Mayat misterius

Mayat misterius
THE END PART 21


__ADS_3

Aku duduk dideretan kursi pengunjung didepan ruangan ICU menunggu kabar dari para dokter yang melakukan berbagai tes kepada Rani.


Ya Allah..selamatkan Rani..berikan ia kepulihan agar bisa sadar kembali..ringankan segala sakitnya..Aamiin yra..aku terus berdoa tidak henti hentinya.


Laksmi yang duduk disampingku juga terlihat melakukan doa dengan khusyu. Bu Tantri keliatannya gelisah sekali, dari tadi berjalan terus mengelilingi ruang tunggu.


Aku bangkit dan mendekati bu Tantri. Kusentuh tangannya seraya berkata..


"Ibuk..kita duduk yuk..dengan duduk kita bisa memanjatkan doa agar Rani sembuh secepatnya..yuk ibuk duduk samping saya"


Perkataanku berhasil, bu Tantri mengambil posisi duduk disampingku. Laksmi memegang kedua tangan bu Tantri dan melepaskan senyumannya.


"Ibu Tantri!"


Kita bertiga kaget mendengar teriakan suster. Serentak kita berdiri dan bu Tantri bergegas jalan kearah suster.


"Ya saya bu Tantri" suara bu Tantri gemetar.


"Rani sudah sadar..silahkan ibuk masuk tapi jangan terlalu banyak ditanya ya buk, dia masih agak panik"


Ibu menoleh kearah kita, aku menganggukan kepala memberi isarat agar bu Tantri masuk.


●●●●


Pas 5 jam perjalanan, bis malam masuk kota Semarang. Sesampainya Danang langsung order Grab. Ia sudah tidak tahan lagi ingin secepatnya sampai dirumah sakit.


Sambil menunggu Grab, Danang memesan teh botol dan membeli sebatang rokok. Sudah lama ia tidak meroko, kini tiba tiba hasrat untuk menghisap tembakau kembali datang.


Roko Gudang Garam ia sedot dalam dalam dan kepulkan asapnya. Perasaannya gundah dan tak menentu.


Kurang lebih 5 menit sebuah kendaraan Toyota Aliya mendekat, itulah Grabnya.


"Pak..mohon secepat mungkin kealamat rumah sakit itu ya..maaf pak, ada keluarga yang sakit parah"


"Siap..Saya akan coba pak"


Danang menarik ponsel dan menghubungi aku.


"Mas..aku sudah diGrab..ada berita baru?"


"Alhamdulillah..Rani sudah sadar tapi masih lemah, sudah 20 menit mamanya dipanggil kedalam..sekarang posisimu dimana? berapa lama lagi maksudku?"


"Pak driver..berapa lama lagi kita akan sampai?"


"Insya Allah 15 menit pak"


Danang langsung beralih ke aku..


"15 menit kata driver"


"Oke baguslah..kalau sudah sampai call me jangan lupa"

__ADS_1


●●●●


Ternyata bukan 15 menit, Danang tiba dirumah sakit 20 menit kemudian. Jalanan macet ucapnya.


"Ayo cepet kita masuk..Rani sudah siuman sekarang ditunggui mamanya tapi dari tadi ia manggil manggil namamu terus"


Danang tidak mengatakan apa apa hanya mengikuti arah langkah kakiku.


"Oke ini ruang ICU, entah kenapa..Rani nampaknya blom bisa dipindah kekamar pasien..Sebentar aku mau kesuster dulu"


Aku mendekati suster jaga di counter customer service dan menceritakan bahwa Danang sang kekasih sudah tiba dari Jakarta..sedangkan Rani sudah beberapa kali memanggil nama Danang.


"Oh ini pak Danang..sebentar ya saya masuk dulu tanyakan ke pak dokternya"


Danang nampak resah..


"Danang..itu ada toilet umum..cuci mukamu sebentar biar terlihat fresh"


Danang menoleh dan melangkah kesana.


Tidak berapa lama suster keluar tapi justru mengatakan sesuatu yang menghawatirkan..


"Pak maaf..dokter minta semua keluarga masuk sekarang" kata suster serius.


"Oh baik..sebentar saya panggil adik saya"


Aku berlari kecil masuk ke toilet umum itu.


Aku juga menggandeng Laksmi, bertiga kita masuk kedalam. Diatas tempat tidur khusus terlihat Rani, tangan kirinya terpasang kabel infus. Bu Tantri duduk pas disamping Rani yang terbaring lemah.


Danang mendekat dan mencium pipi Rani, ia menangis dipundak Rani.


"Danang...jangan nangis ya" terdengar suara Rani lemah.


"Ran..aku sudah berusaha secepat mungkin datang" ucap Danang.


"Terima kasih sayang..." Rani terlihat menarik napasnya pelan pelan. Tangan kanannya diangkat dan mengelus pipi Danang, tangannya seakan berusaha membersihkan air mata dipipi Danang.


