Mengandung Anak Kakak Ku

Mengandung Anak Kakak Ku
bab 14


__ADS_3

Satu Minggu kemudian selama itu Arin berada di kota K,dan dia membuktikan bahwa dia ingin menenangkan pikiran,tapi beberapa hari yang lalu perut Arin terasa sakit apalagi kalau untuk buang air kecil dan setelah nya.Tapi dia tidak bilang siapa-siapa hanya memendam sendiri,karena takut ke rumah sakit dan menambah pikiran sang nenek di rumah.


Siang itu perut Arin tambah sakit dan dia memutuskan untuk mencari obat di apotek,karena siang hari udara panas jadi mereka pergi malam harinya.


''Dhek jadi nggak beli obat nya''tanya Venisa sambil mengeringkan rambut nya.


''Jadi tapi bilang ibuk dulu mba''jawab Arin sambil memainkan handphone nya.


''Iya nanti aku yang bilang, sekalian mau beli Kouta ''kata Venisa sambil tertawa.


Beberapa saat kemudian budhe Siti pulang dari kerja,melihat anak nya dan keponakan tiduran di depan televisi.


''Dah pada mandi belum kalian''tanya budhe Siti sambil menaruh bawaan nya di meja.


'' astaghfirullah ibuk, ngagetin aja deh''jawab mereka serempak sambil mengelus dada.


''Lagian siapa suruh fokus sendiri malah televisi yang nonton kalian , bukanya sebalik nya''omel budhe Siti sambil menuang teh hangat.


''Hehehe...biarin''jawab Venisa sambil nyengir kuda.


''Buk,nanti kita mau keluar buk,mau beli obat sama Kouta ''ijin Venisa saat melihat sang ibu mau pergi mandi.


''Siapa saja kak,kamu sama siapa ''tanya budhe Siti.


''Sama dhek Arin buk,boleh ya nggak malem-malem deh pulang nya''jelas Venisa supaya sang ibu memperbolehkan mereka keluar .


''Ya udah hati-hati,masih punya uang kan kak, Rin ''tanya budhe Siti kepada Venisa dan Arin.


''Masih kog buk''jawab mereka serempak.


''Ya udah kita pamit buk, assalamualaikum ''salam mereka serempak,setelah salam mereka pun pergi ke garasi untuk mengambil motor.


Malam itu udara terasa lebih dingin daripada biasanya,jadi Venisa hanya melajukan motornya secara perlahan sambil berbincang-bincang dengan Arin.


''Dhek beli obat di apotek depan ya ''kata Venisa sambil menunjuk apotek depan.


''Nurut aja Ven''jawab Arin sambil mengangguk.


Mereka pun berhenti di apotek itu setelah parkir motor mereka cuci tangan dan akhirnya masuk, sampai di dalam apotek banyak sekali obat sampai bingung mau beli yang merk apa akhirnya mereka bertanya ke pada apoteker nya.


''Mas kalau obat untuk perut sakit apa ya,trus juga kalau obat buat haid''tanya Arin sambil melihat-lihat obat di tempat obat.

__ADS_1


''Ini mba obat nya yang sakit perut,tapi kalau yang bisa haid harus pake resep dokter ''jawab apoteker sambil menaruh obat yang dia bawa.


''Oh ok saya ambil yang ini ya mas''kata Arin sambil mengeluarkan uang nya.Selesai membayar mereka pun pergi dari apotek itu,karena tidak boleh pulang malam akhirnya setelah dari apotek mereka bergegas menuju ke konter untuk beli Kouta.


Habis dari konter mereka pulang di jalan raya mereka melihat ada jasuke ,karena mereka ingin jadi berhenti membeli dulu.


''Bang jasuke 3 ya ''kata Arin kepada penjual jasuke yang sedang melayani pembeli.


''Siap mba di tunggu ya''jawab penjual jasuke tanpa melihat ke arah Arin , setelah memesan Arin pun duduk di kursi ya di sediakan untuk pembeli.


''Udah dhek''tanya Venisa sambil melihat ke arah Arin yang sedang duduk di samping nya.


''Udah kog tinggal nunggu ''jawab Arin sambil menghidupkan handphone nya .


Mereka pun menunggu pesanan selesai sambil bermain game di handphone nya dan membaca novel online, beberapa saat kemudian pesanan mereka jadi setelah membayar jasuke , Venisa pun bergegas pulang karena takut kepada sang ibu bila pulang malam.


...----------------...


Satu Minggu berlalu dan tepatnya Arin sudah dua Minggu berada di tempat budhe nya,karena sudah lumayan lama sang nenek meminta paman Suryo untuk menjemput Arin di kota K.Karena sudah lumayan lama dia di sana dan juga ada keperluan di desa itu.


