
Sekarang seluruh keluarga wilsen berada di depan pintu rumah, zoya dan ayah nya mulai masuk mobil sedangkan ibunya berdiri di luar sambil melambaikan tangan ayah zoya mulai menyalakan mobil nya, kini mereka mulai sampai di kota namun zoya heran karena ayah nya berhenti di pinggir jalan yang sepi.
kini mereka sampai di gang sempit, ayah zoya memegang tangan zoya dan menembus dinding itu zoya kaget karna tempat itu sangat ramai namun pakaian nya terlihat aneh ayah zoya membawa zoya ke toko pakaian, dia dan ayah nya di sambut hangat oleh pemilik toko "hai hai lihat siapa yang datang ini hahaha terakhir kali kamu kesini masih sangat kecil pak wilsen." Pria pemilik toko itu berbicara sambil tertawa.
di badan nya terdapat alat ukur juga pensil dan gunting di saku pakaian nya, ia memakai kaca mata karna usia nya bisa di bilang cukup untuk pensiun "Ternyata kamu masih ingat pada ku pak, aku disini ingin mengantar putri ku untuk membeli seragam nya, nama nya zoya ." ucap pak wilsen memperkenalkan putrinya
__ADS_1
"Ohhh zoya wilsen kecil baiklah mari kulihat." Zoya nampak bingung namun ia juga merasa senang karena tempat ini menurut nya sangat fantastis sementara pemilik toko mengukur badan nya zoya memperhatikan tempat itu.
dia melihat seragam di mana ada lambang burung Phoenix di dada kirinya seragam itu memiliki rompi yang menyatu dengan topi, bagian kerah rompi nya tampak lebar dan tidak menutupi dasi nya sehingga warna merah seragam itu tampak terlihat rompinya tanpa lengan hanya menutupi bagian dada dan bagian belakang dada , dasi nya berbentuk pita bagian tengah dasi terdapat simbol burung Phoenix baju dalamnya berwarna putih lengan panjang, bagian pergelangan lengan nya tampak lebar dan terdapat tali pita berwarna merah, rok nya tampak mengembang dan panjang nya hanya selutut seragam ini di dominasi oleh warna merah untuk bagian dalam jubah dan warna hitam untuk bagian luar jubah serta warna gold untuk bagian ujung rompi dan rok nampak elegan.
dia bertemu dengan seorang anak perempuan "hello, kamu cari kucing juga yah?." Anak perempuan itu menoleh ke arah zoya, anak itu memiliki rambut berwarna hitam lurus dan juga panjang "iyah,emm perkenalkan nama aku vivi velden." Mengulur kan tangan "aku zoya wilsen." vivi terkejut mendengar marga zoya "Kau, Kau dari keluarga wilsen?! Aaaa apakah aku bermimpi bertemu dengan anak dari penyihir terkenal." "Penyihir?."zoya terkejut dan juga heran dia masih mencerna apa yang di katakan oleh teman baru nya ini penyihir?penyihir apanya? batin zoya terus bertanya tanya.
__ADS_1
"Aku buka...." belum sempat zoya menjawab
tiba tiba ayah zoya memanggil zoya, zoya bergegas memilih kucing yang ada dan berpamitan kepada teman baru nya itu dia memilih kucing berwarna putih abu-abu kini semua nya sudah lengkap pak wilsen dan putri nya pun pulang di tengah perjalanan zoya bertanya kepada ayah nya.
"Ayah,apa aku penyihir?." "Iyah." ".lalu apa semua orang penyihir?apa setiap orang yang lewat penyihir?." "Zoya dengar, tidak semua orang itu penyihir di dunia ini bukan hanya penyihir tapi juga ada manusia dan peri bahkan yang lain kita hidup berdampingan namun tidak menunjukan antara satu dengan yang lain nya." Zoya mengangguk paham kemudian melihat ke arah depan memperhatikan jalan, mereka mulai memasuki terowongan yang gelap di tengah hutan dan terlihat jalan di ujung terowongan yang menuju ke rumah saat sudah melewati terowongan, terowongan itu pun menghilang zoya heran mereka bahkan berjalan tidak sampai 5 menit namun sudah sampai apa mereka melakukan teleportasi?.
__ADS_1