Mencari Cinta Yang Hilang

Mencari Cinta Yang Hilang
kok bisa Arima kesal dengan Airin


__ADS_3

" nah tinggal nyebut nama aja susah, haduh" kata aroma kesal.


" ya kan aku hanya ingin nanya aja habis aku pingsan ada kejadian apa saja" kata Airin ikut kesal.


" ah udah lah gue males debat Ama lu" kata arima marah.


" aduhh.. lu pikir gue juga mau debat Ama lu hanya karna masalah kecil " kata Airin seperti nada mengejek dan seperti memper lihat kan muka wajah yang sombong.


"yaudah bye gue mau ke bawah awas aja Lo masih mau bikin ribut Ama gue" kata arima emosi besar.


"yaudah tinggal pergi aja susah banget" kata Airin jengkel kepada arima.


selama menuruni tangga arima mencoba meredakan amarah nya dan mencoba untuk lebih sabar lagi di depan mama nya.


" udah arima tenang, gak usah marah lagi pada anak satu itu tuh" kata arima mencoba meredakan amarah.


" sabar aja, sabar. nanti mama juga pasti minta ber damai lagi dan kalau amarah gue masih ber lanjut mama nih pasti akan marah karena dia benci banget tuh sama yang nama nya ber kelahi atau ber tengkar." kata arima yang jengkel dan marah kepada airin


tanpa arima sadari tak sengaja mama arima melihat arima ber bicara sendiri lalu menyapa arima.

__ADS_1


" arima, kenapa kamu ber bicara sendiri?" tanya mama arima


" gak kenapa-napa kok ma cuma lagi mikirin sesuatu" jawab arima mulai agak ber sabar.


mama arima pun heran, biasa nya arima tidak mau memikir kan apa pun apalagi kalau tugas karena dia adalah anak yang pintar.


" sekarang anak mama udah gak mau cerita lagi ya sama mama kalau ada masalah nih ya, jadi sedih mama nih" kata mama arima berpura pura mau menangis.


" e - eh enggak kok ma, maksud arima bukan begitu mama denger dulu penjelasan arima" kata arima gugup dan takut.


" yaudah, mama kasih satu kali kesempatan buat arima ngomong kenapa arima merasa begitu takut dan terlihat gugup banget saat di tanya soal itu" kata mama arima curiga dan penasaran.


" kalau kamu gak mau kasih tau yaudah gak apa apa" lanjut bicara mama arima dengan akting tersebut.


" yaudah cepetan jawab" mama arima mencoba untuk tidak kesal.


" a - aku tadi berantem sama wanita yang pingsan itu" kata arima dengan gugup


" yaudah terus masalahnya apa?" kata mama arima nanya

__ADS_1


" kan aku berantem sama dia ma, kok mama gak marah sih" kata arima bingung.


" emang mama suka marah kalau kamu berantem apa lagi kalau sama yang tinggal satu rumah." kata mama arima.


arima mendengarnya dengan seksama.


" tapi kan, kalian baru pertama kali ketemu jadi kalau suka adu mulut karena beda pendapat atau yang lainya itu wajar dong kan baru pertama kali ketemu jadi gak tau perasaan satu sama lain" kata mama arima jelaskan pada arima.


arima pun terdiam. lalu arima pun berpikir sejenak dan mama juga bicara saat arima berpikir.


" arima kamu harus belajar untuk mencoba mengerti perasaan orang lain, maka orang lain juga akan mencoba mengerti perasaan kamu" kata mama arima memberikan penjelasan kepada arima.


" kamu mengerti ?" kata mama arima.


" aku mengerti ma" kata arima.


suasana di ruangan itu terdiam sunyi dan suasana sunyi tersebut di pecah kan oleh arima.


" ma, aku pergi ke atas dulu ya " kata arima.

__ADS_1


arima langsung pergi ke atas. dan mama pun tersenyum karena paham tas perkataan arima yang bilang ingin pergi ke atas.


note penulis : guys aku minta maaf banget karena udah lama enggak update dan gak ada crazy up nya sama sekali buat kalian yang baca. dan buat kalian yang baca makasih banget udah nungguin novel nya. thank you


__ADS_2