"Sayang jangan sedih ya..Rani...Rani harus meninggalkanmu sebentar lagi..Masalah kematian jangan kamu pikirkan..Setiap..setiap yang hidup pasti akan mati..Maafkan Rani..tidak bisa..mendampingimu.."


Pada saat itu bu Tantri dan Laksmi sama sama menangis, akupun meneteskan air mataku..Danang mencoba dengan tegar memandang kekasihnya. Berulang kali ia mencium telapak tangan Rani.


"Mampirlah ketempatku..kalo ada waktu, ingat janjimu dulu..apabila..aku sudah tiada uruslah ibuku"


"Suatu saat aku yakin..kita akan bertemu lagi sayangku.." ucap Rani.


Tiba tiba denyut jantung Rani naik dan turun..bahkan 2 kali denyut jantung berhenti.


"Maaf..saya periksa dulu" pak dokter langsung memeriksa keadaan Rani. Danang bergerak kebelakang demikian juga bu Tantri.


"Dok..saya ingin peluk Danang terahir kali" Tiba tiba Rani berkata..Danang mendekat dengan penuh rasa kasih sayang Danang memeluk tubuh Rani sekaligus menciumi pipi dan bibir Rani.

__ADS_1


"Danang sayang dan cinta Rani..lepaskan ya Rani kalo memang sudah waktunya..ucapkan Allah..Allah..Allah.." Danang berbisik ditelinga Rani.


"Allah..Allah..Allah..Aa.." pada ucapan ke empat denyut jantung Rani berhenti. Tubuhnya lunglai, pelukannya ditubuh Danang terlepas..


Dokter dan suster dengan cepat memeriksa tekanan darah, denyut jantung dan memeriksa hembusan nafas..


Dokter menengok kearah jam tangan.."Suster tolong catat waktu kepulangannya"


Bu Tantri langsung menjerit dan menangis kencang. Danang menyingkir membiarkan bu Tantri mendekap putri kesayangannya.


"Innalillaihi Wainna ilaihi Rajiun.." ucap Danang.


Untuk beberapa saat kami dipersilahkan tunggu diluar sambil dokter dan para suster jaga melakukan pemeriksaan terahir.


●●●●


Setelah dimandikan dan dikafani jasad Rani dibawa kerumah bu Tantri dan disemayamkan dirumah satu malam, sambil menunggu semua teman dan saudara pada datang.


Keesokan paginya kami semua ketanah pemakaman untuk menguburkan Rani..


Setelah acara pemakaman selesai dan semua saudara dan teman kembali pulang, aku melihat Danang masih duduk disebelah gundukan tanah kuburan Rani.


Ia masih terus membacakan doa doa..


Aku meletakkan satu tanganku dipundaknya..


"Kalau sudah siap kita pulang kerumah ibu yuk..kita kirimkan doa dari sana..biarkan Rani istirahat Danang..ia sudah bebas dan tenang"


"Mas..aku yang pertama kali dulu menemukan mayat misterius itu, aku yang pertama jatuh cinta padanya..dan aku yang bersumpah untuk tidak akan melupakannya sampai ahir hayatku mas..." Tiba tiba Danang jatuh pingsan diatas tanah kuburan Rani.


Laksmi dengan cepat membantuku mengangkat Danang dan kupeluk adik kecilku dipangkuanku..


Laksmi mengambil botol kecil minyak kayu putih dan dioleskan didekat hidung Danang..


Perlahan lahan ia membuka matanya..ia mencoba bangun dan duduk.."Mas..aku akan bacakan Al Fatehah sebentar..setelah itu kita pulang"


Setelah selesai..


"Rani..Danang pulang dulu ya..besok pagi pagi Danang akan kesini lagi..istirahat ya sayangku"


●●●●


Meskipun banyak saudara dan tamu yang datang dirumah bu Tantri, Danang mengasingkan dirinya dikamar tidur bu Tantri.


Ia merebahkan kepalanya diatas tumpukan kaos, celana jeans Rani. Tanpa terasa ia tertidur.


Dalam tidurnya..Ia merasakan seperti berada diatas gumpalan awan..Dari ujung sana Rani berlari sambil melambaikan kedua tangannya. Danangpun berlari dan mereka saling berpelukan..


"Jangan kawatir sayang..You are always in my heart..aku akan mengurus mama Tantri seperti janjiku padamu..Pieces of you has gone but today and forever our loves will never die...Selamat jalan sayangku Rani" Ucap Danang, Rani terlihat tersenyum manis.


Rani melepaskan pelukan dan dengan perlahan lahan Rani menghilang dibalik awan awan yang biru nan menyejukkan....

__ADS_1


...♡♡♡TAMAT♡♡♡...


__ADS_2