Menaklukkan Pria Sekota [Sistem Harem Wanita]

Menaklukkan Pria Sekota [Sistem Harem Wanita]
026


__ADS_3

Chamile yang sudah merasa jika tubuhnya segar dan wangi menyudahi kegiatan mandinya meski itu tadi sangat menyenangkan dan menyegarkan pikirannya. Dia berdiri dan keluar dari bathub lalu memakai pakaian dalam dan luar yang sudah dia siapkan sembari berpikir mengenai barang bukti maupun aktivitas yang bisa mengarahkan ke kakak dan ibu tirinya yang saat ini sudah mulai menunjukkan sikap dan tindakan aslinya.


“Mungkin memang seperti yang dikatakan oleh sistem jika aslinya ibu dan kakak tiriku tidak pernah menyayangiku,” batinnya yang sedikit sedih ketika mengetahui kebaikan dan kelembutan yang diberikan oleh ibu dan kakak tirinya selama ini adalah kepalsuan belaka.


“Sudahlah jangan dipikirkan itu masa lalu dan perasaan mereka yang merupakan kebohongan nanti mereka akan balasannya dan sekarang mengurus bagaimana bukti yang mengarahkan kepada mereka semua,” batin Chamile yang semangatnya kembali serta bergegas keluar dari kamar mandinya serta menuju ke ruangan inti kamar tidurnya dan melihat jika pelayan pribadinya sudah menyiapkan semuanya.


“Nona muda, biar kami memasangkan gaunnya ke tubuh nona,” ucap beberapa pelayannya yang langsung saja menghampiri nona mudanya yang sudah mengambil alih sehingga ada yang sudah memeganggi lengannya serta merentangkannya sehingga Chamile tidak bisa perbuat apa-apa dan menyerahkan semuanya kepada para pelayannya dengan pasrah.


“Kalian ini langsung saja memegangiku tanpa perintahku,” ucap Chamile pasrah dan hanya bisa mengikuti arah gerakan pelayannya yang sibuk bergerak untuk membantu melepaskan pakaiannya dan memakaikan gaunnya ke tubuhnya.


“Wah nona muda, saya tidak mengira jika ‘dia’ tumbuh menjadi sangat menggoda dan ini sangat kenyal,” ucap pelayannya yang mengkagumi serta menyentuh asset berharga membuat Chamile sedikit mengeluarkan suara laknatnya serta melihat apa yang dipegang oleh pelayannya. Betapa terkejutnya jika bagian berharganya berubah menjadi begitu menggoda dengan ukuran yang kebih padat dan lebih besar sehingga dibandingkan milik kakak tirinya yang begitu dibanggakan oleh kakak tirinya tidak bisa dibandingkan lagi. 


“Padahal milikku dahulu tidak seperti ini dan ini… terlalu menggoda,” ucap Chamile dengan malu-malu melihat miliknya yang lebih kenyal, kencang, padat yang sama hanya ukurannya yang tidak berubah.


“Nona muda, saya mohon meski bagian Anda sudah berubah tetapi Anda jangan membanggakan seperti nona murahan tersebut, jujur saya jadi ikut jijik, Anda harus mengikuti jejak nyonya muda meski memiliki tubuh yang begitu menggoda serta seksi namun nyonya tetap menjaga dan baru melakukannya ketika menikah itu pun hanya beberapa kali karena sejak itu ayah nona tidak pernah menyentuhnya membuat lama-kelamaan nyonya curiga,” ucap pelayannya yang memberi nasihat agar nona mudanya mengikuti jejak nyonya muda mereka.

__ADS_1


“Memangnya ayah mengapa ya? Dan apa itu hubungannya dengan mama curiga kepada ayah?” tanya Chamile yang cukup polos membuat pelayan-pelayannya merasa tenang jika nona muda mereka pasti tidak akan melakukan hal di luar batas yang bisa membuat nona muda sendiri rugi dan juga bisa menjelekkan nama besar Burst.


“Tidak apa-apa nona, yang pasti nyonya muda sudah tidak megurus ayah nona,” ucap pelayannya dengan serentak dan terlihat jika mereka enggan memanggil Leon Burst dengan sebutan ‘tuan muda’ namun lebih memanggil dengan sebutan ‘ayah nona’ namun Chamile tidak mengerti dan tidak bertanya takut pelayannya tersinggung.


