Mayat misterius

Mayat misterius
Tahan Rani tunggu Danang datang. PART 20


__ADS_3

Rupanya penjualan rumah Danang agak tersendat sedikit, kawannya mas Lukman meskipun sangat menyukai rumah Danang tapi ia mempunyai kendala dengan urusan pinjaman dana ke bank.


"Danang...itu si Ramdani sebetulnya mau ambil rumahmu tapi kena kendala sama banknya..dia tanya apa bisa dibayarkan setengah dulu dan setengah lagi tahun depan?" ucap mas Lukman.


"Gitu ya..ya gini aja mas..tolong bilang, kalo emang begitu ya mending disiapkan saja sampai komplit baru kita buka transaksi..soalnya kalao sampe tunggu tahun depan kayanya kelamaan..lha iya kalo dia bisa taun depan kalau gagal bagaimana ? sementara rumah sudah terjual..maaf ya mas, aku mungkin cari yang lain saja..terima kasih sebelumnya mas atas perhatiannya"


"Oke ga apa apa..aku hanya meneruskan saja perkataan dia tadi pagi"


Itu yang Danang sampaikan masalah rumah kepadaku..aku juga turut nyumbang masukan mending tunggu dari Ray White saja..lagian lokasi rumah Danang cukup strategis..umumnya rumah model punya Danang bisa laku 3M tapi karena dia terdesak maka dijual dengan harga miring.


Hari ini aku akan keSemarang..rencana besarku adalah ingin melamar Laksmi..semoga saja ia setuju..sudah semenjak bulan lalu aku mulai berikan sedikit sedikit pandangan bahwa aku ingin melamarnya..Kebetulan bulan lalu ia sibuk mengurusi sebuah perkara dan Laksmi minta waktu sampai bulan depan.


Nah ini sudah memasuki pertengahan bulan aku akan berangkat keSemarang menanyakan hal ini secara serius.


●●●●


Sebelum aku ketemuan dengan Laksmi, aku menyempatkan bertandang kerumah buk Tantri sekalian jumpa dengan Rani.


"Assalamualaikum buk apa kabar?" Aku berikan salam kepada bu Tantri didepan rumahnya.


"Eh ada mas Toni! ko ga kasih kabar duluan? masuk yuk..Ran! ada mas Toni datang!, Sudah 2 hari ini Rani ga kemana mana..biasa suka pusing pusing dan mual katanya..gimana kabar Danang?"


"Kasian Rani..baik buk Alhamdulillah Danang sehat..sekarang sedang menunggu buyer rumahnya"


"Oh iya saya denger dari Rani katanya mau jual rumah dan pindah kesini..ya semoga cepat terlaksana"


Tidak lama setelah aku duduk disofa ruang depan Rani datang. Aku terkejut melihat perubahan ditubuh Rani..Meskipun ia masih terlihat cantik tapi tubuhnya menyusut..bahkan aku bisa melihat kedua tangannya yang mengecil..Ya Allah..


"Hai mas Ton..ko ga kasih kabar mau datang?"


"Iya maaf..mendadak Ran..ada acara pertemuan dengan Laksmi..sebetulnya..gimana ya hehe malu jadinya"


"Apa mas?"


"Ehm..aku mau melamar Laksmi hari ini" kataku singkat.


"Ya Allah..mama denger itu? Congrats mas! semoga terlaksana..pasti mba Laksmi seneng dan menerima lamaran mas Toni" ucap Rani


"Insya Allah Rani..doakan sukses ya"


"Iya dong pasti.." ucap Rani sambil sedikit terbatuk.


"Lagi kurang enak badan Rani?"


"Hmm sedikit batuk aja..ga apa apa"


Sebetulnya aku melihat kondisi tubuh Rani dalam 6 bulan terhir ini sangat menurun..dulu tubuhnya montok dan segar tapi kini seperti layu dan tidak ada kecerahan..Semoga aku cepat menikah dan disusul oleh Danang..aku terus terang ga tega liat Rani terpisah oleh Danang.

__ADS_1


●●●●


"Laksmi..halo dimana sekarang?" tanyaku sambil berjalan kearah mobil Grab yang sudah menunggu diluar rumah bu Tantri.


