Memori Cinta Semalam

Memori Cinta Semalam
epidose 6


__ADS_3

ngak mau terlalu larut dengan hal Liyana, Zarith memutuskan untuk menunaikan solat zuhur di masjid biru.


masjid biru memang sangat terkenal dinegari ini.. bukan saja kecantikan binaannya... tp juga sejarah tentang masjid ini


nama masjid biru kerana kubahnya yang berwarna biru langit yang sangat indah dan menenangkan.


waktu malam juga tidak kalah cantik nya dengan lampu disekeliling kubah dan masjidnya


foto sumber goolge




jemaah juga sangat ramai disetiap waktu solat


ada juga pelancong yang bukan islam memasuki masjid


tp harus mengikut peratuan yang sudah ditetapkan


harus berpakain sopan fan memutup aurat


terutama untuk wanita


ada ruang krusus untuk persalinan wanita


suasana di masjid nie sangat tenang dan nyaman


sebelum masuk ada seorang pergawai yg menjaga didepan pintu utama... kemudian akan diberi satu beg plastik untuk menyimpan kasut /sepatu


langkah berjaga jaga supaya tidak hilang atau diambil orang


kemudian ada satu tabung untuk menderma


tidak ada paksaan

__ADS_1


tp yang mau bersedekah sangat dialu alukan...


Zarith mengeluarkan sedikit uang yang sudah iya siap kan sebelum ke masjid tadi...


terlihat senyuman terukir dibibir si penjaga masjid


zarith membalas senyuman itu dan berlalu ke tempat wuduk


disana sudah tersedia lokar untuk menyimpan kasut/sepatu untuk pengunjung atau jemaah yang akan bersalat di sini


**********************************************


Selesai memasak mkan mlm.. Marissa melihat sekeliling...


Ko pada sepi


Kemudian dia mengeling ke arah jam dinding di sisi kanan yg tergantung cantik dengan permandangan pergunungan diwaktu senja


Owh ternyata masih awal... Sebaiknya aq mandi dulu...kerah banget


Dlm 15 menit rutian manndinya selesai.... Marissa membuka lemari pakaian utk memilih pakain santainya... Sedang marissa memilih tepat ditangannya ada sepasang pakain kemudian ditarik keluar pakain itu.... Hatinya sedikit sebak


Sebak kerinduan ke almarhuma ibuanda tercinta...


Ya itu baju satu satunya yg masih tersimpan di lemarinya baju nikah ibu sama ayannya


Ibu marissa kangen ibu....


Tok... Tok..


Kak mkn yuk.... Aku sama m..... Sudah lapar nie


Iya sebentar


Buru buru marissa meletakkan kembali baju almarhuma ibu ke dalam lemari dan memilih setelan penjama berlengan panjang untuk dipakai...

__ADS_1


dicalitkan sedikit krim malam untuk mukanya agar sentiasa cantik dan segar


setelah merapikan baru dan rambutnya baru la marissa membuka pintu dan keluar menuju ruanga makan keluarganya


terlihat disana semua sudah pada ada... ayah.. mikail,malik serta maria


sudah duduk ditempat masing masing sambil mengunggu dirinya


marissa hanya tersenyum melihat semuanya


*mereka semua adalah kebahagian diriku


"jangan senyum senyum aja lo kak... kita udah pada lapar nie... "Ujur mikail


"lagian gak ada cantiknya senyum lo itu"tambah mikail lagi*


kata kata mikail itu mengundang tawa yang lainnya


marissa sedikit cemberut


"lo itu yaa... ngak bisa lihat kakak lo nie bahagia sikit napa....suka suka gue donk senyum apa ngak...lagian aku memang cantik ko"sedikit membangga diri


baru aja Mikail ingun membalas kata kata Marisaa


ayah terlebih dahulu mengakat bicara


"jangan berantam terus adik adik sudah lapar tu"


"eh.. ko kita... napa ngak bilang ayah aja yg lapar"seloroh malik


"wah ini anak sudah pada nakal yaa"balas ayah dengan mimik muka yang sengaja dibengiskan...


kemudian mereka ketawa bersama


sambil makan sambil bergurau senda sentiasa menjadi momet keluarga nie

__ADS_1


__ADS_2