
arima mem basuh muka nya. lalu melihat ke cermin.
lalu dia langsung pergi keluar dari kamar mandi. dan langsung mengambil sisir yang ada di meja make up nya, setelah itu dia langsung menghampiri airin.
pov arima: apa aku pura - pura sedih aja ya?, biar dia menyesal ya supaya dia gak macem - macem lagi nih mau bohongi aku terus"kata arima sambil kesal.
" aku sisir ya rambut kamu" kata arima yang berbicara dengan suara sedikit besar dan suara agak - agak kecil.
airin merasa ber salah dan merasa sedih.
"maaf aku tau aku salah karena bohongin kamu. tapi.., kamu masih marah dengan aku kah?" kata airin dengan suara bersalah dan bersedih.
arima masih diam dan tidak menjawab sekali pun.
airin tidak tahu lagi bagaimana supaya arima tidak menangis lagi,karena airin sudah mencoba segala cara untuk menenangkan arima supaya tidak menangis lagi. seperti membujuknya,
tapi, disaat airin sedang memikirkan cara untuk supaya arima tidak marah lagi kepada dirinya. Ibu memanggil Arima dan Airin untuk turun ke bawah dan makan malam bersama.
"Airin, Arima... Ayoo turun ke bawah untuk makan malam bersama sama.
Jangan lama ya turun ke bawah nya karena mau makan malam bareng" Kata Ibu Memanggil mereka ber dua.
Airin melihat kamar mandi dan berjalan ke arah kamar mandi, dia pun memasuki kamar mandi untuk mengajak Arima turun dan makan malam bersama.
__ADS_1
"Arima.. ayoo kita turun dan makan malam. sudah di panggil oleh Tante kita ber dua" kata Airin yang masih merasa ber salah.
Lalu, Arima keluar dari kamar mandi dan bertemu dengan Airin yang menunggu nya di depan pintu kamar mandi. lalu Arima langsung melewati Airin dan langsung berjalan pergi. Airin bengong dan Ter diam di tempat.
" Tunggu apa lagi, ayo jalan ke bawah untuk makan malam' kata Arima dengan cuek dan dingin. Airin pun langsung terdiam
" A - ah iya ayo kita ke bawah" kata Airin yang langsung Ter sadar.
mereka pun ke bawah untuk makan malam bersama sama.
" kenapa lama banget turun nya?" tanya mama.
" ya... nggak kenapa Napa sih ma" kata Arima menjawab dengan perasaan cuek.
" enggak kok ma, aku nggak nangis kok, cuma tadi itu aku ngantuk jadi nya mata aku merah dan aku cuci muka deh" kata Arima menjawab sambil tersenyum paksa.
" oh kamu udah ngantuk kan, maka nya kamu cepet makan sudah itu langsung ke kamar ya" kata mama.
" baik ma" kata Arima.
" e - eh mama belum tau siapa nama gadis ini?" tanya mama.
" oh maaf Tante aku lupa memperkenal kan diri aku" kata Airin
__ADS_1
" nama aku Airin Tante aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, soalnya pas aku tadi tidur di rumah aku pas bangun nya langsung berada di taman Tante, jadi nya aku nggak tau rumah aku dimana Tante" jawab Airin yang langsung melanjutkan pembicaraan nya.
" oh.., kasihan banget kamu di campakkan oleh orang tua kamu pas kamu sedang tidur ya" jawab mama sambil merasa sedih.
" iya Tante inti nya kayak gitu" kata Airin.
seketika suansana hening, tak lama itu suasana tidak lagi hening karena di buka pembicaraan oleh mama.
" yaudah, kita lanjuut makan aja ya. sini mama ambilin arima nasi" kata mama
lalu, Arima langsung memberi mama piring yang sudah di ambil nya tadi. Dan Arima langsung mengambil piring dia yang sudah berisi nasi.
" sini piring ayah mama ambilin nasi nya, dan juga piring Airin Tante ambil kan nasi nya" kata mama
ayah lalu langsung mem beri piring ayah kepada mama.
ayah pun langsung mengambil piring nya untuk makan karena sudah ada nasi nya.
" loh, Airin mana piring kamu? Tante ambilin nasi nya" kata mama.
Airin agak ragu ragu untuk memberikan piring nya ke pada Tante. tapi pada akhir nya masih saja Airin memberikan piring nya kepada Tante.
lalu mereka makan bersama.
__ADS_1