
Lebih dari sepuluh menit kemudian, Corey keluar dari kamar mandi.
Dia mengenakan setelan barunya. Setelah selesai sarapan bersama Roselyn. Wanita itu akhirnya pergi.
Berbaring di kursi, Corey memeriksa ponselnya untuk melihat apakah ada rumah yang bisa dia beli.
Dia berniat membeli rumah baru secepatnya.
Setelah memeriksa informasi yang relevan sepanjang hari, Corey masih belum menemukan yang memuaskan dirinya.
Beberapa rumah terletak di daerah miskin, sementara beberapa tidak lengkap perabotannya.
"Ya Tuhan, ini benar-benar merepotkan."
Corey menggelengkan kepalanya dengan sedih.
Pada Malam harinya, ia tertidur setelah makan malam. Pria itu tidak bangun sampai keesokan harinya.
Lalu seperti pagi sebelumnya, dia terlebih dahulu log in.
"Sistem, log in.”
[Selamat, Tuan Posner, Anda telah berhasil masuk.]
[Item yang diperoleh: kepemilikan Brightness Neighborhood]
Mendengar ini, Corey dibuat tercengang seperti pagi sebelumnya.
Apa yang terjadi?
Apa artinya ini?
Corey memiliki ekspresi aneh di wajahnya.
Dia bertanya-tanya, "Aku mendapatkan restoran itu? Apa ini benar?"
Tepat ketika dia merenungi apa yang ia dapatkan, sebuah panggilan telepon masuk.
Suara dari telepon berkata, "Halo, ini dari departemen penjualan di Brightness Neighborhood. Apakah Anda Tuan Posner?"
Corey terkejut mendengarnya.
Kemudian dia berkata, "Ya, saya sendiri.
Suara itu melanjutkan, "Baik, Pak Posner. Sertifikat properti rumah Anda sudah siap. Lalu, kapan Anda punya waktu untuk datang ke sini dan mengambil sertifikatnya?"
Tanpa ragu-ragu, Corey menjawab,
"Tolong kirimkan alamatnya pada saya. Saya kebetulan luang hari ini."
Suara itu berkata, "Baik, Tuan Posner."
Kemudian telepon itupun mati.
Segera sebuah pesan langsung dikirim ke ponsel Corey.
Melihatnya, Corey mengangguk puas.
Kemudian dia menelpon Roselyn.
"Ya, Pak Posner?" Kata Roselyn di telepon.
Corey bertanya, "Roselyn. Apa kamu sudah membeli mobil bisnis yang aky minta?"
Corey harus segera mengambil semua sertifikat properti rumah dari seluruh tempat kali ini.
Jadi akan merepotkan baginya jika dia mengendarai Pagani.
Corey kebetulan meminta Roselyn untuk membelikan mobil bisnis untuknya sebelumnya. Akan lebih mudah dengan kendaraan itu untuk membawa sertifikat itu.
Roselyn menjawab, "Sudah, Tuan Posner, sekarang mobil itu ada di sini."
"Baik, bawa ke rumahku. Aku membutuhkannya sekarang."
Corey mengangguk dan berkata dengan tenang.
"Baik, Pak Posner."
Setelah menutup panggilan telepon, Roselyn mengendarai mobil langsung ke kawasan tempat tinggal Corey.
Mobil ini adalah sebuah MPV Volkswagen dengan dekorasi mewah di dalamnya.
Tapi sekarang Corey tidak punya waktu untuk itu.
__ADS_1
Sertifikatnya jauh lebih mendesak.
"Ayo pergi ke Brightness Neighborhood."
Corey berkata dengan tenang
"Siap, Tuan Posner.”
Roselyn mengangguk dan bertanya pelan, "Apakah Anda memiliki rumah di Brightness?"
Roselyn mengenal Brightness Neighborhood, yang merupakan salah satu lingkungan kelas atas di Kota Misedian.
Itu terletak di jantung Kota Misedian, dan ada sekolah menengah atas di dekatnya.
Harga rumah sudah mencapai 1000 dolar per kaki persegi.
"Ya." Corey mengangguk, "Aku punya beberapa rumah di sana."
Tak lama, mereka tiba di departemen penjualan Brightness Neighborhood.
Mereka turun dari mobil bersama.
Corey memutar nomor manajer departemen penjualan. Segera manajer datang kepada mereka dengan tergesa-gesa.
Manajer berkata, "Selamat datang, Tuan Posner. Saya Marlin Charlie. Sayalah yang berbicara dengan Anda di telepon tadi."
Corey tersenyum tenang dan berkata, "Senang bertemu denganmu, Tuan Charlie."
Marlin terkejut.
Dia tidak pernah berpikir bahwa dia adalah pria muda yang akan mengambil alih seluruh Brightness Neighborhood.
"Tuan Posner, Anda benar-benar sukses di usia yang begitu muda. Silakan masuk.”
"Terima kasih."
Ketiga orang itu masuk ke kantor Marlin.
Mereka melihat lantai kantor ditempati oleh banyak barang-barang.
Ada seratus bundel sertifikat properti rumah mewah, menempati hampir setengah dari kantor.
Manajer memberi tahu Corey dengan lugas.
Corey mengangguk.
"Bagus sekali."
Meskipun melihat lebih dari seribu sertifikat, Corey mengangguk dengan tenang.
Manajer melanjutkan pidatonya, "Ketika Anda membeli lingkungan ini, nilai totalnya adalah 0,8 miliar pada waktu itu. Tapi sekarang, total nilainya sudah pasti melonjak jauh, mencapai 1,9 miliar."
Corey merasa terkejut dengan peningkatan seperti itu.
