
Rani melepaskan pelukan kepada ibunya dan berpaling kepada Danang, ia seakan meminta jawaban kenapa ia dikubur hidup hidup..
"Maafkan aku..Rani..aku panik dan juga pada waktu itu aku yakin kamu sudah meninggal begitu juga dengan kakaku kita berdua sudah yakin bahwa kamu sudah tiada..makanya pagi hari itu kita kuburkan kamu disatu tempat"
"Sekarang aku baru jelas..jadi kalianlah yang menguburkannya" tiba tiba pak Mangun berucap.
"Betul pak..kami panik tapi saya juga takut, kalau sampai kejadian itu diketahui orang dan membawa kami kepolisi..kami takut justru saya akan didakwa sebagai sipenabrak, padahal Ranilah yang menabrak mobil saya dari samping.."
"Betul sekali perkiraanku..karena setelah kalian pergi, kira kira 3 menit kemudian aku yang membongkar kuburan itu dan menemukan Rani didalam tanah..Aku pikir waktu dia bangun dan berdiri ditanah dia adalah hantu. ternyata waktu itu Rani seperti mati suri"
"Aaah!" tiba tiba Rani berteriak dan jatuh pingsan.
"Rani! Ranii!!" teriak bu Tantri melihat anaknya jatuh pingsan.
Danang dengan cepat mendekat dan memeriksa denyut nadi dan nafas Rani..semuanya bergerak normal.
"Mas..kita call ambulan secepatnya!"
Aku langsung mengontak ambulan, kita semua panik dan saling mengerubungi Rani yang tergeletak pingsan.
"Maaf..kasih udara! Jangan ditutupi biar Rani mendapatkan udara!" teriak mas Dodo. Ternyata ia seorang anggota polisi dan ia biasa menangani orang yang pingsan ketika mengawal demonstran dijalanan.
"Aku akan telpon dokter Hardi tetangga kita" ucap bu Tari dan langsung mengontak dokter tersebit. Alhamdulillah rumahnya hanya betjarak 100 meter.
●●●●
"Mas Hardi..ini bu Tari tetangga, saudara saya tiba tiba pingsan apa bisa bantu memeriksa kesini?" kata bu Tari ditelepon.
"Oh saudaranya ya..baik saya kesana..sebentar ya bu Tari segera saya kesana"
Bu Tantri dibantu Danang mengangkat tubuh Rani dan direbahkan diatas sofa panjang. Bu Ijah mengambil sebuah kipas dan mengipas ngipas untuk memberikan udara segar kepada Rani.
Tidak berapa lama dokter Hardi datang, ia membawa alat medis seadanya.
"Maaf..coba saya periksa dulu ya"
Dokter Hardi langsung memeriksa denyut jantung serta membuka mulut Rani.
__ADS_1
"Saya tidak bisa langsung diagnosa apa sakitnya, namun kalau melihat kondisi dan umurnya yang masih muda kemungkinan awal adalah kecapean, terlalu banyak pikiran atau lainnya. Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan selanjutnya" ucap dokter Hardi.
"Saya barusan call ambulan dari rumah sakit terdekat sini..katanya setengah jam akan sampai kesini" ucapku.
"Oh sudah dipanggil ya..baguslah, mungkin yang terbaik kita bawa ke rumah sakit Fatmawati, mereka lengkap peralatannya"
Dokter menarik bantal yang bu Tari letakkan dibawah kepalanya.
"Tidak usah dikasih bantal..agar supaya ia mendapatkan pernapasan yang baik..semoga ia cepat siuman" ujar dokter Hardi.
"Siapa ibunya disini?" tanya dokter Hardi.
"Saya dok..saya mamanya" bu Tantri yang sedang jongkok didekat Rani menjawab.
"Apakah ada penyakit sebelumnya atau gejala epilepsi atau lainnya dan apakah pernah ada riwayat pingsan seperti ini ?"
"Iya ada dok..kami sebetulnya tinggal diSemarang sedangkan Rani.."
"Sebentar..looh ini gadis yang tampil ditelevisi hari ini..oya saya ingat ibu juga yang bicara tentang anaknya yang hilang?" ucap dokter Hardi kaget.
