Memilih Pelakor

Memilih Pelakor
episode 19


__ADS_3

PADA PAGI HARI


*Telp berbunyi dari HP Inka,


KRIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing... kriiiiiing...


Inka tak kunjung mengangkat telfon tersebut


kebetulan dia sedang berada dikamar mandi,


pada waktu itu ada tina yang hendak


mengangkat telfon.


Untung saja Inka segera keluar dan


mengambil hpnya, tidak sempat sampai


berbicara kalau tidak tina bakal tau


kalau selama ini Inka masih


berhubungan dengan papanya.


Langsung dia masuk kamar dan menguncinya,


mengangkat telfon.


" Hallo papa...


tadi ada adik untung saja aq segera ambil


hpnya, kalau adik tau pasti udah


ngadu sama mama.


tau sendiri kalau mama gak ijinin aq


berhubungan baik sama papa. "


inka yang menjelaskan penuh dengan drama.


" Iya Inka gpp kok, sebenarnya papa juga


kangen sama tina. Ya gimana lagi adik kamu, benci sekali dengan papa. "


" oww yaaa kamu mau jadi pergi ke daerah


timur?? papa kirim 2 orang buat


ikut kamu, kalau kamu butuh apa - apa


minta pada mereka. "


saut papa Inka..


" Laahh pakek begituan segala pa aq


sendirian aja juga bisa. "


gerutu Inka

__ADS_1


" Kamu belom pernah pergi jauh sendirian


mangkanya papa kirim 2 orang untuk


ikut kamu. "


perintah papanya.


Karena sudah 2 bulan sesuai target yang


Inka inginkan dengan body goals, dengan


kulit putih bersih berstyle. Gadis itu pun


mulai mengemasi pakaian dan barang-


barang yang diperlukan.


Yang terpenting juga ijin dari mama Inka,


sebenarnya mama Inka mau tidak


memberi ijin ya bagaimana. Anak


gadisnya sudah pernah ada riwayat


mau bunuh diri.


Kalau tidak dituruti takutnya nanti dia


bakal melakukan hal yang sama lagi,


Inka pergi dengan hati-hati dan menjaga


diri.


Dari rumah, Inka naik bus ke bandara


surabaya, sekiranya memakan waktu


9 jam. Sesampai sana sudah ada yang


menunggu seorang laki-laki dan perempuan


dengan baju berwarna hitam menggunakan


kacamata hitam.


Dia hanya melongo sambil memandangi


2 orang tersebut, segitunya papanya


sampai menyewa orang.


bodyguard tersebut langsung membawakan


barang bawaan Inka, menunjukkan jalan


saat di dalam bandara.


Dalam hati inka

__ADS_1


" untung ada 2 orang ni mungkin kalau sendiri sudah bingung aq, harus kemana udah bandaranya besar banget. "


Ini baru pertama kalinya Inka menginjakkan


kakinya di bandara, dan saat naik pesawat pun


dia tak henti -hentinya terus berdoa untuk


keselamatannya.


Apalagi saat pesawat landing rasanya


jantung mau copot, serasa ingin cepat


sampai tapi harus transit dulu di bandara


makassar.


Ya sekitar 1/2 jam lah yank pesawat transit,


stelah itu lanjut lagi perjalanan.


saat sampai terasa beda ya suasananya.


dari bandara ke dermaga Inka menyewa mobil.


Inka menuju rumah mama pira yang biasa


gilar datangi menggunakan speed, jasa


speed 1 orang membayar 100 rb jalan pintas


hanya 1 jam perjalanan dari pada jalur darat


memakan waktu 8 jam.


sebelum naik speed Inka pergi kekamar mandi umum dia berganti pakaian tertutup dengan


wajah dibikin berwarna lebih gelap dari kulit aslinya, pkoknya Inka berdandan


layaknya orang yang tidak terawat.


Entahlah apa yang sedang dia pikirkan,


apa yang sedang dia rencanakan. Hanya


Inka yang tau. Dia juga menyuruh 2


bodyguardnya berganti pakaian layaknya


orang biasa.


Pkoknya Inka menyuruh mereka pura-pura


tidak mengenal Inka, hanya boleh mengawasi jarak jauh.


Dalam speed pun semua mata orang-orang


tertuju pada Inka, ya mungkin karena


Inka terlihat kucel dan item*.

__ADS_1


__ADS_2