1,9 miliar!
Harga rumah naik hampir dua kali lipat. Ini benar-benar luar biasa!
Untuk sesaat, Corey terdiam.
Benar-benar tercengang, Roselyn berdiri diam.
Sekarang dia tahu mengapa Corey memintanya untuk mengemudikan Volkswagen MPV ke sini.
Itu bukan untuk negosiasi bisnis. Alasannya adalah kerena Supercar Corey tidak bisa membawa begitu banyak sertifikat.
Roselyn ingat apa yang dia tanyakan pada Corey dan betapa tenangnya Corey menjawab, bibirnya berkedut parah.
Hanya beberapa rumah?
Tidak, pria itu memiliki segalanya!
"Begitukah cara orang kaya membeli rumah? Aku sangat iri."
Roselyn mengeluh pada dirinya sendiri.
Mendengar itu, Marlin juga kaget.
Bagaimanapun, properti itu bernilai 11,5 miliar!
Jika itu dibagikan dengan sekelompok orang, itu mungkin tidak terlalu berlebihan.
Tapi, jika itu semua milik satu orang.
__ADS_1
Terus terang, ini adalah pertama kalinya Marlin menyaksikan adegan seperti itu sejak dia memulai pekerjaan ini.
Setelah melalui prosedur panjang itu, Corey berkata, "Tolong bantu aku memilih rumah. Aku memutuskan untuk tinggal di sini."
Berpikir sejenak, Marlin menjawab. "Tuan Posner, kami sudah memikirkannya sebelumnya. Jadi, kami telah memesankan penthouse di gedung kelima belas khusus untuk Anda. Seluruh lantai adalah satu rumah. Apa lagi, rumah itu didekorasi dengan teliti, yang terbaik di antara yang lain di tempat ini!"
Sebuah penthouse berarti hanya akan ada Corey yang tinggal di lantai itu.
Mendengar kata-katanya, Corey Posner mengangguk setuju.
"Bagus, itu dia. Aku akan tinggal di sini."
Mengambil kunci, Corey hendak memindahkan semua sertifikat properti ini.
"Pak Posner, bolehkah saya bertanya?" Marlin menyela. "Bagaimana Anda akan menangani rumah-rumah ini? Apakah Anda akan menyewa atau menjualnya?"
Corey berpikir selama beberapa detik.
"Menyewa."
Bagaimanapun, dia memiliki kekayaan satu miliar. Dia tidak membutuhkan lebih banyak untuk sekarang.
Marlin bersorak dengan ini.
Dia melanjutkan. "Pak Posner, karena properti Anda dekat dengan sekolah, permintaannya sangat tinggi. Setiap hari, banyak calon pembeli yang menelepon. Jika Anda pilih menyewakannya, saya akan memperkenalkan beberapa agen yang saya kenal kepada Anda jika saya mendapatkan kepercayaan Anda. Bagaimana jika kita pergi untuk berbicara dengan mereka?"
Corey mengangguk setuju dan berkata, "Baik, Anda bisa mendiskusikan ini dengan sekretaris saya."
Tiba-tiba, Marlin tersenyum dengan mulut terbuka lebar.
Tidak termasuk rumah yang akan ditinggali Corey, masih ada 1.199 rumah yang tersedia untuknya.
Dia adalah satu-satunya agen properti ini.
Dengan begitu banyak rumah, dia akan menghasilkan banyak uang.
Pada saat ini, Marlin dipenuhi dengan kegembiraan.
Adapun Corey, dia mempercayakan ini kepada Roselyn.
Dia membawa sertifikat ini dari departemen penjualan ke mobilnya, memasukkannya ke mobil, dan pergi ke rumahnya di sini.
Mengemudi ke garasi bawah tanah, Corey, Marlin, dan Roselyn bekerja bersama membawa sertifikat itu ke rumah barunya.
Setelah selesai, dia mulai memeriksa rumah itu.
Penthouse ini harus dimasuki melalui lift dalam ruangan, yang mengarah ke aula raksasa, hampir enam puluh meter persegi.
Terlebih lagi, ada balkon yang memanjang di satu sisi, menawarkan sudut pandang yang fantastis.
Berdiri di balkon, orang bisa memiliki pemandangan panorama baru di timur Kota Misedian.
"Wah! Ini terlalu tinggi!" Terkejut, Corey tersentak.
Dia kemudian mondar-mandir di sekitar rumah besar ini.
Setelah pengamatan yang cermat, Corey dikejutkan oleh temuan baru.
Semua dekorasi properti seluas 260 meter persegi ini memiliki standar tingkat atas.
Meskipun rumah-rumah di komunitas ini telah direnovasi secara seragam, yang satu ini disediakan untuknya.
Dekorasi dirancang dengan hati-hati.
Selain itu, peralatan dan perabotannya adalah yang terbaik.
Misalnya, sofa tempat dia duduk berharga puluhan ribu dolar.
Tiga puluh menit berlalu. Corey melemparkan dirinya ke tempat tidur, masih menikmati kegembiraan.
"Yeyy! Aku adalah tuan rumah ini mulai hari ini! Tidak ada waktu untuk lagi! Ayo cepat!"
Setelah bergumam pada dirinya sendiri, Corey bangkit dari tempat tidur.
Dia naik taksi ke rumah lamanya.
Dia mengemasi barang-barang dengan kasar.
Kemudian dia mengakhiri sewanya apartemen itu sebelum kembali ke rumah barunya.
Dia berjalan satu langkah lagi dan mulai lebih mengenalnya.
Hari sudah larut.
__ADS_1
Keesokan harinya, sepupunya yang lebih muda tiba di Kota Misedian