"Iya betul pak dokter saya sendiri..Alhamdulillah ternyata tinggal disini dirumah ibu ini..tapi sudah semenjak beberapa hari yang lalu ia hilang ingatan..bahkan baru saja ingatannya kembali"
"Begini dok..sebenarnya, Rani mempunyai PJK. Dia keJakarta ini untuk pemeriksaan Coronernya"
"Hah PJK? Biasanya PJK hanya menyerang atau pada usia lanjut tapi memang sih ada kemungkinan juga kepada yang berusia produktip seperti anak ibu..apakah ada yang penyakit jantung koroner dikeluarga?"
"Suami saya pak dokter, ia meninggal 3 tahun yang lalu karena serangan jantung"
"Hmm.kemungkinan ini genetic ibu..baik, saya akan laporkan kepada petugas ambulan nanti"
Danang terkejut mendengar nama PJK, aku dan Danang tau jelas apa PJK atau Penyakit Jantung Koroner karena ayah kamipun meninggal karena serangan jantung. Aduh kasian sekali Rani..
●●●●
Lewat 1 jam kemudian sebuah ambulan datang dan pak dokter langsung berdialog dan diskusi dengan petugas ambulan.
Malam itu juga Rani dibawa dengan ambulan kerumah sakit Fatmawati setelah diberikan infus ditangan kanannya. Kondisi Rani masih belum siuman juga.
__ADS_1
Ibu Tantri kemudian mengikuti kendaraan ambulan dari belakang dan aku beserta Danang mengikuti dibelakangnya.
"Danang..apa boleh ibu ikut dimobilmu ke rumah sakit?" ucap bu Tari.
"Boleh buk..apa pak Mangun dan ibu ingin ikut juga?"
"Iya boleh..kita semua kerumah sakit"
"Baik..kita semua masuk 1 mobil saja" kataku.
Ahirnya iring iringan kendaraan bergerak meninggalkan rumah bu Tari.
●●●●
"Semoga Rani bisa cepat sembuh..mungkin banyak kejadian yang terjadi didirinya beberapa hari ini..dan hari ini puncaknya" kataku seakan bicara sendiri.
"Yang aku ga ngerti kenapa Rani menubruk mobilku? apakah memang dia sudah sakit dan tidak sadar kemana arah jalannya atau bagaimana ya?" ucap Danang.
"Untung saja dia tidak meninggal ketika kalian kuburkan..jadi begini saja, aku ingin memberikan satu cerita..ini aku sebutkan karena entah kenapa aku percaya kalian berdua..bahwa kalian bukan orang jahat" ucap bu Tari.
"Maksud ibuk bagaimana?" tanya Danang.
"Kalian pasti akan ditanya bu Tantri nanti bagaimana sampai kenal dengan Rani dan pastinya mereka akan tanya kepadaku juga..lebih baik kalian ceritakan apa adanya sekali lagi secara detil..semoga ibunya mengerti dan tidak akan membawa kalian kepada polisi..kita akan minta pengertian kepada ibunya bahwa semua ini betul betul suatu kecelakaan yang tidak disengaja"
"Gitu ya bu..baiklah, saya rasa juga demikian..karena kalau kita terus berbohong toh nantinya Rani akan bercerita karena sekarang keliatannya ingatannya telah kembali..akan berdampak jelek kepada kita apabila kita menutupi semuanya" ucapku.
"Yah sukurlah kalau memang begitu yang kalian inginkan..kamipun berharap demikian" ucap pak Mangun yang duduk dikursi belakang.
"Kenapa ko pas sekali kita tetanggaan..oh aku baru inget waktu pertama kali aku dan Rani keluar rumah..aku inget kamu ngumpet dibalik mobilmu bukan? Pasti kamu kaget melihat Rani"
"Betul buk..aku kaget sekali! Yang kita tau Rani sudah meninggal dan kita kuburkan..tiba tiba Rani muncul dirumah ibu..ya pastinya aku sangat kaget dan panik!"
"Beruntung mas Mangun ada disekitar situ dan menyaksikan semuanya..coba bagaimana kalau tidak? pasti Rani akan betul betul meninggal karena kehabisan udara..Masya Allah.."
"Semua itu seperti sudah diset sama Yang Kuasa..lha ko kita juga menyerahkan Rani kerumahmu Yu Tari..padahal kalau kita rawat ya bisa juga meskipun hanya pas pasan" lanjut pak Mangun.
"Oke itu kita sudah akan masuk rumah sakit"
__ADS_1
Ambulan didepan terlihat memberikan sen kekiri dan masuk pekarangan rumah sakit Fatmawati.
》》》》》