“Nah nona muda, kami sudah memakaikan gaun peninggalan nyonya dan memang nona kami memang paling cantik dan bersinar sehingga membuat kami merasa jika nyonya kami memakainya,” ucap pelayan-pelayannya dengan haru sehingga Chamile melihat dirinya di pantulan cermin dan benar sungguh bagaikan pinang belah dua yang berarti dirinya dan ibunya memiliki penampilan yang mirip.


“Apakah benar ini aku?” tanya Chamile yang tidak percaya karena memang dirinya sangat mirip seperti foto ibunya yang masih dia miliki dan simpan dengan baik dan hati-hati.


“Iya nona, ini nona muda dan nona muda memang cetakan dari nyonya muda namun ini belum sempurna jika nona muda belum kami riasi meski nona muda sudah sangat cantik tanpa menggunakan make up,” ucap pelayan-pelayannya yang menggeret nona mudanya dengan lembut dan pelan lalu mendudukan nona mudanya di kursi yang memang ada di meja rias miliknya lalu mengeluarkan semua make up yang pernah digunakan oleh ibu Chamile.


Pelayan-pelayan tersebut langsung dengan cekatan mengubah dan mempercantik nona muda mereka sehingga lagi-lagi Chamile hanya bisa pasrah karena kelakuan pelayannya yang begitu semangat membuat dirinya lebih bersinar. Pelayan-pelayannya sibuk menggunakan dan memakaikan semua kepada wajah nona mudanya .


“Begitu ya, sepertinya aku menurun dengan mama karena aku juga suka menggunakan make up tipis,” ucap Chamile yang menutup matanya karena pelayan lainnya menyuruhnya untuk menutup mata karena hendak diberi eye shadow, eye liner, dan mascara agar mata dan bulu mata milik nona mudanya menjadi lebih menark.


Sementara pelayan lainnya sibuk memberikan lipstick serta mempercantik alis nona mudanya dengan mewarnai tipis alis nona mudanya sehingga di tampilan kaca di meja rias nona mudanya, muncul seorang gadis cantik yang serta terpejam matanya namun terlihat kecantikan dan pesonanya yang sangat luar biasa sehingga kecantikan serta keangguan yang dikeluarkan oleh gadis itu tidak ada yang bisa menandingin maupun mengalahkannya.

__ADS_1


Setelah selesai merias nona mudanya, para pelayannya langsung mengkagumi karyanya yang bagaikan seorang dewi yang turun dari bumi karena sosok nona muda.


“Aku sungguh percaya jika nona muda adalah titisan Dewi Arphodite,” ucap salah satu pelayannya yang menyamakan nona mudanya dengan salah satu mitos Yunani yang dikenal dengan dewa dan dewinya.


“Benar, nona muda bagaikan titisan Nyi Roro Kidul,” ucap salah satu pegawainya yang sangat memercayai mitos mengenai Nyi Roro Kidul yang dikenal sebagai wanita yang sangat cantik dan berwibawa.


Pelayan-pelayan pribadi Chamile sibuk memuji Chamile membuat Chamile penasaran dengan wujudnya sehingga perlahan dirinya membuka matanya dan ketika dirinya membuka matanya, betapa terkejut dirinya ketika dirinya melihat sosok gadis yang sangat cantik dan memesona pada pantulan cermin yang tidak lain dan tidak bukan adalah sosoknya yang sangat mempersona dan sangat sempurna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Evan sudah tiba di kelas Chamile seperti yang diminta oleh Chamile namun ketika dia tiba di kelas Chamile, dirinya mendapati jika kelas Chamile hanya terisi dua hingga tiga orang dan tidak ada Chamile di sana.


“Tumben sekali Cha-cha molor? Apa dia lupa dengan janjinya kepadaku? Atau dia masih sedih?” tanya Evan yang bingung karena telatnya Chamile yang langka membuatnya pemuda tampan tersebut frustrasi sehingga dirinya menjadi pusat perhatian karena dirinya yang menunjukkan wajah yang frustrasi di samping pintu kelas Chamile.


...----------------...

__ADS_1


Apa ini debut pertama Chamile yang berubah ?


Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja.


__ADS_2