
Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.
“Nay, aku antar pulang yaa” tegasku
“ ga ngerepotin? “ ujar nayla
” ya ngga lah kan aku yang menawarkan diri”
“ yaudah ayok”
Kami pun berjalan menuju pintu keluar dan pergi ke tmpt parkir.
dijalan banyak hal yang aku Tanya kan dari mulai kenapa dia bisa sendiri dan kapan mau lagi punya pasangan.
Dia pun berkata Kalau mungkin sekarang dia sudah malas untuk menjalin asmara dengan siapapun.
“ kenapa lu ga punya pacar lagi nay?” Tanya afif
“ malas fif, kisah cinta gw muter muter terus kalo ga nangis yaa sakit hati bahagia nya bentar aja, berantem terus yang Ada, gw capek” tegas nayla
” terus Kalau Ada yang mau serius sama lu gimana?” Tanya afif pada nayla
” gw suruh aja ketemu orangtua, gw mau yang serius-serius aja lah Fif capek juga pacaran ga tentu arah “
Sembari meng Iya kan ucapan nayla, afif pun berfikir apa ini kesempatan untuk nya.
“Sepertinya aku harus menyiapkan mental ku bertemu orangtua nayla” ( gumam afif dalam hati )
__ADS_1
Setelah satu jam lebih akhirnya sampailah dirumah nayla, lalu nayla menawarkan afif untuk masuk dan minum dirumah nya namun afif menolak dia sedikit malu dan belum cukup mental untuk bertemu orangtua nayla sekarang.
“Masuk dulu yuu, minum dulu” ujar nayla
”ngga ah nay, gw langsung balik aja ya” afif
”yaudah deh, hati hati yaa fif, Tq tumpangannya”
Nayla pun turun Dari Mobil afif, lalu melambaikan tangan seraya tersenyum sontak afif sangat terkejut dapat senyuman manis langsung Dari sang pujaan hatinya. Dia (afif) pulang dengan hati senang dan gembira mendapatkan apa yang dia mau selama bertahun lamanya dia menunggu.
Sampailah dia dirumah, lalu membaringkan badannya diatas kasur dan mulai melamun terpikirkan kata-kata nayla.
Dia berguna Dalam hati “ aku harus menyiapkan mentalku, aku Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini”
Lalu afif pun mulai melihat ponselnya dan mencoba untuk mengirimi nayla sebuah pesan.
”mau ngapain fif” balas nayla
”main-main aja, gaboleh ya?” Tanya afif
”hmmm,boleh ko. Kapan?” Nayla
”nanti gw kabarin ya” afif
”ok” nayla
Beberapa minggu berlalu, afif mulai resah karena takut akan mendapat penolakan dari orangtua dan Dari nayla. Dia terus mengulur waktu seraya berfikir apakah dia harus melanjutkan rencana nya untuk bertemu Kedua orangtua nayla.
__ADS_1
Akhirnya setelah lama berfikir Dia pun bertekad untuk pergi menemui orangtua nayla.
“Nay, gw kesitu ya” ujar afif
”ok fif” nayla
Akhirnya sampailah afif didepan pintu rumah nayla dan mulai ragu untuk mengetuk pintu rumah nayla. 10mnt berlalu afif masih saja berdiri didepan pintu rumah nayla dan tidak lama kemudian krekkkkkkk suara pintu dibuka dan….
“Ehh, nak afif kan temannya nayla?” Ujar ibu Nayla
” hee, iya bu nayla nya ada?” Seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman
” ada, ayo masuk” lembut ibu nayla menyuruh Afif masuk
Akhirnya duduk lah afif bersama ibu dan ayah nayla, lalu ibu nayla berdiri berniat memanggil nayla turun dari kamarnya
“Tunggu sebentar ya nak afif biar ibu panggilkan nayla nya” ujar ibu afif
” baik bu” afif
Tinggalah afif dan ayah nayla dan mulai lah ayah nayla bertanya-tanya banyak hal tentang niat dia menemui nayla dirumahnya afif sedikit takut dengan ayah nayla.
“Udah lama temenan sama nayla?” Ayah nayla
” udah om, cuma baru ketemu sekarang-sekarang ini karena aku sama nayla beda sekolah om “
Dan afif pun menyampaikan niat baik nya pada ayah nayla dan afif mengira ayahnya akan marah dan tidak akan terima namun diluar pemikiran dia bahwa ayahnya setuju untuk afif mendekati anaknya. Lalu nayla turun dengan ibu nya afif melihat nayla turun dari tangga dan melihat betapa cantiknya nayla sama seperti dulu dia pertama kali melihat nayla.
__ADS_1