
Setibanya di rumah, Tania merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Matanya terasa berat, dan tak begitu lama akhirnya terpejam. Beberapa hari yang sungguh menguras air mata membuat Tania sulit untuk mendapatkan kualitas tidur. Kali ini tubuhnya benar-benar lelah sehingga tidur dengan mengenakan outfit lengkap pun terasa nyaman baginya.
Tanpa terasa sudah satu bulan Tania dan Kevan menikmati masa LDR mereka. Setiap hari keduanya berkomunikasi tanpa jeda yang berarti. Meskipun begitu, keduanya merasakan sindrom rindu kelas berat. Tania yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan beberapa hari sibuk mempersiapkan segala keperluan yang harus ia bawa nanti. Central Saint Martins adalah kampus yang ia pilih untuk melanjutkan pendidikannya, salah satu kampus fashion terkenal di kota London.
Herman akhirnya mendukung keinginan putri semata wayangnya itu meskipun sebenarnya ia menginginkan Tania mengambil sekolah Bisnis. Segala sesuatu yang Tania butuhkan di London sudah beres. Disana Tania menyewa sebuah apartemen di kawasan Seven Dials. Saco Covent Garden adalah tempat yang dipilih Tania untuk tinggal, sebuah apartemen cukup mewah dikawasan dengan design interior yang modern.
Hari keberangkatan Tania telah tiba, Tania sudah bersiap untuk segera ke bandara. Penerbangan jam sepuluh pagi sudah menunggu. Semua orang dirumah mengantar Tania ke bandara, tak terkecuali bik Ijah dan kedua perempuan yang dianggapnya benalu di kehidupan Tania yaitu Mama Sarah dan Risa. Setelah selesai sarapan bersama, mereka melaju ke Bandara.
Sesampainya di bandara, pak Ujang segera menurunkan koper. Sementara Herman, Sarah dan Risa mengobrol bersama Tania. Herman memberikan kecupan hangat dan pelukan kepada Tania. Rasa berat tentu menyelimuti hati Herman untuk melepas putri kecilnya itu pergi jauh darinya. Sedangkan Sarah dan Risa memberikan kado yang beberapa waktu lalu belum sempat mereka berikan disaat ulang tahun Tania.
"Semoga kamu suka ya, Sayang. Tante dan Risa akan merindukan kamu selalu," ucap Sarah tulus kepada anak tirinya itu.
"Terima kasih, Tante. Meskipun sejujurnya aku tidak berharap ini dari kalian. Tapi, aku mau bilang terima kasih," balas Tania tanpa rasa benci. Kali ini Tania tak ingin pergi dengan perasaan kacau atau emosi. Untuk itu, dirinya menerima pemberian mama tiri dan kakak tirinya itu.
"Papa akan sempatkan waktu kesana mengunjungi kamu, Sayang," ujar Herman yang masih berusaha tegar melepas kepergian putri kesayangannya itu.
"Terima kasih, Pa. Papa jaga diri baik-baik, Tania sayang Papa ...." Tania memeluk Herman erat. Ia sadar selama ini hubungan mereka tidak terlalu baik.
__ADS_1
"Kalau kamu butuh apa-apa, cepat hubungi Papa, Mama atau Bik Ijah," ucap Herman setelah melepas pelukan Tania.
"Beres, Pa!" Tania memeluk papa nya kembali.
Semua koper sudah di urus pak Ujang. Sedangkan bik Ijah sejak tadi malah terisak dipojokkan. Tania menghampiri dan memeluk bibi kesayangannya itu.
"Bibi kenapa nangis, sih? Tania cuma sekolah sebentar. Kalau bibi mau ikut yuk, ah." Tania menggoda bik Ijah. Tangis bik Ijah justru semakin menjadi. Tania tertawa melihat tingkah bibi kesayangannya itu.
"Bibi ku Sayang ... sudah, jangan menangis. Tania janji, kita akan video call terus. Tania juga kan, nggak bisa jauh dari bibi. Kali ini, anggap aja Tania lagi pergi piknik sekolah." Bujuk Tania pelan, ia sadar bahwa bik Ijah adalah salah satu orang yang paling dekat dengannya.
