Memilih Pelakor

Memilih Pelakor
episode 2


__ADS_3

"Kriiiiiiiiiiiing.... kriiiiiiiiiing... suara telfon, betapa senangnya Inka ternyata yg telfon bang gilar.


" Assalamu'alaikum.. "Suara tegas gilar terdengar..


" Waalaikumsalam ." Saut Inka dengan wajah sumringah..


"Heh kamu itu ngapain sih pakek foto profil kita berdua segala..!!? " norak tau gakkk, hapus gak tuh foto ngapain coba." Dengan nada tinggi gilar memerintah kan menghapus foto unggahan Inka difb.


" Tadi ada cewe namanya tya mengirim pesan ke aq sama ada lagi onco seni mengomentari foto kita, trus kenapa kamu kok menyembunyikan kalo kita udah tunangan sih.?? " Inka bertanya dengan lirih.


gadis berkacamata itu pun matanya sambil berkaca².melepas pelan² kacamatanya. Dengan pikiran kabut dia menunggu jawaban dari gilar.


'' Kamu itu ya disuruh menghapus ya hapus pkoknya!!! hapus juga akun Facebook kamu biar gak ribet, pkoknya hapus sekarang!!!!.. aq bilang sekarang. Kalo gak kamu hapus akun Facebookmu skrg biar aq yg menghapus!!"


ketus gilar ke Inka dengan marahnya .

__ADS_1


"Lah emang cewe itu siapa sih? dlu kamu yg sering pakek foto kita terus kamu gak pernah ngelarang soal itu. Kenapa tiba" kamu kek gini?? "


tanya Inka..


"Aq bilang hapus gakk!!! kamu anjing apa babi kok bodoh sekali suruh menghapus gak mau.!! "


tuuuuuuuuutt....... TELP mati.


sambil marah² nada tinggi pun gilar ngomong gak pantas ke Inka, sungguh malang nasib Inka seharian nunggu gilar menghubungi tapi sekali menghubungi malah marah² gak jelas.



Inka tidak bisa tidur terus kepikiran sama kata² yg dia dengar.


" Huuaaaaaaa... huhuhuhu. huaaa... huhu,, sruutttt huaaaa huhuhuhu.. " Sambil terdengar suara ingus Inka kluar masuk, matanya mulai membengkak karna menangis tiada henti. Semalaman inka tidak tidur, ditempat kerja pun dia tambah tidak bersemangat, Inka lebih sering duduk dari pada melayani pembeli, dia juga sering buka tutup HP sambil bersembunyi di pojok. Soalnya ditempat kerja pegawai dilarang HP an , ada waktu sendiri main HP saat jam istrht.

__ADS_1


Dia pun berjalan ke kamar mandi beralasan buang air kecil/bab dia pun mulai mengeluarkan air mata, air mata meluncur dengan sendirinya dia tak kuasa manahan itu pun.Hidung yg merah krna menangis masih bisa ditutup dengan masker, tp mata yg sebam tidak bisa dibohongi itu pun membekas krna sering menangis.


Saat bertemu Tria Inka pun mulai menceritakan semua yg terjadi. Gadis itu tapi tidak berani bercerita soal gilar yg berbicara tidak pantas, dia takut gilar dicap jelek didepan teman²nya.


" Yang sabar mbak me.. "


sambil mengelus² pundak Inka, gadis mungil itu terus menyemangati sahabat nya yg lagi galau.


Tiba² muncul pegawai lain , dia adalah Elsyana biasa dipanggil elsy. Pegawai senior ditempat kerja Inka, dia juga baik pengertian tapi dia modelan gak suka ikut campur mslah orang lain.


Dia lebih memilih gak terlalu menguak apa yg terjadi sama Inka, dia hanya menyarankan hal sg simple ke Inka.


"Jangan dipikirin, bikin slow aja.. lah".


ketus elsy. Selain itu temannya yg lain ikut prihatin dengan apa yg menimpa Inka, gadis polos yg gampang nangis. Dia jarang cerita soal kehidupan cintanya ditempat kerja, eh tiba² tau crita ada kabar kayak gitu.

__ADS_1


__ADS_2