"Hai sayang..aku sudah siap siap mau berangkat..kita jadi ketemuan diresto Eling Bening? aku belom pernah kesana sih cuman Grab bisa antar aku..tempatnya katanya sangat indah mas"


"Oke kita kesana..aku sekarang on the way kelokasi...sampe ketemu disana sayang"


"Sip mas..bye"


●●●●


Ditempat yang indah dan penuh panorama itu untuk pertama kalinya aku meminang Laksmi. Laksmi nampak terkejut..ia tidak mengharapkan hal itu akan terjadi. Memang Laksmi sedang menunggu permintaan dariku tapi tidak secepat ini mungkin tahun depan tapi tidak sekarang..itu pikirnya.


"Mas..aku terharu meskipun aku terkejut tapi aku sangat terharu..jawabanku singkat saja..aku terima pinanganmu mas dengan tulus ikhlas"


Hatiku bergejolak, gembira bercampur terharu..ahirnya setelah 35 tahun membujang diumur 36 tahun aku menemui pasangan yang paling pas, sesuai dengan kriteria yang aku harapkan.


Aku mendekat kearah wajahnya dan menghadiahkan ciuman mesra dibibirnya. Aku belai rambut Laksmi yang bergelombang panjang hingga pundaknya.


"Aku akan mendampingimu sampai ahir hayatku sayang" Kembali aku mengecup bibirnya.


"Mas..ada cowo cewe yang ngeliatin kita dari tadi" bisik Laksmi.


Aku menoleh kearah belakang, kulihat sepasang anak muda mencuri pandang kearah kita. Tiba tiba aku mengangkat satu tangan dan melambaikan kearah mereka. Dan hasilnya mereka berpura pura melihat kearah lain. Kita tertawa geli melihat kelakuan mereka.


Namun ketika aku dan Laksmi sedang bermesraan tepat pada saat itu ponselku berdering..Kulihat foto bu Tantri dilayar. Lho ada apa jam segini telepon aku?.


●●●●


"Masya Allah! ibuk dimana sekarang?"


"Saya sedang tunggu ambulan sebentar lagi datang, telepon Danang secepatnya beritahukan hal ini!"


"Ya baik baik! rumah sakit mana nanti buk?"


"Telogo Rejo mas..tanya ke Laksmi pasti dia tau"


"Oke buk..saya 'ta telepon Danang dulu semoga bisa naik bis malam tapi sampainya besok ya buk"


"Ya yang tercepat saja ya"


Aku langsung calling Danang, semoga ia ada dirumah.


"Dan..cepet berangkat keSemarang, Rani sakit!"


"lho..oke aku kontak mas Deri dia supir bis Kencana malam. Gawat atau gimana?"

__ADS_1


"Aku sendiri belum liat tapi kata ibunya parah.."


"Oke sudah kukirim wa ke mas Deri..semoga cepat dibalas ya Allah.."


●●●●


"Aku dan Laksmi langsung order Grab dan langsung berangkat kerumah sakit.


Kebetulan aku melihat bu Tantri sedang menuju kebagian kasir. Aku berlari mengejarnya.


"Buk! bagaimana? Dimana Rani?"


"Alhamdulillah kamu disini! Rani masuk koma nak..Ya Allah..gimana Danang?" Wajah bu Tantri pucat.


"Hah? koma ya Allah! sekarang dikamar mana?"


"Dibawa ke kamar ICU gawat darurat! padahal tadi dia ga apa apa..tapi tiba tiba saja Rani down, sempet dia manggil manggil Danang..setelah 3 kali manggil nama Danang terus pingsan"


"Aduuh buk..bentar saya call Danang, Yang temenin ibuk sebentar saya mau call Danang"


Aku mencoba kontak Danang tapi tidak dijawab.


Lewat 10 menit ahirnya Danang telepon.


"Mas maaf aku kejar bis malam di pinggir jalan, ini bis terahir!"


"Oke doakan untuk Rani..dia masuk ICU, kata ibuk dia koma"


"Ya Allah.."


Aku mendengar tidak ada suara Danang lagi setelah aku sebutkan Rani masuk koma..Aduuh kenapa harus aku kasih tau sekarang??


"Danang..Halo Danang.."


"Ya mas.."


"Udah jangan nangis dong..kita berdoa saja yuk untuk yang terbaik..ayo Danang kamu harus kuat!"


"Iya mas aku berdoa"


"Jam berapa akan sampai?"


"Skedul 5 jam mas..kemana aku pergi dari terminal?"


"Kalau sudah masuk Semarang order Grab kearah rumah sakit Telogo Rejo..terus dirumah sakit call alu..nanti aku turun jemput"


"Baik..Ya Allah"

__ADS_1


"Doa terus..doa yang khusyu.."


》》》》》


__ADS_2