
Mata Yuta terus saja memperhatikan murid muridnya yang ribut seperti pasar senen.
"diam woy!! kalian kagak ngehormatin pak Yuta apa.lo lagi Luna paling besar suara lo"ucap Selly seketaris kelas.
jadi Luna itu kelas 11Ips4 yang dimana dalamnya titisan Dakjal,tapi asyik kok.
"iya iya gue diam padahal yang ngomong bukan gue aja"celoteh Luna.
"jika kalian tidak bisa diam saya tidak akan melanjutkan pelajarannya"ucap Yuta yang tiba tiba berdiri dan buat satu kelas hening cipta.
"pak Yuta kalau marah ada ganteng gantengnya ya guys"gumam Luna yang duduk di tengah tengah antara Vio sama Lena.
"dih mending kita belajar saja sama pak Kyungso,walaupun beliau diam aja dan gak banyak ngomong.gue kagak takut"sambung Viollet.
"nah iya gue juga rada takut sama nih orang"tambah Lena.
GUDBRAK!!satu buku sejarah yang tebalnya kira kira 500lebih halaman di hempaskan begitu aja sama pak Yuta menandakan dia lagi marah.
"itu yang dibelakang tengah masih mau ngomong lagi kalau mau silahkan keluar"Mata Tajamnya Yuta lihatin Luna dan jari telunjuknya juga Nunjuk Luna otomatis dia lagi marahin Luna.
Luna nunduk lihatin mejanya,ya dikira Vio sama Lena dia mau nangis nyatanya.
"tambah gantenk meng"gumam Luna sambil nahan Ketawa tapi bisa didengar mereka berdua.
__ADS_1
Otomatis juga Vio sama Lena ngelihatin Luna bingung,apa salah minum obat kali ya.
"oke semuanya sudah diam,sebelumnya dimulai saya akan mengabsen diri kalian masing masing"Yuta langsung duduk di kursi guru sambil buka buku absen dan ngelihat satu satu nama murid muridnya.
2 menit berlalu,saat pak Yuta mau manggil nama Luna dia berhenti lalu ngecek daftar nilai sama hadirnya Luna.
"Aluna Dewangga yang mana?"Tanya pak Yuta.
"hadir pak"jawab Luna sambil mengangkat tangan kanannya.
Mata Yuta bolak balik ngelihat Luna sama absen namanya"seriously ini nama kamu ALUNA DEWANGGA?"
"iya pak"jawab Luna santuy
"ngapain mesti malu"
Satu kelas natap Luna ada yang tatapan takut ada juga yang tatapan sinis,biasanya Renjun yang tukang ngegas pun takut kalau Luna udah ngomong begitu.
"lo pada kenapa natap gue sinis?"ucap Luna sambil menaikan satu alisnya.
"Aluna saya dengar dari guru gur di kantor kamu itu nakal,kamu berantem sama kakak kelas kamu sampai dia kritis"ucap Yuta.
"yah kan dia juga salah pak"
__ADS_1
"tapi kamu.."
belum aja Yuta selesai ngomong Aluna Raja dari segala gala raja memotong perkataannya.
"pak Yuta mending lanjut aja ya ngabsenya,jangan dengerin saya,bisa bisa cinta sama bapak"
Yuta ngelanjutin ngabsenya,ya kalau Luna tentu aja tidur dengan melipatkan kedua tangannya sebagai bantalan kepalanya.
"oke buka buku paket kalian halaman 143 kerjakan saya tunggu satu les"
Yuta ngatain itu sambil lihat Luna yang tidur sedangkan dua kawanya ngerjain tugas yang di berikannya.
Dia buka laci meja guru yang masih nyimpan beberapa kapur,walaupun papan tulisnya udah WHITE BOARD tapi kapur itu masih di perlukan.
"duuh siapa yang ngelemparin gue! ganggu aja!"Sebenarnya ya Luna itu bukan tidur dia cuma taruh kepala aja sambil lihatin pemandangan dari jendela.
Cuma karena Yuta di depan jadi ngiranya lagi tidur."I did what you gonna to about this"gini bukan sih yang di tik tok.
"untuk Kamu Aluna Dewangga kamu Print halaman 145 sampai 148 besok saya tagih"perintah Yuta yang tiba tiba aja buat mata Luna langsung ngejreng kayak Eyeshadownya ******sensor aja nanti aing di bully takut:(
"pak kok banyak?"
Bukanya Ngejawab pertanyaannya Luna Yuta malah duduk sambil baca buku"Tere li ye"canda deng buku rahasia seperti resep formula Kraby petty.
__ADS_1