Mengandung Anak Kakak Ku

Mengandung Anak Kakak Ku
Bab 1 Pengenalan Tokoh


__ADS_3

Arin Setya umur 19 tahun,anak periang ,cepat akrab dengan orang baru,tinggi 155cm, anak ketiga dari 4 bersaudara.


Hidup bersama nenek dari kecil hingga sekarang,menjadikan dia kurang kasih sayang orang tua.


Awan umur 22 tahun kakak kedua Arin yang tinggal bersama mereka, pekerja keras,Suka mabuk* kan.


Tina kakak pertama Arin umur 25 tahun ,Suka ceplas-ceplos ,tapi juga baik hati .


Sudah berumah tangga dan memiliki 2 anak laki-laki.


Niel umur 11 tahun adik tiri Arin anak dari ayah kedua Arin,yang di hasil kan dari pernikahan ibu Arin setelah meninggalkan 3 anak nya.


Nek Retno nenek dari Arin yang mengurus Arin dari bayi hingga sekarang,seorang petani biasa yang harus membesar kan anak dan ketiga cucunya ,karena dari kecil mereka sudah di tinggal pergi ibunya .

__ADS_1


Tian umur 19 tahun pacar dari Arin ,mereka sudah berpacaran selama 1 tahun setengah,tapi karena Tian bekerja di luar kota maka mereka terpaksa LDR.


Widi umur 20 tahun sahabat Arin dari dulu sahabat yang menemani Arin, tempat berbagi cerita dan keluh kesah nya selama ini.


Walau mereka jarang sekali bertemu tapi komunikasi tetap lancar,karena Widi itu sosok yang hangat dan humoris.


Susan sahabat Arin dari sekolah tapi jarang bertemu karena dia sibuk dengan sahabat baru nya.Bisa di bilang kalau butuh mendekat tapi kalau tidak butuh ya menjauh,dia sosok sahabat yang tidak baik .


Jaka sahabat Arin yang selalu setia walau dia suka Arin tapi di tolak dia tidak pernah marah,yang ada dia tetap ada untuk Arin menganggap Arin adik perempuan sendiri.


^^^Pagi itu suasana desa sangat sejuk tapi tidak seperti suasana hati Arin yang sedang gundah,kala melihat perubahan pada tubuh nya yang tidak seperti biasa .Tapi tetap dia menepis pikiran buruk itu ,dia berpikir bahwa dia sedang kambuh lambung nya saja.^^^


'Kenapa ya badan ku kok rasanya kaya gini gak seperti biasa?apa jangan-jangan aku !ah tidak paling juga sedang kambuh lambung ku saja' batin Arin

__ADS_1


"Kamu kenapa Rin?"tanya Nek Retno.


"Gak papa kok Nek"jawab Arin sambil tersenyum.


"Tapi kog kamu pucat sih Nok ,kenapa bilang sama nenek jangan di pendam sendiri?"tanya Nek Retno yang masih belum puas .


"Bener Nek gak papa kog paling cuma mag ku kambuh Nek,kan nenek tau kalau Arin suka telat makan pasti langsung kambuh"jawab Arin meyakinkan sang nenek.


"Ya udah makan yang bener trus nanti minum obat ya jangan di biarkan berlalut-larut gak baik!" kata nenek menasehati Arin sambil mengelus rambut nya.


"Siap Nek" jawab Arin sambil hormat.


Nek Retno pun berlalu pergi ke meja makan untuk minum teh panas yang di buat Arin tadi,sambil menunggu matahari terbit untuk ke ladang beraktivitas seperti biasa.Walau Nek Retno sudah di usia senja tapi tetap pergi ke ladang karena kalau berdiam di rumah tidak betah,walau hanya cari rumput untuk pakan kambing milik orang tapi Nek Retno tetap semangat.

__ADS_1


__ADS_2