
PADA PAGI HARI
*Telp berbunyi dari HP Inka,
KRIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing... kriiiiiing...
Inka tak kunjung mengangkat telfon tersebut
kebetulan dia sedang berada dikamar mandi,
pada waktu itu ada tina yang hendak
mengangkat telfon.
Untung saja Inka segera keluar dan
mengambil hpnya, tidak sempat sampai
berbicara kalau tidak tina bakal tau
kalau selama ini Inka masih
berhubungan dengan papanya.
Langsung dia masuk kamar dan menguncinya,
mengangkat telfon.
" Hallo papa...
tadi ada adik untung saja aq segera ambil
hpnya, kalau adik tau pasti udah
ngadu sama mama.
tau sendiri kalau mama gak ijinin aq
berhubungan baik sama papa. "
inka yang menjelaskan penuh dengan drama.
" Iya Inka gpp kok, sebenarnya papa juga
kangen sama tina. Ya gimana lagi adik kamu, benci sekali dengan papa. "
" oww yaaa kamu mau jadi pergi ke daerah
timur?? papa kirim 2 orang buat
ikut kamu, kalau kamu butuh apa - apa
minta pada mereka. "
saut papa Inka..
" Laahh pakek begituan segala pa aq
sendirian aja juga bisa. "
gerutu Inka
__ADS_1
" Kamu belom pernah pergi jauh sendirian
mangkanya papa kirim 2 orang untuk
ikut kamu. "
perintah papanya.
Karena sudah 2 bulan sesuai target yang
Inka inginkan dengan body goals, dengan
kulit putih bersih berstyle. Gadis itu pun
mulai mengemasi pakaian dan barang-
barang yang diperlukan.
Yang terpenting juga ijin dari mama Inka,
sebenarnya mama Inka mau tidak
memberi ijin ya bagaimana. Anak
gadisnya sudah pernah ada riwayat
mau bunuh diri.
Kalau tidak dituruti takutnya nanti dia
bakal melakukan hal yang sama lagi,
Inka pergi dengan hati-hati dan menjaga
diri.
Dari rumah, Inka naik bus ke bandara
surabaya, sekiranya memakan waktu
9 jam. Sesampai sana sudah ada yang
menunggu seorang laki-laki dan perempuan
dengan baju berwarna hitam menggunakan
kacamata hitam.
Dia hanya melongo sambil memandangi
2 orang tersebut, segitunya papanya
sampai menyewa orang.
bodyguard tersebut langsung membawakan
barang bawaan Inka, menunjukkan jalan
saat di dalam bandara.
Dalam hati inka
__ADS_1
" untung ada 2 orang ni mungkin kalau sendiri sudah bingung aq, harus kemana udah bandaranya besar banget. "
Ini baru pertama kalinya Inka menginjakkan
kakinya di bandara, dan saat naik pesawat pun
dia tak henti -hentinya terus berdoa untuk
keselamatannya.
Apalagi saat pesawat landing rasanya
jantung mau copot, serasa ingin cepat
sampai tapi harus transit dulu di bandara
makassar.
Ya sekitar 1/2 jam lah yank pesawat transit,
stelah itu lanjut lagi perjalanan.
saat sampai terasa beda ya suasananya.
dari bandara ke dermaga Inka menyewa mobil.
Inka menuju rumah mama pira yang biasa
gilar datangi menggunakan speed, jasa
speed 1 orang membayar 100 rb jalan pintas
hanya 1 jam perjalanan dari pada jalur darat
memakan waktu 8 jam.
sebelum naik speed Inka pergi kekamar mandi umum dia berganti pakaian tertutup dengan
wajah dibikin berwarna lebih gelap dari kulit aslinya, pkoknya Inka berdandan
layaknya orang yang tidak terawat.
Entahlah apa yang sedang dia pikirkan,
apa yang sedang dia rencanakan. Hanya
Inka yang tau. Dia juga menyuruh 2
bodyguardnya berganti pakaian layaknya
orang biasa.
Pkoknya Inka menyuruh mereka pura-pura
tidak mengenal Inka, hanya boleh mengawasi jarak jauh.
Dalam speed pun semua mata orang-orang
tertuju pada Inka, ya mungkin karena
Inka terlihat kucel dan item*.
__ADS_1