
"Begini Nyonya, Anda adalah Istri ketiga dari Keluarga Vallencio namun pernikahan Anda tidak memberikan pengaruh kepada perusahaan. Keluarga Vallencio sangat kecewa akan pernikahan tersebut karena setelah Nyonya menikah dengan Tuan Muda beberapa hari kemudian Ayah Anda meninggal dunia yang menyebabkan banyak kontrak kerja yang tidak terlaksana dan mengakibatkan kerugian besar. Tuan Alard adalah ayah dari Tuan Gerald sangatlah marah besar dan menginginkan perceraian," jelas Maid tersebut.
'Hahaha apa apaan cerita ini. Apakah aku sudah bercerai?,' batinnya.
"Jadi dia menceraikanku?" tanya Celine memastikan.
"Tidak Nyonya Tuan tidak menginginkannya walau sudah di desak keluarga besar Vallencio sekalipun tak tahu apa alasannya. Namun walaupun tidak bercerai Tuan Gerald mengusir Anda dari kediamannya dimana Tuan dan Para Nyonya lainnya berada," jelas Maid itu.
'Begitu ya? Jadi suamiku tidak menginginkanku?' batin Celine.
"Sudahlah tidak apa apa. Ngomong- ngomong siapa namamu? Aku kupa bertanya tadi," tanya Celine sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Maid tersebut itu terpaku melihat senyum di wajah Celine karena dirinya tidak pernah tersenyum bahkan saat pernikahan.
"Miranda Nyonya, Nyonya bisa memanggil saya Mira," ucap Mira sambil menjabat tangan Celine namun menundukkan badannya 90°.
"Hahahaha kau lucu sekali, kalau begitu aku mandi dulu," ucap Celine sambil memandangi kamar yang luas untuk mencari kamar mandi.
"Saya akan menyiapkannya untuk Nyonya," ucap Mira lalu bergegas menyiapkan pakaian mandi dan alat mandi untuk Celine. Celine mengikutinya dan langsung membersihkan dirinya.
***
Setelah selesai Mandi Celine dibawa Mira ke ruang ganti baju miliknya.
"Ini semua milikku?" tanya Celine tidak percaya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Benar Nyonya, namun Anda biasanya hanya menggunakan pakaian biasa karena Nyonya hanya dirumah saja," jelas Mira untuk membuat Celine kembali mengingat sedikit demi sedikit ingatannya.
"Itu diriku yang dulu. Sekarang aku tidak akan menahan diri," ucap Celine lalu berjalan mendekati pakaian dan perhiasan.
Telinga, leher, rambut, kedua lengan sudah diisi oleh perhiasan dan Celine berjalan menuju dimana cincin berada namun ditahan oleh Mira, "Nyonya apakah Anda ingin memakai cincin lagi? Bukankah Anda sudah memakai cincin pernikahan?"
"Aku memang sudah menggunakannya, namun aku memiliki 10 jari dan tersisa 9 lagi bukan?" tanya Celine namun dia tidak menginginkan jawaban namun pada akhirnya dirinya tetap memakai pakaian biasa karena ternyata sulit memakai pakaian orang kaya.
__ADS_1
'Ternyata sulit ya menjadi orang kaya," batinnya seraya menghela napas panjang.
"Nyonya," panggil Mira yang datang membawa surat.
"Ada apa?" tanya Celine sambil mengambil surat yang Mira berikan kepadanya.
"Ulang tahun Vania? Siapa itu?" tanyanya lagi.
"Tuan menikah lagi Nyonya tahun ini dengan Nyonya Vania. Dan rumornya sepertinya Nyonya Vania sangat mencuri hati Tuan Gerald," jelas Mira.
'kenapa hatiku panas? Aku bahkan tidak mengenal siapa itu Gerald,' batinnya.
"Baiklah apakah aku punya uang?" tanya Celine karena dirinya ingin membeli gaun yang akan dia pakai untuk menarik perhatian semua orang.
"Tuan selalu adil memberi nafkah untuk Istrinya," jelas Mira.
"Bagus! Tolong panggilkan Designer terkenal di kota ini!" Perintahnya dan langsung dilaksanakan oleh Mira.
Setelah itu Celine menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadiri acara tersebut sambil mendengarkan Mira tentang peraturan peraturan yang harus dia jalankan.
