
EPISODE 6 : Keluarga macan tutul api
Kereta yang awalnya berjalan tiba tiba berhenti.
Zhi heng dan jiao jiao yang sedang berbicara dengan riang terdiam sesaat.
Tak lama setelah itu masuklah seorang pria berumur sekitaran 30 tahunan,tinggi sekitaran 1,9 m ,memiliki cambuk ditangan kanannya.
setelah jiao jiao melihat orang itu langsung terdiam dan muncul ketakutan diwajahnya.
"hei kamu budak perempuan disana kenapa sangat berisik disini? apakah karena bocah budak itu?"tanya pria itu.
sebelum jiao jiao bisa menjawab lao weng menyela.
"tidak tuanku,kami merasa aneh bocah budak 6 tahun ini masih sangat kecil.kerja pun tidak bisa bahkan tidak memiliki kutivasi bagaimana dapat memerkerjakan budak sampah ini?"hina lao weng kepada zhi heng.
"apa yang kamu tanyakan? Budak macam kamu punya kemampuan untuk menentukan? Ini adalah keinginan tuan untuk membeli budak sialan itu.jadi jangan banyak tanya dasar budak sampah!"kata pria itu sambil menghempas hempaskan cambuknya.
"i..i..iya tuakku"kata lao weng dengan wajah kusam.
"sudah jangan berisik menggangu saja,jika aku dengar kalian berisik lagi aku akan memotong lidahmu!"kata pria itu dan berjalan keluar kereta.
"huh! Ingat jiao jiao aku telah menyelamatkanmu, kamu harus membalas budi kepadaku!"kata lao weng.
"siapa yang butuh bantuanmu?"tanya jiao jiao dengan dingin.
"oh! jika begitu lupakan saja, jangan mengharapkan bantuanku dimasa depan" ancam lao weng.
"terserah kamu"kata jiao jioa sambil berjalan ke arah zhi heng.
"apa kamu baik baik saja bocah?, gara gara kamu kita hampir saja akan mati"marah jiao jiao kepada zhi heng.
"tapi kak,kamu yang pertama memulainya"kata zhi heng dengan polos dan tidak mengetauhi apa salahnya.
"oh! kamu sudah tidak butuh aku ya,baiklah jangan panggil aku kakak lagi dimasa depan" kata jiao jiao dengan marah.
"baiklah kak aku salah" kata zhi heng dengan tidak berdaya
"masih berakting didepanku? jika berakting lebih lama lagi aku benar benar akan memakanmu!" kata jiao jiao dengan marah.
"ah! baik baik kak"jawab zhi heng dengan mengangguk.
~~
7 hari berlalu dalama sekejap mata. Tak lama setelah itu kereta itu berhenti yang menandakan sudah sampai ditujuan.
Dapat dilihat kota ini sangatlah luas, dilindungi oleh dinding yang menjulang tinggi 40 m, dan 4 gerbang disetiap utara, selatan, barat, dan timur.
Kereta budak berhenti didepan gerbang dengan tinggi 20m, pria yang membawa kereta mengeluarkan plat dan memberikannya kepada penjaga. setelah melihat plat yang diberikan penjaga yang melihat plat itu memberikan isyarat kepada penjaga lainnya. Gerbang dibuka!
__ADS_1
Penjaga yang mengambil plat itu mengembalikannya kepada pria itu dan mempersilahkannya masuk.
setelah memasuki kota banyak sekali orang orang berlalu lalang. Tetapi setelah kereta berjalan di alun alun semua orang memandang kereta.
ada tatapan bingung, kasihan, dan menghinna dari orang yang berlalu lalang.
zhi heng bingung memandang jiao jiao bertanya"ada apa denga ekspresi mereka?"
"kita sebagai budak adalah makhluk rendahan oleh karena itu pasti ada orang yang menghinna kita para budak. Kita sama seperti hewan hewan yang diperjual belikan. Ada juga orang yang merasa kasihan dengan kita para budak, tetapi mereka tidak dapat melalukan apa apa. Ini adalah hukum dunia. Yang kuat menindas yang lemah, yang lemah tidak dapat melakukan apa apa kepada yang kuat. Lalu ekspresi bingung mungkin melihat budak anak kecil, hahaha" jelas jiao jiao.
“jangan mempermainkan aku” kata zhi heng dengan membuang muka.
“bukan begitu?” sangat jarang anak kecil sepertimu dijual karena bagi mereka, mereka membutuhkan kekuatan yang kuat, kamu juga tidak memiliki kultivasi” kata jiao jiao.
“kamu selalu menegaskan aku tidak memiliki kultivasi, aku sangat tidak senang!” kata zhi heng.
“tidak aku tidak melakukannya” kata jiao jiao dengan senyum diwajahnya.
“oh benar kak apakah kamu tahu bagaimana membangkitkan kultivasiku?”tanay zhi heng.
“lebih tepatnya membangkitkan elemen, jika kamu membangkitkan elemen yang ada ditubuhmu kamu akan secara otomatis memiliki kultivasi” jelas jiao jiao.
“kalau begitu bagaimana aku bisa membangkitkan elemen?” tanya zhi heng.
Zhi heng sangat berharap memiliki kultivasi! Dia harus memulai langkahnya dengan memiliki kultivasi lebih dahulu jika dia tetap seperti ini tanpa kultivasi dia tidak bisa melawan siapapun dan selamannya akan menjadi budak pikir zhi heng.
