
Hari yang telah di sepakati oleh Arin dan Nek Retno pun tiba,yaitu Arin pergi ke rumah budhe nya untuk sementara waktu, walau usia kehamilan Arin belum besar dan terlihat tapi hampir semua orang sudah tahu kalau Arin hamil.Dengan berat hati Arin pergi sebentar kerumah budhe,Arin pun berpamitan kepada sang nenek.
''Nek,Arin berangkat ya,jaga kesehatan,jangan telat makan,dan jangan banyak pikiran, maaf kalau Arin bikin beban nenek''kata Arin dengan derai air mata.
''Sudah kamu jangan pikirkan nenek Rin,yang penting kamu tenang dulu ,nurut sama budhe di sana jangan bandel'' nasihat Nek Retno kepada Arin
''Iya Nek kalau gitu Arin berangkat dulu Nek sama Paman , assalamualaikum ''salam Arin sambil berjabat tangan.
'' Wallaikumsallam hati-hati,jangan kebut-kebutan ''pesan Nek Retno kepada sang putra.
''Siap buk''jawab Suryo.
...----------------...
Dalam perjalanan menuju ke kota K yang memakan waktu sekitar satu jam lebih itu hanya di isi oleh keheningan,karena Arin banyak melamun pikiran berkelana ke mana-mana,dan sang Paman fokus mengendarai motor nya .Di tengah perjalanan mereka berhenti di pom bensin untuk mengisi bahan bakar dan beristirahat sejenak, karena karena suasana saat itu mendung dan jalan licin setelah hujan.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai setelah Maghrib,setelah memarkirkan motor Arin dan paman Suryo pun masuk kerumah setelah mengucapkan salam.
'' Assalamualaikum mb''salam Paman Suryo sambil berlalu masuk ke rumah bersama Arin yang mengekor di belakang nya.
''Wallaikumsallam masuk saja nggak di kunci ''jawab budhe Siti.
Arin dan paman Suryo pun menghampiri budhe Siti yang sedang mengasuh anak majikan nya,walau bukan baby sitter tetap tapi sang baby sudah lengket kepada budhe Siti.
''Duduk dulu jam berapa tadi dari sana Yo, ini di minum teh nya biar hangat badanya ''tanya budhe Siti sambil menghidangkan minuman teh hangat kepada Arin dan paman Suryo.
''Iya MB ,tadi habis ashar habis hujan jadi lama licin takut kalau kencang bawa motor nya mba''jawab paman Suryo sambil minum teh.
''He em hujan deras banget sini tadi Yo,trus gimana ini Arin ''tanya budhe Siti dengan wajah serius.
''Katanya mau di sini dulu ya seperti kata ibu mba ,lagian dia juga masih syok''jawab paman Suryo.
''Ya nggak papa kalau di sini Yo,kasihan juga trus si Awan gimana mau tanggung jawab nggak ''tanya budhe sisi,sambil melirik ke arah Arin takut dia dengar pembicaraan,walau bagaimanapun dia takut Arin tidak nyaman.
__ADS_1
''Kata ibu mau mba walau nggak banyak-banyak banget tapi ya rutin gitu mba ''jawab paman Suryo sambil mengepulkan asap rokok.
''Ya syukur deh kalau mau tanggung jawab, lagian kenapa juga dia pake mabuk-mabukan segala jadinya kan berbuntut panjang begini,lha dia cowo enak lha ini yang cewe gimana masih kecil udah di buntuti anak ''kata budhe Siti dengan sedikit lega.
Setelah agak lama berbincang-bincang dengan sang kakak paman Suryo pun akhirnya pamit pulang,karena sudah malam walau belum terlalu malam tapi takut di cari sang anak di rumah kalau tidak pulang
''Mba aku pulang dulu ya ,takut nanti di cari si Reno soalnya tadi nggak aku kasih tahu mau kesini''kata paman Suryo sambil berdiri.
''Kenapa nggak di ajak trus nginap di sini sih Yo ,kasihan dia pa lagi ini udah malam nggak capek kamu''tanya budhe Siti sambil berlalu ke belakang untuk mengambil oleh-oleh untuk orang rumah.
''Nggak kog mba udah biasa,besok ada kerjaan mba ''jawab paman Suryo.
