
Setelah alfin pergi afif dan nayla pun duduk berdua Barcanda tawa disudut kanan afif terlihat alfin sangat kesal terhadap kedekatan mereka.
Alfin pun beranjak pergi dari acara tersebut. Tidak lama kemudian alfin bertemu dengan ratna mereka saling menyapa satu sama lain.
“Hi fin” ratna
”ehh hi ratna” alfin
” lo Udah mau balik yaa?” Tanya ratna
“ Iya nih gw suntuk gaada yang seru acara didalem sana” alfin
“ lo suntuk atau kepanasan liat afif sama nayla “ ujar ratna sembari tertawa meledek alfin
“ ko lo bisa tau “ alfin
__ADS_1
“Tau lahhh masa gituu aja Gatau” ratna
Udah deh mending kita ngobrol aja berdua didalem ayo” ratna
Sembari menarik tangan alfin ratna dan alfin pun masuk ke dalam dan duduk dimeja yang aga jauh dari nayla dan afif. Mereka berdua mengobrol bukan tidak mungkin sedang menyusun rencana. Ratna dan alfin pun mulai menyusun rencana untuk membuat nayla dan afif berpisah. Namun sebenarnya itu Hal yang tidak mungkin Tapi mereka sangat gigih memisahkan afif dan nayla.
Keesokan harinya afif dan nayla berencana untuk bertemu disebuah taman. Afif yang sudah menunggu cukup lama terus menelpon nayla karena dia tak kunjung datang sudah lama dari waktu yang ditentukan mereka berdua.
Ternyata sebelumnya nayla sudah bersiap akan pergi ke taman tempat afif menunggunya namun setelah membuka pintunya di depan rumah nya sudah Ada seorang pria yang berdiri membelakangi nayla. Lalu nayla penasaran Siapa dia. Nayla pun berjalan menghampiri pria itu untuk memastikan Siapa dia. Sungguh terkejut nayla setelah melihat bahwa pria itu adalah alfin. Dia pun bergegas pergi setelah tau bahwa pria itu adalah alfin namun alfin terus menghalangi langkah nayla. Alfin menarik tangan nayla menghadang dia supaya tidak pergi menemui afif disisi lain Ada seseorang yang sengaja memotret kedekatan mereka lalu mengirimnya pada afif.
Namun rencana mereka gagal nayla mempunyai seorang supir yang sangat banyak ide namanya pak sarman. Nayla memanggil pak sarman lalu pak sarman pun berlari ke arah nayla.
“Ada apa non” ujar pak sarman
”bapa tolong temani orang ini mengobrol karena saya mau pergi tolong bapa pegang tangannya dan lepaskan kalau saya sudah pergi” tegas nayla sembari berbisik
__ADS_1
“Ok baik non” sembari berjalan mendekati Alfin pak sarman pun memegang alfin dan menyuruh nayla untuk cepat pergi.
Nayla pun meminta kunci mobil dan langsung bergegas berlari kedalam mobil meninggalkan alfin yang tidak bisa kemana-mana karena dipegangi oleh pak sarman.
“Naylaaaa tunggguu,lepas pakkk aduh” ujar alfin seraya mencoba melepaskan tangan pak sarman darinya namun pak sarman sedikit lebih kuat dari alfin
“Cepat non, hati hati ya non” ujar pak sarman tersenyum melihat nayla berhasil melarikan diri
Akhirnya mobil yang nayla kendaraipun melaju meninggalkan alfin dirumahnya nayla. Nayla pun bergegas pergi ke tempat afif.
Sesampainya disana nayla melihat ratna sedang duduk di meja bersama afif namun nayla sudah tahu bahwa ini adalah akal-akalannya ratna saja biar nayla marah dengan afif. Nayla pun pergi kearah afif dan duduk di samping afif.
“Hai sayang” ujar nayla menepuk pundak afif
”hai sayang, dari mana aja?” Tanya afif
__ADS_1
“Biasa ada gangguan. Kamu laper ga?” Bertanya seakan-akan hanya ada afif saja yang tengah duduk tanpa memperdulikan bahwa ratna ada. nayla pun mengajak afif untuk pergi ke tempat makan.