Magic Worlds

Magic Worlds
SERAGAM


__ADS_3

Sekarang  seluruh keluarga  wilsen berada di depan pintu rumah, zoya dan ayah nya mulai  masuk mobil sedangkan  ibunya berdiri di luar sambil melambaikan tangan ayah zoya mulai menyalakan mobil nya,  kini mereka mulai sampai  di kota namun zoya heran karena ayah nya berhenti di pinggir jalan yang sepi.


kini  mereka sampai di gang sempit, ayah zoya memegang tangan  zoya dan menembus dinding itu  zoya kaget karna tempat itu sangat ramai namun pakaian nya terlihat aneh   ayah zoya membawa zoya ke toko pakaian, dia dan ayah nya di sambut hangat oleh pemilik toko "hai hai lihat siapa yang datang ini hahaha  terakhir  kali kamu kesini masih sangat kecil pak wilsen." Pria pemilik toko itu berbicara sambil  tertawa.


di badan nya terdapat alat ukur  juga pensil dan gunting di saku pakaian nya, ia memakai kaca mata karna usia nya  bisa di bilang cukup untuk pensiun "Ternyata  kamu masih  ingat pada ku pak, aku disini ingin mengantar putri ku untuk membeli seragam nya, nama nya zoya ." ucap pak wilsen memperkenalkan putrinya

__ADS_1


"Ohhh zoya wilsen kecil baiklah mari kulihat." Zoya nampak bingung namun ia juga merasa senang  karena tempat ini menurut nya sangat fantastis sementara pemilik toko mengukur  badan nya zoya memperhatikan tempat itu.


dia melihat seragam  di mana ada lambang burung Phoenix  di dada  kirinya seragam  itu memiliki  rompi yang menyatu dengan topi,  bagian kerah rompi nya tampak lebar dan tidak menutupi dasi nya sehingga warna merah seragam itu tampak terlihat rompinya tanpa lengan hanya menutupi bagian dada dan bagian belakang dada , dasi nya berbentuk pita  bagian tengah dasi terdapat simbol burung Phoenix baju  dalamnya berwarna putih lengan panjang, bagian pergelangan lengan nya tampak lebar dan terdapat tali pita berwarna merah, rok nya  tampak mengembang dan panjang nya hanya selutut seragam ini di dominasi oleh warna merah  untuk bagian dalam jubah dan  warna hitam untuk bagian luar jubah serta warna gold  untuk bagian ujung rompi dan rok nampak elegan.


dia bertemu  dengan seorang anak perempuan "hello, kamu cari kucing juga yah?." Anak perempuan itu menoleh ke arah  zoya, anak itu memiliki rambut berwarna hitam lurus dan juga panjang "iyah,emm perkenalkan nama aku vivi velden." Mengulur kan tangan "aku zoya wilsen." vivi terkejut  mendengar marga zoya "Kau, Kau dari keluarga wilsen?! Aaaa apakah aku bermimpi bertemu dengan anak dari penyihir terkenal." "Penyihir?."zoya terkejut dan juga heran dia masih mencerna apa yang di katakan oleh teman baru nya ini penyihir?penyihir apanya? batin zoya terus bertanya tanya.

__ADS_1


"Aku buka...." belum sempat zoya menjawab  


tiba tiba ayah zoya memanggil zoya, zoya bergegas memilih kucing yang ada dan berpamitan kepada teman  baru nya itu  dia memilih kucing berwarna putih abu-abu   kini semua nya sudah lengkap pak wilsen  dan putri nya pun pulang di tengah perjalanan zoya bertanya kepada ayah nya.


"Ayah,apa aku penyihir?." "Iyah." ".lalu apa semua orang penyihir?apa setiap orang yang lewat penyihir?." "Zoya dengar, tidak semua orang itu penyihir  di dunia ini bukan hanya penyihir tapi juga ada manusia  dan peri bahkan yang lain kita hidup berdampingan  namun tidak menunjukan antara satu dengan yang lain nya." Zoya mengangguk paham kemudian  melihat ke arah depan memperhatikan  jalan, mereka mulai  memasuki terowongan yang gelap  di tengah hutan  dan terlihat jalan di ujung terowongan yang menuju  ke rumah saat sudah melewati  terowongan, terowongan  itu pun menghilang zoya heran mereka bahkan berjalan  tidak sampai 5 menit namun sudah sampai apa mereka melakukan teleportasi?.

__ADS_1


__ADS_2