''Ya udah kalau nggak mau nginep ini nanti kasih ke Tini sama ibu ya''kata budhe Siti sambil menyerah kan bungkusan oleh-oleh.
''Iya mba,kalau gitu aku pamit dulu mba ,Rin paman pamit ya assalamualaikum''kata Paman Suryo kepada Arin dan budhe Siti.
'' Wallaikumsallam' hati-hati ''jawab budhe Siti dan Arin hanya mengangguk saja, karena dalam hati masih belum mau jauh dengan sang nenek,tapi bagaimana lagi dia belum sanggup menghadapi nyinyiran tetangga.
Setelah kepergian Paman Suryo Arin hanya duduk bersama anak-anaknya budhe Siti, karena hampir 1tahun tidak bertemu jadi melepas rindu. Karena pada dasarnya mereka sangat dekat kepada Arin , walau selisih umur mereka 6 tahun lebih tapi tetap kompak .
...----------------...
''Dah bangun Rin,masih pagi juga kenapa bangun''tanya budhe Siti sambil memilah-milah pakaian yang mudah luntur.
''Nggak bisa tidur lagi budhe,udah kebiasaan kog''jawab Arin sambil mengaduk masakan yang belum matang .
''Orang masih pagi juga ,ya gini Rin kerjaan budhe kalau belum ke tempat bos''kata budhe sambil tersenyum.
''Nggak papa budhe ,yang penting dapat uang halal ''jawab Arin sambil tersenyum.
''Ya dari hasil kerja gini budhe bisa ngapa-ngapain Rin, kalau pakdhe kamu itu kerja buat perlu yang lain''jelas budhe Siti.
Setelah acara memasak sambil curhat selesai dan waktu sudah agak siang budhe pun pamit pergi ke rumah bos nya,karena rumah bos nya tidak jauh jadi berangkat cuma jalan kaki, setelah pekerjaan rumah selesai dan makanan sudah siap untuk anak-anaknya budhe pun pamit kerja.
__ADS_1
Sorenya karena Kaka sepupu Arin mengajak jalan-jalan sebentar maka Arin pun bersiap-siap, karena pada dasarnya Arin ke tempat budhe nya untuk menenangkan pikiran maka dia mau-mau saja .
''Dhek,nanti kalau ibuk udah pulang kita jalan ya,ini aku udah siap kamu udah belum''kata Venisa Kaka sepupu Arin sambil memainkan game nya.
''Udah kak,tapi apa boleh budhe ''tanya Arin takut walau bagaimanapun dia takut sama budhe nya .
''Boleh tenang aja dhek,santai kaya di pantai ''canda Venisa.
''Apaan sih kak,gaje tahu kak Veni mah''ketus Celine dari kamar mandi.
''Biarin lah apa kamu nggak terima''tantang Venisa sambil berkacak pinggang.
''Nggak kenapa mau duel sini''tantang balik Celine sambil mengambil guling untuk senjata perang .
''Ohh ,nantang nih sini nggak takut aku sama cungkring ''balas Venisa sambil menimpuk Celine dengan bantal.
Dan terjadi lah perang bantal guling kakak adik itu tidak ada yang mau ngalah,semua mau menang semua karena Arin bingung mau memihak siapa akhirnya dia pun berteriak untuk meminta berhenti.
''Stopp..Veni... Celine.. berhenti...ribut aja dari tadi jadi berangkat tidak''teriak Arin sambil berkacak pinggang.
''Celine dulu itu dhek''adu Venisa sambil manyun.
''Kamu duluan yang nimpuk aku kenapa aku yang salah ''balas Celine tak terima.
''Udah-udah malah mau mulai lagi, maaf-maafan sana ''suruh Arin dengan garang.
''Iya-iya maaf'in Celine ya kak''kata Celine sambil berjabat tangan dengan wajah penuh sesal.
''Iya maafkan Kaka juga ya ''kata Venisa sambil menerima jabatan tangan Celine.
''Dah gini kan enak nggak ribut mulu ''kata Arin sambil tersenyum, walau mereka sering ribut jarang akur tapi mereka tetap menyayangi satu sama lain,dan itu membuat Arin geleng-geleng kepala dan salut melihat mereka.
...----------------...
__ADS_1
mohon dukungannya 🙏 vote, comen,like, favorit makasih 🙏
maaf kalo masih banyak salah dan typo-typo dimana-mana 🙏🙏