Mencintaimu Adalah Seni

Mencintaimu Adalah Seni
Episode 06 : Keluarga Wijaya


__ADS_3

Nikky membuka matanya melihat seorang gadis sudah ada di hadapannya, sempat ia ingin berteriak karena seorang yang terlelap di hadapannya itu tapi kembali ia ingat bahwa orang itu adalah gadis bodoh yang dinikahi nya semalam


" Kalau saja kau tak cerewet dan manja, kau itu begitu cantik " Nikky membelai wajah Zee dengan tangan ia terus menikmati pemandangan baru yang ada di hadapannya.


jedughh


tendangan keras tepat diperut Nikky


" Awhh..!! " ringis Nikky


" Apa-apaan sih kamu! bangun bangun udah nendang " gerutu Nikky yang sudah tersungkur di lantai


Zee menyeringai, " Lah, siapa suruh ngambil kesempatan dalam kesempitan, pake pegang- pegang pipi mulus ku ini " cibir Zee


" Huhh " Nikky mengembuskan nafas beratnya


nyesel aku tadi muji dia ~ batin Nikky


Nikky berdiri mengambil hp nya yang sedari tadi berbunyi sejak perdebatan mereka


*ya halo


" .....


oke , sejam lagi saya akan sampai*


Nikky mematikan sambungan nya lalu masuk kamar mandi


" Huh, dasar sok sibuk ! " Zee mendengus


tak cukup 10 menit Nikky sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut kan handuk yang terlilit di pinggangnya, tentang saja ini menarik perhatian Zee


" Hei, gak usah segitunya juga liatnya, tau kok tubuh gue itu sexi. mau pegang?? " Nikky mendekati Zee dan menarik tangan nya ke perut Nikky


" cihh, Pe-De banget om " Zee berdecih menarik kasar tangannya


" Emang kenyataan kok " Nikky berjalan ke lemari dan mengambil baju disana tak lupa memakai nya disana


" Hei,, apa-apaan sih om, kok gantinya disitu sih, gak malu apa ada gadis disini " kata Zee histeris melihat Nikky berpakaian dihadapannya, dan ini kali pertama dia melihat laki-laki berpakaian tepat didepan matanya


" Lah, situ istri aku kok, jangan kan liat, mau kamu rasakan juga ku kasi " jawab Nikky santai dan tetap melanjutkan kegiatannya


Wajah Zee mulai memerah karena malu dan memilih bersembunyi kedalam selimut ,dia tak lagi peduli dengan kicauan Nikky


" Dasar om-om aneh!! " omel Zee dalam selimut

__ADS_1


Nikky tersenyum penuh kemenangan melihat Zee yang terus mengomel dalam selimut


haha, anak kecil disuguhkan yang indah-indah malah sembunyi ~ Nikky tertawa dalam hati


" Nih, mandi sana !! " Nikky melempar handuk ke arah Zee yang masih setia didalam bungkusan selimut


" Siap-siap sekarang atau ku tinggal disini sendiri! " ancam Nikky kemudian


Zee menyibak selimut kasar " Eh mau kemana?? " tanya Zee yang duduk ditengah kasur dengan penampilan rambut yang acak-acakan


" Mau kerja lah, mau kemana lagi " balas Nikky lalu keluar kamar


" Huh " Zee beranjak dari kasur hendak ke kamar mandi,tapi langkahnya terhenti


" Ah, aku melupakan sesuatu " Zee berlari keluar kamar mengejar Nikky yang hendak ke dapur, menyadari hal itu Nikky segera berbalik


" Di lemari ada paper bag coklat, isinya baju untuk kamu, lengkap dengan dal*mannya " jelas Nikky seakan tahu apa yang akan di tanyakan Zee. semalam Nikky memang terbangun dan menerima kiriman dari momynya Zee, karena tahu Zee tak membawa apa apa saat pergi bersama Nikky


" huhh,, gak usah pake sebut dal*mannya segala kali " gerutu Zee lalu kembali ke kamar


" 5 menit yah ! " teriak Nikky dari luar


ah mana ada perempuan dandan 5 menit, 5 jam Iyya , ~gumam Nikky


***


huh, siapa juga yang mau dikenal sebagai suami mu, gerutu Nikky saat Zee memintanya untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang pernikahan mereka


" Kuliah mu selesai jam berapa ? " tanya Nikky saat Zee hendak keluar, tapi tak di sauti oleh Zee hanya tatapan penuh tanya yang diekspresikan nya


" Aku akan menjemputmu, nanti siang Dady akan pulang dari rumah sakit, dia meminta kita pulang kerumamu" jelas Nikky yang mengerti atas kebingungan Zee


" Oh." balas Zee lalu meninggalkan Nikky yang sudah siap melajukan mobilnya.