***
Gerald melepaskan gandengan tersebut dan berkata, "Ibu yang menginginkannya"
"Tapi kan ini semua menggunakan uang Anda Tuan. Saya tidak merasa enak," ucap Vania sambil menunjukkan wajahnya yang cemberut.
"Kalau begitu pilihlah gaun yang sederhana. Anda tidak ingin memberatkan suami kita kan?" tantang Syella, istri kedua Gerald.
"Aku-"
"Tidak perlu sungkan Vania. Ini bukan pesta yang megah dibandingkan pesta yang selama ini Tuan berikan kepada Saya, istri pertamanya" jelas Cassandra yang datang menghampiri mereka. Raut wajah Vania tidak bisa lagi digambarkan seperti apa saat mendengar perkataan Cassandra.
'Wanita licik ini kenapa selalu muncul disaat aku dan Gerald sedang bersama?' batin Vania kesal.
__ADS_1
"Saya memang tidak bisa dibandingkan dengan Anda kak. Apalah daya saya, saya bukan dari keluarga yang sama derajatnya dengan keluarga Tuan Gerald. Namun, Tuan tetap mau menikahi saya. Terimakasih Tuan," ucap Vania dengan lembut berpura-pura bersikap baik di depan Gerald. Syella dan Cassandra yang mendengar hal tersebut ingin rasanya menjambak rambutnya.
"Keluarga Anda memberikan pengaruh besar terhadap keluarga Vallencio. Itu saja!" Jelas Gerald. Tentu saja! Tidak ada satupun dari keempat istrinya yang dia nikahi karena cinta. Namun ada satu orang yang ingin sekali dia nikahi namun itu tidak akan pernah bisa dia wujudkan sampai sekarang.
"Tentu saja begitu! Setidaknya Anda sedikit lebih berguna dibandingkan Istri ketiga Tuan Gerald, Celine" ucap Syella seraya melipat kedua tangannya.
"Wanita yang tidak berguna itu tidak perlu kita bahas!" tegas Cassandra.
"Tapi Saya tidak sabar ingin melihat kak Celine. Saya telah memberinya undangan dan seperti sudah sampai," ucap Vania dan dibalas tatapan tidak percaya dari Cassandra dan Syella.
"Anda mengundangnya?" Tanya Syella tidak percaya.
"Anda harus tahu Vania, Ibu dan Ayah Tuan Gerald tidak menyukainya sama sekali," ucap Cassandra mengingatkan bukan karena dia peduli kepada Vania, namun karena dirinya peduli kepada kesehatan Ibu Gerald.
Gerald yang mendengar hal tersebut tentu saja tidak menyukainya, namun dia hanya pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.
Benar-benar diluar dugaan, setelah Gerald pergi Cassandra, Syella dan Vania langsung mengubah raut wajahnya.
"Aku benar-benar bodoh berdiri disini bergaul bersama wanita gila seperti kalian berdua," ucap Cassandra dengan raut wajah arogannya lalu melangkah pergi menjauh.
Namun sebelum dia pergi jauh Syella memegang pundaknya dan membisikkan sesuatu, "Jaga perkataanmu Cassandra kau tidak inginkan aku membongkar rahasiamu?"
Cassandra sama sekali tidak takut lalu membalikkan badannya dan berkata dengan suara pelan, "Kau kan juga punya rahasia yang hanya aku yang mengetahuinya. Kau tidak bisa macam macam!"
Cassandra dan Syella saling menatap tajam satu sama lain seperti dua orang yang memang terlahir menjadi musuh.
'Cih wanita licik,' batin Vania yang tidak ingin mencampuri urusan keduanya pergi meninggalkan mereka dan mencari kemana Gerald berada.
***
Gerald berjalan menuju ruang kerjanya dengan langkah cepat. Gerald kelihatan sangat emosional saat ini karena mendengar Celine akan menginjakkan kakinya lagi di Mansionnya dan dia sangat tidak menyukainya.
Setelah sampai Gerald dengan cepat membuka pintu ruang kerjanya dan berjalan menuju meja kerjanya. Dia mendudukkan dirinya dan memegang berkas yang ada di tangannya.
__ADS_1
'Lebih baik aku sibuk dengan kerjaan dari pada harus memikirkan tentang wanita itu,' batin Gerald lalu fokus untuk mengerjakan kerjaannya.