
Mendengar kata-kata Corey, Halsey merasa sangat geram, ekspresinya seketika berubah suram.
"Bung, apa kamu mempertaruhkan lehermu?!"
Orang yang lewat memasang ekspresi aneh.
Lingkaran hitam Halsey memang terlalu menonjol. Membuat kspresinya terkesan jelek, yang kemudian dia menoleh ke penjaga keamanan dan berkata.
"Keamanan! Orang ini membuat masalah di sini. Jika dia berani masuk, tendang bokongnya!"
Seketika, kedua satpam itu menatap Corey dengan tatapan agresif.
Melihat adegan ini, Corey hanya bisa menghela nafas. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Neal.
"Tuan Posner, apakah Anda sudah ke sini?" Suara hormat Neal terdengar di telepon.
"Ya, aku di sini. Hanya saja seorang pria menyuruh penjaga keamanan untuk menendang bokongku jika aku masuk."
Corey berkata dengan acuh tak acuh.
Mendengar kata-kata Corey, Neal berkeringat dingin. Dia mengambil napas dalam-dalam. Dia tidak tahu siapa yang begitu berani. Siapa yang begitu berani sehingga dia akan menendang bokong Corey jika Corey masuk?
Kemudian, Neal menyadari bahwa itu adalah masalah serius.
Dia buru-buru berkata. "Pak Posner, beri saya waktu lima menit. Tidak, satu menit! Saya akan segera menjemput Anda."
"Aku ingin kamu berada di depanku dalam satu menit."
Setelah dia menutup telepon, Judy berkata dengan jijik. "Corey, hentikan. Aku tidak tahu kamu bisa membual.”
Sebaliknya, Corey hanya melirik Judy dengan dingin tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Halsey mencibir dan mengeluarkan dua uang kertas.
Dia melemparkan uang kertas ke penjaga keamanan dan berkata. "Ingat! Jika orang ini berani masuk, tendang saja dia!
"Siap!"
Seketika, dua penjaga keamanan mengawasi Corey.
Halsey memandang Corey dan berkata.
"Saya ingin tahu tentang bagaimana kamu akan masuk.”
Beberapa saat kemudian...
Neal berlari ke bawah dengan tergesa-gesa.
Ketika dia tiba di pintu lift, seorang pria paruh baya yang gemuk keluar dari lift. Ketika pria itu melihat Neal terburu-buru, dia bingung.
"Mr. Booker, saya mencari Anda. Tapi kenapa Anda terlihat buru-buru?"
"Oh, Maaf! Tuan Carter."
Pria paruh baya itu adalah presiden Secure Vincent Carter.
"Apa ada yang bisa saya bantu?" Neal berjalan ke lift dan menekan tombol ke lantai dasar.
Vincent menjawab sambil tersenyum. "Mr. Booker, saya ingin tahu apakah Anda bisa memberi saya beberapa hari lagi untuk menaikkan sewa musim depan."
Neal mengerutkan kening dan berkata.
"Bagaimana dengan ini? Saya harus bertemu bos baru. Bisakah Anda bisa ikut dengan saya? Anda bisa membicarakan biaya sewa langsung dengan bos. Lalu Karena Anda telah membayar sewa tepat waktu selama beberapa tahun terakhir, ini seharusnya tidak menjadi masalah."
Mendengar kata-katanya, Vincent terkejut.
Ada pemilik baru Jalan Komersial Emas?
__ADS_1
Itu adalah hal yang luar biasa bagi semua para penyewa. Lagi pula, pemilik baru berarti penyesuaian sewa kedepannya untuk mereka.
Adapun penyewa seperti dia yang menyewa seluruh lantai, jika sewanya naik, mereka harus membayar sepuluh ribu dolar lebih per bulan.
Jadi, Vincent mau tak mau harus ikut.
Pada saat ini, mereka tiba di lantai dasar. Segera setelah itu, Neal bergegas keluar. Melihat adegan ini, Halsey senang di dalam hatinya.
Dia memandang Corey dan berkata.
"Jika saya jadi kamu, aku akan pergi sekarang juga. Lihatlah! Bahkan sampai Manajer umum gedung ini datang. Jika dia melihat sepatumu itu. Dia mungkin akan mengirimmu ke polisi karena kamu telah merusak citra Gedung Emas."
Mendengar kata-katanya, orang yang lewat juga tertawa geli."
Namun, Corey masih tenang.
Melihat ekspresi tenang Corey, Halsey langsung naik pitam.
Sementara itu, Neal bergegas keluar, dan Halsey berteriak. "Tuan Booker, pria ini adalah mantan pacar dari pacar saya. Tapi dia malah membuat masalah di sini, hari ini. Cepat suruh penjaga keamanan mengusirnya."
Namun...
Tiba-tiba ekspresi Neal berubah panik.
Baru saja, dia mengenali wajah Corey. Bagaimanapun, dia telah melihat fotonya di berkas Corey sebelumnya.
Namun ketika dia melihat Corey secara langsung, dia bahkan lebih terkejut.
Corey tampak lebih muda dari yang ada di gambar.
Neal menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan suara rendah. "Tuan Vincent, tolong kendalikan putra Anda sekarang!"
Saat berikutnya, Neal buru-buru membungkuk pada Corey dan berkata dengan hati-hati.