“kita harus melalui seperti upacara pembangkitan elemen, tapi jika menjadi budak kita tidak akan semudah itu untuk membangkitkan kultivasi kecuali kita dibeli oleh keluarga yang kaya. Kamu berharap saja kita dibeli keluarga kata dan akan membangkitakn elemen, meskipun kamu dibantu membangkitkan elemen kamu pasti harus membalas budi kepada mereka dengan bekerja lebih keras dari budak lainnya!” jelas jiao jiao.
“jika kita dibeli keluarga kaya dan kamu memiliki keberuntungan itu!” kata jiao jiao.
“saya juga berharap agar kamu dapat membangkitakan elemen tapi..” kata jiao jiao tidak menghabiskan kata katanya.
“tapi apa?” tanya zhi heng.
“tapi jika mereka membantu membangkitkan elemen kepadamu mungkin kamu akan bekerja dari fajar sampai bulan mengerangi pada malam hari! Aku takut kamu tidak akan kuat untuk melakukannya karena kekuatanmu masih sangat lebih” kata jiao jiao tanpa daya.
“aku pasti bisa! Tenanglah kak saya akan menghadapi semuanya! Aku adalah laki laki sejati tidak takut akan kesulitan” kata zhi heng dengan tegas dan penuh semangat.
“hahaha, baiklah kalau begitu bocah. jangan sampai aku mendengar keluhanmu Ketika kamu bekerja nanti!” kata jiao jiao.
“tentu” jawab zhi heng dengan tegas.
Jiao jiao tersenyum mendengar kata kata dari zhi heng.
~
Setelah melewati keramaian keretapun berhenti.
Taklama setelah itu pintu kereta terbuka dan masuklah seorang pria parubaya berumur 40 tahunan.
__ADS_1
pria parubaya tu mengerutkan kening, tiba tiba berteriak.
"dimana pembawa kereta?"dengan suara yang keras.
Mendengar teriakan yang keras itu semua budak menunduk dan terdiam. Aura intimidasi yang kuat terpancar dari pria parubaya itu, tidak ada yang berani menatapnya!
pria yang berumur 30an memasuki kereta dengan tergesa gesa.
“disini tuanku” jawab pria itu sambal memberikan hormat kepadanya.
"apa apaan ini budak sesedikit ini? Dan siapa bocah yang berumuran sekitar 6 tahun? apa kamu bercanda? Kamu membeli bocah budak yang hanya bisa makan?" marah pria parubaya itu.
"tuanku ini adalah yang saya temukan dalam perjalanan, bocah itu sangat murah jadi aku rasa tidak rugi membelinya" jawab pria yang memegang cambuk dengan gugup
“apa yang kamu katakana? Hanya menemukan sampah sampah ini saja? Jangan berbohong kepadaku! Jelaskan semuanya! Jika tidak kamu akan mati!”kata pria parubaya itu dengan marah dan meraung keras.
“dasar sialan!” kata pria parubaya itu dengan marah.
“benar tuanku aku hanya menemukan budak budak ini yang dijual, saya menemukan budak lainnya tetapi mereka sudah dimiliki keluarga lain saya terlambat untuk membelinya. Ini adalah kesalahan saya kerena lambat tuanku, ampuni hidup ini” jelas pria 30an tahun itu dengan cepat.
“hah? Keluarga apa itu? Kamu tidak berani melawan keluarga lain? Bukankah tinggal mengatakan keluarga kita dan mereka semua akan mundur, jangan bercanda!” kata pria parubaya itu.
“keluarga beruang coklat tuanku” kata pria bercambuk itu.
Pria parubaya yang ingin memaki maki tiba tiba berhenti.
“apa yang kamu katakana? Keluarga beruang coklat? Keluarga tingkat 1? Apa yang sebenarnya mereka rencanakan sekarang, mengapa mereka mencari budak budak rendahan?” pria parubaya itu berpikir tentang informasi yang baru saja dia dapatkan.
Tak lama kemudian…
Boom!
Tekanan yang kuat keluar dari pria parubaya itu menekan pria bercambuk itu.
“jangan berbohong kepadaku, jika kamu berbohong kamu akan tahu konsekuensinya bahkan bukan hanya kamu yang akan terkena tetapi istri dan anak anakmu juga tidak akan lepas dari ini” kata pria parubaya itu.
“ampun tuanku aku berani bersumpah dengan nyawaku tentang apa yang saya katakana tadi, dan tuanku janganlah membawa anak dan istriku mereka tidak bersalah dan berhubungan dengan semua ini” kata pria bercambuk itu.
Pria bercambuk itu meminta kepada pria parubaya itu sambal berlutut kepadanya.
“yang penting informasi yang kamu sampaikan benar keluargamu akan aman!” kata pria parubaya itu.
“tetapi kamu masih akan medapatkan hukuman karena tidak mendapatkan jumlah budak yang ditetapkan, keluarga tingkat 1 tidak bisa menjadi alas an bagimu!” kata pria parubaya itu.
“ah! tuanku aku salah ampunni aku, jangan bawa hal kecil ini kepada tuan" minta pria bercambuk dengan menangis dan memeluk kaki pria parubaya itu.
"tidak saya tidak peduli saya kan tetap melaporkan ini kepada tuan" tegas pria parubaya itu.
sudah habis hidupku kata pria bercambuk didalam hatinya.
__ADS_1
terima kasih sudah membaca! Bab selanjutnya akan segera hadir!