" Accyeee, diantar suami.." ledek Vina saat Zee sudah ada di dekatnya, meskipun diturunkan lumayan jauh dari kampus, tanpa disadari Zee Vina sedari tadi memperhatikan mereka


" apaan sih lu !! " balas Zee, lalu berjalan meninggalkan Vina


" Udah malam pertama belum?? " tak henti-hentinya Vina mengejek Zee


" Siapa yang malam pertama? " tiba-tiba suara dari belakang mengagetkan mereka, dia adalah Jonathan sahabat juga orang yang menyukai Zee, yang diam-diam juga Zee menyimpan rasa terhadap Jhon,tapi karena tahu Vina juga menyimpan rasa terhadap Jhon jadilah meraka hanya menyimpan perasaan masing-masing.


Vina dan Zee berbalik kearah sumber suara


"eh,, bukan siapa-siapa kok " Jawab Vina gugup

__ADS_1


" Oh, yaudah masuk yuk! " ajak Jhon pada Zee dan Vina sambil merangkul keduanya


***


di rumah keluarga Wijaya


semua keluarga Wijaya dan keluarga Aditama sudah berkumpul menanti kedatangan pengantin baru siapa lagi kalau bukan Nikky dan Zee.


setelah kepulangan Zee kemarin dari rumah sakit Chandra Wijaya daddy nya Zee menelfon keluarga besar mereka bahwa Zee telah menikah dan akan mengadakan syukuran kecil-kecilan di kediaman Chandra Wijaya, dokter sendiri telah mengizinkan Chandra untuk kembali karena memang kondisinya tidak terlalu parah.


" Mama.. mama.. kakak Zee sama kakak baru kapan akan datang ? " celetuk Nayla adik sepupu Zee


" Iyya nak!!, sementara lagi mereka akan datang " tutur Mirna istri Bram Wijaya adik bungsu Chandra Wijaya


" Nayla udah gak sabar yah mau ketemu kakak baru " saut Arman Wijaya kakek Zee yang merupakan orang yang paling dituakan di keluarga Wijaya. Nenek Zee sendiri yang merupakan istri Arman sudah meninggal saat Zee baru di lahirkan.


" Iyya dong kek,, kan enak punya kakak baru semoga saja tidak menyebalkan seperti kak Vian, gak asyik banget diajak main " tambah Nayla yang membuat Vian yang sedari tadi diam di ruangan itu ikut bicara


" Dihh, mana ada yang mau main sama kamu, suami Zee saja tidak akan mau main sama kamu " sambar Vian yang juga merupakan sepupu Zee dan Nayla. kakak dari Vina


" Ih, kak Vian saja yang menyebalkan " sargah Nayla karena tak terima dengan apa yang dikatakan Vian


" Aduh Vian, kamu itu anak 8 kau ajak bertengkar, ingat umur Vian!! kamu itu sudah pantas menikah, masa kamu kalah sama adik sepupumu itu, " saut Ravindra Wijaya ayah Vian dan Vina


" Iya Vian,, mama juga mau tuh supaya punya menantu seperti kakak ipar " tambah Rika ibu Vian yang membetulkan perkataan suaminya.


" Ma.. Pah, apaan sih Vian itu masih kecil, kenapa disuruh menikah " Vian pura-pura memelas


platak


" Duhh,, sakit pah!! " Ringis Vian


" kamu itu sudah hampir kepala tiga, masih saja berfikir kalau kau masih kecil.. aduh Mah, anak kamu itu bagaimana sih !! " cerocos Ravindra


" anak papah tuh! " elak Rika tak ingin mengakui jika vian itu anaknya.


" huh kalian! , biar pak Yono saja jadi orang tuaku " ketus Vian meninggal seluruh keluarga yang masih di ruang tengah, sentara yang lainnya tertawa dengan tingkah Vian yang mengambek karena tidak diakui oleh kedua orang tua nya meskipun hanya bercanda.


" Huh, masih saja seperti anak kecil " ujar Arman


" Siapa yang seperti anak kecil " suara dari luar mengalihkan perhatian mereka.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2