
episode 3 :dijual
tatapan setajam elang meliihat budak yuan.
ini membuatnya semakin gugup, apa yang sebenarnya diinginkan pria ini?
suara menggema terdengar ditelinga budak yuan
"apakah kamu budak disini?"tanya pria perubaya itu dengan mendominasi.
"i..iya"jawab budak yuan dengna gugup.
"ada perihal apa anda datang kesini?"sebuah suara datang dari belakang budak yuan.
"saya hanya membawakan informasi untukmu, pembangkitan kekuatan elemen generasi muda akan diadakan 3 hari kedepan, putrimu yang sudah berumur 14 tahun sebaiknya kamu membawanya kesana pada saat pembangkitan elemen,jangan katakn kepadaku kamu akan memanjakan putrimu sampai dia menjadi dewasa?"tanya pria paprubaya itu dengan nada bercanda.
"kamu tahu situasinya, apakah kamu sengaja?"tanya yuan bao dengan tidak senang.
"hahaha, yuan bao liat dirimu kamu sudah semakin tua dan mudah terbawa suasana"kata pria parubaya itu.
"saya hanya mengingatkan kepadamu bahwa orang yang tidak memiliki kultivasi akan dibuang dari sini"ucap pria parubaya itu.
"oh ya aku lupa memberitahumu bahwa semua orang termasuk budak juga harus memiliki kultivasi untuk dapat tetap menjadi budak diwilayah ini"dengan senyum licik diwajahnya.
"kamu sengaja melakukan ini untuk mempersulitku"kata yuan bao dengan tidak senang.
budak yuan sebgai budak dari keluarga yuan tidak memiliki kultivasi.
__ADS_1
"baiklah apa maumu?"tanya yuan bao kepada pria parubaya itu.
sementara itu sebelah yuan bao berdiri budah yuan dari tadi diam tak berbicara.
budak yuan sedang berusaha mencerna apa yang diucapkan mereka berdua, pembangkitan elemen? dibuang? tunggu, aku sebagai budakkan? dan aku juga tidak memiliki kultivasi apa aku akan dibuang ? budak yuan yang dari tadi terdiam tiba tiba menyadari apa yang sebenarnya dibicarakan mereka berdua, budak yuan keluar dari lamunannya.
"baiklah jika itu maumu, aku hanya akan memberikanmu 10% saja tidak lebih"kata yuan bao dengan terpaksa.
"kamu tahu? saya akan mengambil 20% biasanya tapi spesial untukmu saya memberikan diskon"kata pria parubaya itu dengan senang.
"jika bukan karena kamu bagaimana aku akan menjualnya, meskipun dia tidak berguna tapi setidaknya ada yang membersihkan rumah"kata yuan bao.
budak yuan yang mendengar terdiam, apa? aku... aku akan dijual? budak yuan yang kebinungan menatap mereka berdua.
"saya akan menjemputnya besok, persiapkan dirinya'kata pria parubaya itu.
"karena sudah tidak ada hal yang perlu dibicarakan saya akan pamit pergi" kata pria parubaya itu.
budak yaun yang diam tidak bisa mengerti situasi dengan cepat, dan terdiam seperti orang bodoh.
\~\~\~
suara ketukan pintu terdengar diluar rumah.
tak berselang lama yuan bao membuka pintu dan didepan pintu berdiri seorang pria parubaya.
tanpa berbasa basi pria parubaya itu mengambil budak yuan dan berpamitan pergi.
__ADS_1
budak yuan yang tidak memiliki kultivasi tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa mengikuti alur yang nenantinya.
sepanjang perjalanan ia melihat rumah dan toko yang berjejer dengan rapi, banyak manusia yang berlalu lalang disana.
ini juga pertama kalinya baginya untuk meliha tdunia luar yang dulu kebanyakan hanay berada dirumah.
setelah 30 menit berjalan akhirnya pria parubaya itu berhenti.
yuan bao yang dibawa oleh pria parubaya itu merasakan bahwa sudah tidak bergerak lagi
apakah sudah sampai? pikir budak yuan sambil menoleh kebelakang.
budak yuan sangat terkejut karena ia melihat tembok koa yang sangat tinggi sekitaran 60 meter dengan memiliki penjagaan yang sangat ketat, ditengahnya terdapat sebuah gerbang kota dengan ukuran 20 meter, gerbang yang sangat besar dan mendominasi.
disamping pria parubaya itu teredapat sebuah kereta kuda yang akan digunakan untuk menghantarkan budka yuan kepada majikannya yang baru.
seorang pria sedang duduk didepan kereta, setelah dia melihat pria parubaya itu ia dengan cepat turun dan menyambut pria parubaya itu dengan hormat.
"aku membawakan 1 budak lagi, kirimkan saja 1 tempat"kata pria parubaya itu sambil menyerahkan budka yuan kepada pria itu.
setelah perbincangan singkat pria parubaya meningalkan budak yuan dengan pria itu dan pergi.
pria itu memasukan budak yuan ke dalam kereta itu.
ia menaiki kuda dan mulai menjalankan keretanya.
kereta itu mendekati gerbang kota, pria itu mengeluarkan sebuah lecana pelat giok yang diukir dengan bentuk yang aneh.
__ADS_1
pria itu menyerahkan pelat itu kepada penjaga dan penjaga membukakan gerbang untuk pria itu.
pria itu mengambil pelat gioknya dan bergerak pergi.