
dalam perjalanan pulang mereka tak ada yang bersuara, mereka saling diam dan sibuk dengan pemikiran masing-masing.
aduh apa kata Jonathan kalau tau gue udah nikah, gak..gak.. gakk,, tidak ada orang yang boleh tahu soal pernikahan ini seru Zee dalam hati
"no..no" Zee menggeleng kan kepalanya cepat membuat Nikky mengalihkan pandangannya
" Ngapain??" ucap Nikky melihat kelakuan Zee
" gak " jawab Zee cuek.
mendapat jawaba itu Nikky kembali fokus menyetir
dasar anak kecil aneh ~batin Nikky
***
Nikky menghentikan mobilnya didepan sebuah gedung yang tinggi terlihat berjumlah 21 lantai.
" kamar apartemen ku di lantai 12 " ucap Nikky saat menghentikan mobilnya.
tak ada jawaban dari lawan bicaranya, ia menoleh ke samping
astaga,, dasar anak ini baru hari pertama sudah membuat ku susah ~keluh Nikky dalam hati
" hei anak kecil " Nikky membangun kan Zee sambil menepuk nepuk pipi Zee, namun Zee tak kunjung bangun.
tak ingin menunggu lama Nikky memilih memarkirkan mobilnya dan menggendong Zee menuju apartemen nya.
*ah anak kecil ini menyusahkan saja,mana berat lagi ~gerutu Nikky
__ADS_1
tapi kalau dilihat lihat anak ini manis juga saat tertidur,jauh dari tingkah menyebalkan nya dan juga juteknya saat dia bangun ~puji Nikky menatap Zee yang masih dalam gendongannya
ah tidak tidak, apaan sih yang sedang kupikirkan*, Nikky menggeleng kan cepat kepalanya
hampir tengah malam keduanya sampai di apartemen,jadi tidak ada orang yang melihat kedatangan keduanya.
Nikky membuka apartemen nya,
harus ku simpan dimana anak ini, tidak mungkin kubawa ke kamar, tapi kemana.. disini cuma ada dua kamar dan yang satunya sudah ku jadikan ruang lukis
sementara Nikky sibuk dengan pikirannya, Zee yang masih dalam gendongannya tiba tiba terbangun dan berteriak
"aaaakhh" teriak Zee. Nikky yang terkejut langsung menjatuhkan Zee
" aww,, sakit " Zee meringis, namun Nikky tak menggubris, dia memilih masuk ke kamarnya dan meninggalkan Zee.
" heh.. berisik " Nikky melempar bantal dan selimut ke wajah Zee yang masih terduduk di lantai
" kamu tidur di sofa " ucap Nikky lalu menutup pintu kamar.
" heh, enak saja kamu.. gak. aku gak mau tidur di luar " teriak Zee lalu berdiri dan menggedor pintu kamar Nikky
" heii bukaaa " teriak Zee yang masih menggedor pintu kamar Nikky
" berisi banget sih " kata Nikky kesal sembari membuka pintu kamarnya, hal itu membuat Zee kembali terjerembab ke lantai
" awhh" Ringis zee lagi saat terjatuh
" tega banget sih , dasar om om kejam " teriak Zee pada Nikky, tapi lagi lagi dia diabaikan.
__ADS_1
Nikky masuk dan membiarkan Zee terus mengomel disana
" pokoknya aku gak mau yah tidur di luar " ucap Zee mengikuti Nikky masuk ke dalam kamarnya
melihat Nikky terus mengabaikan nya Zee menjadi kesal.
" omm,, om dengar gak sih " Zee lebih meninggikan suaranya.
" berhenti panggil saya Om , atau kamu tidur di lapangan sana " ancam Nikky
" Iyya,, Iyya.. " Zee naik ke kasur Nikky
" hai, mau apa kamu? " Nikky menarik Zee dari kasurnya
" tidur lah om ,ehh ". Zee menutup mulutnya dengan satu tangan
" gak ada,, gak ada.. ini kasurku " ucap Nikky
" trus aku tidur dimana?? " tanya Zee
" ya terserah, pokoknya gak disini "
" apa susah nya sih, ini kasur luas kali. kamu tidur disani aku tidur disini ". Zee memberi pembatasan di pertengahan kasur itu
" lagian juga apartemen kok cuma ada satu kamar" lanjut Zee
" ya terserah dong, apartemen apartemen siapa, kok kamu yang atur" Nikky ikut berbaring di samping Zee yang sudah di beri pembatas guling
" huuhhh , dari tadi kek.. kan gak usah ribut ribut dulu " gumam Zee saat melihat Nikky yang tidur membelakangi nya.
__ADS_1