Menaklukkan Pria Sekota [Sistem Harem Wanita]

Menaklukkan Pria Sekota [Sistem Harem Wanita]
028


__ADS_3

Sementara Evan sudah tiba di kelas Chamile seperti yang diminta oleh Chamile namun ketika dia tiba di kelas Chamile, dirinya mendapati jika kelas Chamile hanya terisi dua hingga tiga orang dan tidak ada Chamile di sana.


“Tumben sekali Cha-cha molor? Apa dia lupa dengan janjinya kepadaku? Atau dia masih sedih?” tanya Evan yang bingung karena telatnya Chamile yang langka membuatnya pemuda tampan tersebut frustrasi sehingga dirinya menjadi pusat perhatian karena dirinya yang menunjukkan wajah yang frustrasidi samping pintu kelas Chamile.


“Permisi, apakah Chamile absen ke kelas?” tanya Evan dengan nada dingin namun sopan kepada salah satu teman Chamile yang tidak terlalu dekat dengan Chamile tetapi juga tidak memusuhi Chamile, singkat kata mereka hanya sekadar teman basa-basi saja.


Membuat mahasiswi yang didatangin oleh Evan yang menatap gadis dengan wajah datar dan dingin menjadi salah tingkah. Sehingga gadis tersebut sedikit malu-malu menatap wajah tampan dari pemuda dingin dan datar tersebut.


“Chamile ya? Saya tidak tahu, Kak, karena saya memang tidak dekat dari awal masuk ke kelas ini sehingga saya tidak punya informasi mengenai Chamile. Saya mohon maaf, Kak,” jawab gadis tersebut dengan jujur karena memang dirinya tidak pernah terlalu akrab dengan teman satu angkatannya di kelas tersebut.


Membuat Evan yang awalnya curiga lantas menatap tajam ke arah gadis tersebut sehingga gadis ini sedikit gemetar akan tatapan dari Evan yang sepertinya menanyakan apakah dirinya berbohong.


“Gadis ini jujur sekali dan sepertinya dia tidak ada maksud mencelakai Cha-cha, alangkah baiknya jika gadis ini berteman akrab dengan Cha-cha sehingga Cha-cha tidak menjadi gadis yang pemalu dan minder,” batin Evan yang menyayangkan jika gadis ini tidak berteman dengan Chamile, adik sepupu tersayangnya.


“Baiklah kalau begitu, terima kasih atas jawabanmu,” ucap Evan pergi meninggalkan gadis itu seorang diri yang tidak berani mendambakan Evan karena tatapan matanya yang cukup menyeramkan pada saat menatapnya.


“Mengapa Chamile punya sepupu dingin dan datar sepertinya dia, ganteng sih cuma dingin dan sepertinya hobi menyiksa orang,” batin gadis tersebut yang merasa mengkasiani Chamile karena dirinya mendengar gosip jika pacar Chamile direbut oleh kakak tirinya. “Malang benar nasibmu, Mile.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chamile yang akhirnya tiba di kelas di gedung falkultasnya sedang terengah-rengah sembari mengirimkan pesan jika dirinya telat menemui kakak sepupunya dari jam yang dia tentukan. Namun tidak membuat Evan marah kepadanya dan malah Evan membalas pesannya jika dia akan menunggu kedatangan adik sepupunya yang manis di hadapannya dengan selamat.


Aku tunggu kamu sampai datang, Cha-cha. Jangan khawatir jika kamu datangnya pas jamnya kelas maka aku akan menunggumu di luar.


Pesan yang dia baca dari Evan membuat Chamile tersenyum karena dirinya dimanja oleh kakak meski sebatas kakak sepupu sendiri.


Baiklah kak, tunggu aku karena aku tidak jauh dari tempatmu menungguku.


Balas Chamile sembari segera bergegas menuju ruangan kelas yang sesuai diberitakan di grup kelas manajemen bisnis.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada saat Chamile belum datang, Evan menunggu di taman falkultas sembari mengetik ke seseorang dengan isi pesan demikian :


Kamu sibukkan dosen untuk falkultas manajemen untuk mengajar hari ini jam sekian.


Setelah mengetik demikian, Evan mengkirimkan ke nomor seseorang tersebut dan menunggu adik keponakannya yang sangat menggemaskan. Chamile yang belum datang juga, Evan melihatnya jika kelas adik sepupunya sudah seharusnya mulai namun karena dia membuat dosen pengajar mata kuliah adik sepupunya membuat sibuk jadi dosen tersebut sudah mengabari ke ketua kelas untuk jamnya diundur sampai dia menyelesaikan tugasnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chamile pada akhirnya sampai di depan kelasnya sembari mencari sosok kakak iparnya yang tampan yang dengan setia menunggunya.


