kita, di dalam darah kita terdapat hal yang spesial begitu juga dengan anak kita, kita masukan saja dia di sekolah itu lagipula itu memang tempat seharus nya dia bersekolah, dia harus menjadi anak yang kuat, kita tidak bisa selamanya melindungi nya percayalah anna itu tempat yang aman bagi nya " pak wilsen langsung memeluk istrinya untuk menenangkan nya percakapan itu pun berhenti sampai di situ, saat pak wilsen menjelaskan kepada istri nya
Aneh bukan?siapa keluarga wilsen ini sebenarnya dan apa yang di maksud dengan dunia itu?
Keesokan pagi nya di sebuah meja makan keluarga wilsen sedang sarapan bersama "Ehemm" zoya menoleh kepada ayah nya "kenapa ayah?." "Zoya hari ini ayah akan menemani mu untuk membeli keperluan bersekolah karena kamu sudah ayah keluarkan dari sekolah lama mu ." "Apa kita akan ke toko baju dan peralatan sekolah di pusat kota untuk membeli nya?". Ayah zoya hanya diam dan menoleh ke istri nya untuk memberikan penjelasan kepada zoya ibu zoya pun menoleh ke arah zoya "tidak sayang, kamu cepat habiskan sarapan mu dan bersiap".
__ADS_1