'' assalamualaikum Rin''sapa paman Suryo dari luar.


'' wallaikumsallam,masuk paman budhe baru keluar''jawab Arin dari depan televisi. Setelah menunggu beberapa saat budhe Siti pun pulang ,sampai di rumah budhe Siti pun kaget karena paman Suryo di rumah nya,dia pikir Arin di jemput tidak dalam waktu dekat ini.


''Belum mba ''jawab paman Suryo sambil membalas jabatan tangan budhe Siti.


'' Berangkat jam berapa tadi kog jam segini udah sampai aja''tanya budhe Siti.


''Tadi habis subuh an''jawab paman Suryo.


''Kenapa buru-buru di jemput Yo,orang Arin disini juga senang''tanya budhe Siti sambil mengangkat alisnya.


''Ada urusan Mba ,biasa kalau udah pada tahu semalam ada ketua pemuda sama perangkat desa ke rumah ''jelas paman Suryo sambil memakan cemilan.


''Emang belum selesai Yo ''tanya budhe Siti bingung.


''Udah mba tapi ya itu ibuk kangen suruh jemput sekarang''jawab paman Suryo.


Mereka pun mengobrol membahas masalah yang random,sambil menunggu Arin yang siap-siap karena banyak bawaan nya.


''Ayo paman aku udah siap ''kata Arin sambil menenteng tas di tangan kanannya dan menggendong ransel di punggung nya.

__ADS_1


''Oh udah pamit dulu sana sama kakak-kakak mu''perintah Paman Suryo kepada Arin.


''Udah kog paman tadi ''kata Arin lagi.


''Ya udah ,kita pamit ya mba , assalamualaikum ''salam paman Suryo sambil berlalu keluar.


''Pulang dulu budhe ,kak assalamualaikum ''pamit Arin menyusul paman Suryo yang sudah di luar.


''Iya hati-hati jangan kebut-kebutan, wallaikumsallam'' jawab mereka serempak sambil mengantarkan mereka ke depan pintu.


Mereka pun akhirnya berangkat pulang ,setelah Arin menenangkan pikiran selama dua Minggu ini .Dalam benaknya dia berpikir apa yang akan terjadi jika dia sampai di rumah,tapi dia harus menjalani karena tidak mungkin dia menghindar dari masalah terus, apalagi nanti kata tetangga pasti banyak yang berfikir macam-macam kalau dia tidak segera menghadapinya.Dia hanya berdoa dan meminta supaya masalah ini cepat selesai dan dia bisa tenang seperti dulu lagi walau mustahil.


Setalah perjalanan yang jauh akhirnya mereka sampai di rumah,mereka di sambut oleh Nek Retno yang telah menanti sejak pagi tadi,Nek Retno pun memeluk Arin dan mencium kening nya, walau terkesan lebay tapi dia jarang berjauhan dengan Arin.


'' Assalamualaikum nek''sapa Arin sambil takzim kepada Nek Retno.


'' Wallaikumsallam Rin,gimana kamu sehat ,seneng di sana ''berondong Nek Retno kepada Arin.


''Alhamdulillah Nek,nenek sendiri gimana sehat kan''tanya Arin sambil duduk di kursi.


'' Alhamdulillah sehat walau pikiran pusing''jawab Nek Retno sambil tersenyum.


''Nenek jangan banyak pikiran nanti sakit lho''nasihat Arin.


''Nggak kog tenang aja Rin,udah sarapan belum ''tanya Nek Retno mengalihkan pembicaraan.


''Nanti aja Nek ,masih malas''jawab Arin sambil cengengesan.


''Selalu aja kaya gitu susah kalau suruh makan''gerutu Nek Retno sambil berlalu ke dapur.


...----------------...


Hari-hari berlalu dan sakit Arin pun tidak bisa di tahan apalagi di tambah dengan keluar lendir,jadi Nek Retno memutus kan untuk membawa Arin ke rumah sakit,tanpa perlawanan Arin pun menurut saja karena badan nya sudah lemas apalagi untuk jalan sakit.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit Arin hanya terdiam menahan sakit,karena dia takut membuat Nek Retno khawatir tapi yang namanya insting orang tua itu kuat jadi Nek Retno tahu .


Sampai di rumah Arin di dorong ke ruang UGD untuk penanganan pertama,setelah di periksa dan di USG ternya Arin sakit gejala infeksi saluran kencing dan untuk lendir Arin di harus kan untuk kurine untuk membersihkan lendir di dalam nya.


Maaf kalau banyak yang typo


mohon dukungannya 🙏

__ADS_1


makasih yang udah mau dukung karya author yang pertama ini


makasih banyak guys 🙏😘😘


__ADS_2