”Kakak Evan, ada di mana ya? Katanya dia menungguku di depan kelasku?” batin Chamile yang celingak-celinguk di depan kelasnya tetapi belum masuk ke kelasnya karena dirinya melihat jika dosen pengajar mata kuliah belum tiba sehingga dia memutuskan untuk tidak masuk terlebih dahulu.


“Aneh, biasanya bapak galak dan disiplin waktu sangat jarang telat mengajar, sudahlah aku lebih baik mencari kak Evan ketimbang guru killer tersebut datang memergokku tidak segera masuk ke kelasnya,” batin Chamile yang mencari sosok kakak sepupunya di sekitar koridor namun nihil tidak menemukan keberadaan batang hidung sang kakak.


Kakak di mana? Aku sudah mencari kakak tetapi belum juga bertemu dengan kakak.


Chamile langsung mengirim pesan kepada kakak sepupunya dengan harapan kakak sepupunya menjawab pesannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di tempat berbeda tetapi masih di satu gedung, terlihat jika Evan yang bermalas-malasan sembari duduk di kursi taman falkultas teknik tersebut. Telepon genggam miliknya bergetar di dalam saku celanannya membuatnya harus merogoh dan hanya menyalakan layar kuncinya yang menampilkan pesan singkat dari Cha-cha, sang adik membuatnya membuka layar kunci dan mengecek lebih lanjut apa yang disampaikan oleh adik sepupunya.


Kakak di mana? Aku sudah mencari kakak tetapi belum juga bertemu dengan kakak.


Pesan yang dikirim ke nomor kontaknya membuat Evan tersenyum membacanya lalu membalas pesan tersebut.


Kamu cari aku dahulu, Cha-cha, aku sangat menyukai permainan petak umpatmu.

__ADS_1


Ketiknya dan langsung mengirim ke nomor adik sepupunya dengan harapan adik sepupunya dapat melacak keberadaannya seperti mereka pada saat kecil.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Chamile yang kebingungan mecari kakak sepupunya mendapati jika ponselnya berbunyi yang menandakan pesan masuk sehingga dirinya langsung saja membuka pesan tersebut dengan semangat dan siapa sangka jika isi pesan dari kakak sepupunya demikian :


Kamu cari aku dahulu, Cha-cha, aku sangat menyukai permainan petak umpatmu.


”Astaga kakak kampret, disaat mendesak malah dia menyuruhku untuk mecarinya di tempat yang luas, Ahhh… ” umpet pelan Chamile sembari bingung dengan kemauan kakaknya yang menurutnya aneh sehingga dirinya mau tidak mau melakukan perintah sang kakak untuk menemukannya.


Kalau aku menang, hadiah yang kakak berikan kepadaku apa?


Ketik Chamile yang menantang sang kakak jika dirinya berhasil menemukan kakaknya maka kakaknya wajib memberikan hadiah kepadanya yang dahulu sangat dia inginkan yang sudah dijanjikan oleh kakaknya ketika dirinya menginjak di usia yang matang untuk mendapatkan hadiah tersebut.


Dengan tersenyum puas, Chamile langsung saja mencari kakak sepupunya di penjuru falkultasnya dengan sedikit petunjuk yang dia simpan mengenai hobi kakaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Evan yang menunggu sang adik menemukan dirinya membayangkan wajah kesal menggemaskan Cha-cha yang mengetahui jika dirinya meminta yang aneh-aneh.


”Aku jamin dia pasti akan marah kepadaku tetapi aku melakukan hal ini kakek meminta mengujimu. Ujian kakek sebenarnya lebih sulit dibanding dengan ujian aku berikan kepadamu tetapi aku jamin kau pasti berhasil menemukanmu karena sebenarnya aku tahu kau sangat genius bahkan level kejeniusanmu di tingkat yang sama dengan tunanganmu, jadi aku mengandalkanmu, Cha-chaku sayang,” batin Evan yang bertepatan dengan telepon genggamnya membunyikan notif yang menandakan jika ada pesan masuk ke nomor teleponnya.


...----------------...


Bagaimana jika Chamile berhasil menemukan Evan dengan kondisi yang berubah drastis? Apa hadiah yang sebenarnya dijanjika Evan pada waktu mereka berdua masih kecil shingga ditagih oleh Chamile pada saat besar? Penasaran ya? 


Jangan lupa beri dukungan kalian dengan memberi like, rate, gif, vote, share, suscribe, dan comment. Sangkyuu atas dukungan kalian. Semoga kalian selalu sehat saja.

__ADS_1


__ADS_2