Menikah Dengan Teman Lama

Menikah Dengan Teman Lama
Eps 5 pendekatan


__ADS_3

“Hai fif” ujar nayla sembari melihat afif yang tengah duduk Disamping ayah nayla.


afif membalas nayla dengan senyuman gugup.


Mereka berempat pun duduk bersama sembari melempar canda dan rasa Antara satu sama lain.


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 karena saking seru nya bercerita afif sampai lupa tujuan dia datang ke rumah nayla.


Afif pun mencoba untuk membicarakan niat baik nya.


“Bu,ayah, nayla Ada yang ingin saya katakan namun Ibu dan ayah Jangan marah” ujar afif


ayah dan Ibu pun penasaran apa yang mau afif katakan kepada mereka.


“Yaa nak, kenapa?” Ucap ayah dan Ibu


Afif pun sedikit tenang dan dia sedikit menyiapkan mental nya untuk menerima keputusan mereka setelah afif mengatakan niat nya.


“ bu, ayah. Afif berniat untuk melamar nayla “ ujar afif


“Hahhhhh?” (Semua)


sontak mereka semua terkejut sebab afif dan nayla pun tidak memiliki hubungan apa-apa namun afif memang sudah mencintai nayla sejak lama.


“Maaf bu ayah Kalau afif lancang namun afif memang sudah menyukai nayla dari lama afif tidak mau membuang-buang waktu” ucap afif sembari merasa tidak enak hati kepada orangtua nayla

__ADS_1


“Tidak mengapa nak, memang sebaik nya lelaki seperti itu jika memiliki perasaan terhadap perempuan” ujar ayah nayla


“Iya nak, Jangan merasa tidak enak hati kami hanya terkejut” sambut Ibu


“Namun Ibu dan ayah tidak bisa memberikan keputusan apa-apa Ibu dan ayah akan menyerahkan semua keputusan kepada nayla” Ucap ayah


”bagaimana nayla?” Ucap sang Ibu sembari melihat wajah nayla yang masih terkejut


Nayla pun meminta afif memberikan dia waktu untuk memberi jawaban


“Maaf, bisa kasih aku waktu?” Ucap nayla


“Iya nayla, aku akan memberikan waktu berapa hari minggu bulan sampai kamu yakin kepada ku aku akan menunggu kamu” ujar afif meyakin nayla


Afif pun pamit pulang..


Beberapa Hari berlalu afif kembali pergi ke cafe untuk sejenak bersantai menenangkan kegundahan hatinya karena nayla tak kunjung memberinya jawaban.


Pagi itu afif duduk sendiri sembari menikmati coffe latte kesukaannya tiba-tiba afif melihat nayla berjalan masuk ke cafe. Afif pun tidak memanggil nayla karena dia malu masih takut terhadap keputusan nayla.


Namun tiba-tiba saja nayla menghampiri meja afif dan duduk percis didepan afif.


“ afif “ ujar nayla sembari duduk di depan afif


“ hi nay, apa kabar “ jawabnya

__ADS_1


” afif, penawaran kamu apa masih berlalu?” Nayla


“Penawaran soal mau atau engga kamu sama aku?” Afif


”iya” nayla


“ masih lah, aku kan Udah janji berapa lama pun kamu nyuruh aku nunggu aku pasti akan nunggu” ujar afif menyakinkan


” ok, aku setuju Tapi Ada syaratnya” ujar nayla


“ Haa Iya nay? Serius?” Dengan perasaan afif yang campur aduk afif pun tetap memberikan nayla keyakinan bahwa dia bisa memenuhi syarat yang nayla mau.


“Syaratnya apa nay?” Ujar afif sembari sumbringah


”aku gamau dalam proses kita Ada orang ketiga” Ucap nayla


” nay, gaakan Ada orang ketiga. Kamu harus yakin sama aku bahwa aku akan tetap sama kamu Walaupun beribu cobaan datang melanda” ujar afif


” ok fif, aku pulang dulu yaa aku nyari kamu Cuma mau bilang itu aja “


Nayla pun bergegas pulang namun afif memanggilnya


“Nayy, aku anter yaa?” Afif


”emang gppa? Ga ngerepotin?” Nayla

__ADS_1


“Ngga ko,yukk” afif


__ADS_2