"Mr. Posner, saya minta maaf. Seharusnya saya datang lebih awal."
Setelah itu, semua orang yang melihatnya menjadi gempar.
Apa yang sedang terjadi?
Bukankah Corey hanyalah pencundang dengan sepatu jeleknya?
Tapi sekarang, sepertinya ini tidak benar.
Semua orang membuka mulut mereka karena terkejut.
Judy dan Halsey juga diam, tercengang.
Pada saat ini, Vincent juga bergegas dengan marah dan bersuara yang keras. Ia menampar wajah Halsey, putranya.
"Bocah tolol!"
Vincent terlihat kesal, dia melebarkan matanya karena marah.
"Ayah?" Halsey tercengang dan kemudian dia menangis.
Ya, itu bukanlah melebih-lebihkan, pria sok keren itu memang benar-benar menangis seperti bocah.
"Ayah menamparku! Ayah sebelumnya belum pernah melakukannya. Jadi kenapa?!"
"Apa kamu tidak tahu apa yang telah kamu lakukan? Mengapa kamu menghina Tuan Posner?"
Vincent sangat marah. Ketika dia melihat Halsey, dia langsubg mengerti segalanya. Putranya yang tidak berguna ini menyinggung bos baru.
Mendengar kata-kata Ayahnya, Halsey merasa bingung.
"Ya! Aku memang nenghinanya. Lalu kenapa? Corey bukanlah siapa-siapa. Tapi Kenapa Ayah malah berpihak padanya?"
"Bukan siapa-siapa?" Vincent sangat marah seakan dia hampir mengalami serangan jantung. Lalu dia lanjut berteriak, "Halsey, apa kamu gila?! Tuan Posner adalah pemilik Golden Commercial Street. Apa kamu tahu berapa banyak yang bisa dia dapatkan dari sewa tempat ini?! Hampir satu miliar dolar per tahun! Jika dia saja bukan siapa-siapa, lalu apa ayahmu ini?"
__ADS_1
Seketika, semua orang bergosip.
Pemilik Golden Commercial Street?
Pendapatan tahunan dari sewa mendekati satu miliar.
Kata-kata Vincent mengejutkan semua orang yang melihat, lalu cara pandangan mereka ke arah Corey perlahan berubah. Mereka mulai memandang Corey dengan rasa hormat.
Namun, Judy berteriak dengan suara tajam tak percaya.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin! Dia hanya seorang tukang sepatu yang malang. Bagaimana dia bisa menjadi pemilik Golden Commercial Street?"
Judy berdiri di sana dan berteriak dengan segenap jiwanya.
Neal yang berdiri di samping, mencibir.
"Tuan Posner memang pemilik Jalan Komersial Emas. Semua hak jalan ini adalah miliknya."
Setelah kata-katanya, semua orang terdiam.
Judy tercengang.
"Apakah ini nyata?"
Selama bertahun-tahun, dia tidak mengetahui bahwa Corey adalah orang yang sangat kaya.
Saat ini, Judy tampak seolah-olah meleleh karena rasa malu.
Dia dulu memiliki miliarder di sisinya. Jika dia tidak memandang rendah, dia akan menjadi istri seorang miliarder.
Judy menyesal, sebuah penyesalan tak berujung melonjak melalui dirinya.
Tidak! aku masih punya kesempatan. aku sudah bersama Corey selama empat tahun. Dia pasti masih menyimpan perasaan padaku. Jika kita bisa kembali bersama, aku masih bisa menjadi istrinya.
Memikirkan hal ini, Judy segera berkata kepada Corey. "Corey, aku salah sebelumnya. Aku mohon! Ayo kita kembali bersama."
Dengan itu, dia berlutut.
Melihat adegan ini, Corey merasa jijik. Sejak dia dicampakan wanita ini, dia tidak merasakan apa-apa selain jijik padanya.
Jadi, dia mengabaikannya dan berkata. "Sekarang, bolehkah saya masuk?"
"Tuan Posner, silakan."
Para penjaga keamanan tersenyum malu dengan tatapan merunduk dan menyambut Corey.
"Terima kasih. Ketika saya keluar maupun masuk kesini lagi. Saya tidak ingin apapun menghalangi saya."
Dengan itu, Corey melangkah ke dalam gedung.
"Mengerti, Tuan Posner!"
Setelah Corey memasuki gedung, dua penjaga keamanan itu berjalan di depan Judy dan Halsey. "Kalian berdua, Tuan Posner tidak ingin melihat kalian lagi. Anda dapat pergi sendiri atau kami dapat mengusir kalian dengan paksa."
Mendengar ini, Halsey berbalik dan pergi dengan ekspresi suram.
Judy tampak malu. Dia berdiri dan buru-buru mengejar Halsey, berteriak.
"Tunggu aku, Sayang!"
"Minggir, ******!"
Melihat Judy, hanya membuat Halsey semakin marah. Dia mengulurkan tangannya dan menampar Judy dengan keras.
Usai ditampar, wajah Judy bengkak.
"Kamu hanyalah mainan bagiku. Tinggalkan aku sendiri, ******!"
Dengan itu, Halsey pergi.
__ADS_1
Diterpa angin, Judy berdiri linglung. Kali ini, dia kehilangan mantan pacar dan juga pacarnya saat ini.