"Kalau gitu, anggap aja Tania lagi liburan, gimana?" Tania masih berusaha membujuk bibi kesayangannya.
"Iya deh, Non. Tapi pas liburan pulang ya, Non. Temuin Bibi dan pak Ujang." Pinta Bik Ijah manja.
"Beres, Bik. Nanti Tania beliin banyak sekali cokelat yang enak buat Bibi dan Pak Ujang ya? Sekarang jangan nangis dong, Tania nggak jadi berangkat, loh ...."
"Ya jangan, Non. Bibi nggak nangis. Bibi sayang non Tania!" seru Bik Ijah seraya memeluk Tania dengan sepenuh hati.
__ADS_1
"Tania juga sayang ... banget sama Bibi. Bibi jaga kesehatan, dan terus jagain papa."
Tania dan bik Ijah juga pak Ujang berpelukan. Papa Tania, Sarah dan Risa melihat dari kejauhan hanya tersenyum. Mereka tahu bahwa kedua pembantunya itu juga sangat berarti dalam hidup Tania.
Tania pergi meninggalkan semua orang setelah mendengar informasi pesawatnya akan segera berangkat. Kali ini Tania benar benar sendiri meninggalkan orang-orang terkasihnya. Langkah Tania berat, tapi ia tahu ini adalah kepergiannya meraih kesuksesan.
***
Tania sudah duduk manis di kursinya, memasang sabuk pengaman dan mengecek kembali semua dokumen penting perjalanannya. Menaiki pesawat Garuda Indonesia menuju London butuh waktu 13 jam untuk tiba di Bandara Heathrow London. Akan cukup melelahkan bagi Tania yang kesehariannya tidak bisa diam, untuk itu Tania membawa buku Diary untuk menghilangkan kejenuhan.
Salah satu bandara yang terdapat di sekitar London adalah Bandara Heathrow atau dikenal juga dengan Bandara London Heathrow. Bandara ini tidak hanya merupakan bandara tersibuk di UK tetapi juga salah satu yang tersibuk di Eropa. Berlokasi 22 km dari Central London, London Heathrow juga merupakan hubungan untuk maskapai penerbangan British Airways. Heathrow International Airport merupakan bandara yang sangat luas. Bandara ini memiliki fasilitas yang lengkap. Kita akan bisa menjumpai ATM, tempat penukaran uang, fasilitas keluarga, internet, Wifi, lounge, ruang untuk beribadah, shower, toilet, jasa layanan kesehatan, phone and laptop charging station, serta banyak pilihan restoran dan toko seperti bandara pada umumnya.
Untuk transportasi antar terminal di dalam bandara, Bandar Udara Heathrow menyediakan kereta dan bus. Perjalanan dari Terminal 2 dan 3 ke Terminal 4 atau 5 memakan waktu 20 menit. Sedangkan Terminal 2 dan 3 sendiri terletak berdekatan dan dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Heathrow Express merupakan cara tercepat untuk sampai ke pusat London, tepatnya ke Paddington Station. Paddington Station di London berada dekat dengan Hyde Park dan Oxford Street. Kereta non-stop yang berangkat setiap 15 menit dengan lama perjalanan 15 menit ini merupakan kereta modern, nyaman, dan memiliki beragam fasilitas seperti televisi, wifi gratis, dan tempat bagasi yang luas. Kita bisa membeli tiket secara online, di stasiun, atau langsung di kereta. Stasiun berada di terminal 2, 3, dan 5. Bagi penumpang Terminal 4 harus menggunakan connecting train dari Terminal 2 atau 3.
Di samping itu terdapat Heathrow Connect yang juga menuju ke Paddington Station dan dalam perjalanan berhenti di sejumlah stasiun di west London. Perjalanan ke pusat kota memakan waktu sekitar 31-49 menit. Kereta berangkat setiap 30 menit dan tiket bisa dibeli secara online atau di ticket office.
Tania tiba di bandara dan segera menunggu seseorang yang akan menjemputnya. Tania mengeluarkan handphone dan segera menghubungi seseorang. Nama seseorang yang selalu berada di dalam otaknya. Siapa lagi kalau bukan Kevan Celio.
__ADS_1