Menikah Di Dunia Lain

Menikah Di Dunia Lain
Aku ada untukmu


__ADS_3

'Aku suka Pria Act of Service,' batin Celine sambil memandangi wajah Marchel.


Marchel sibuk menyuapi Celine makan dan Celine sibuk memandangi wajah Marchel.


'Apakah boleh se Act of Service ini mas?' batin Celine karena pada dasarnya dirinya belum pernah diperlakukan seperti ini oleh Pria TAMPAN.


Namun aktivitas mereka terhentikan karena ada yang membuka pintu dengan keras.


Ya itu Gerald.


Gerald melihat Celine dan Marchel dan dirinya sekarang telah terbalut emosi. Saat ini dirinya bukan cemburu, namun merasa seperti anak kecil yang barangnya diambil oleh orang lain.


Gerald berjalan cepat menuju tempat Marchel berada dan Ya.


Bukkk


Gebukan pertama lolos di wajahnya. Mira yang melihat hal itu langsung menarik Celine untuk menjauh dari mereka.


Gerald menarik kerah baju Marchel dan menatap tajam wajahnya yang sudah luka di ujung bibirnya.


"Kau Bajingan gila!!! Jangan berani kau rebut Istriku!!!" Tegas Gerald menggenggam erat kerah Marchel.


Marchel tertawa mendengar perkataan Gerald lalu berkata, "Bukankah kau yang merebutnya dariku? Akulah Pria pertama yang bersamanya dan agar kau tahu Gerald. Aku dan dia sudah pernah tidur bersama!!!" ucap Marchel.


Tentu saja itu bohong namun Celine tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Namun Mira memegang pundak Celine dan menggelengkan kepalanya menandakan itu tidak benar.


Mira mengetahui hal itu karena Mira sudah lama bersama dengan Celine, namun Gerald tidak tahu bahwa itu adalah kebohongan.


Gerald tidak berbicara dan langsung menggunakan tangannya untuk melukai Marchel dan kali ini Marchel tidak lagi menahan emosinya.


Mereka berdua bertengkar di dalam ruangan tersebut dan Gerald menang.


Memperlihatkan Marchel yang saat ini sudah tersungkur di lantai dengan wajah penuh luka sambil memegang perutnya. Gerald menarik kerah Marchel dan berkata, "Bajingan kau! Jika kau sudah menyentuhnya aku akan menyentuhnya lebih dari kau."


Gerald berjalan kearah Celine dan Mira yang sedang gemetaran melihat kedatangan Gerald.


"Kali ini pengasingan mu dihentikan. Karena kau adalah Istri, kembalilah ke Mansion Vallencio!" ajak Gerald sambil mengulurkan tangannya.


Celine dengan cepat menggelengkan kepalanya menandakan dirinya tidak mau.


"Tidak mau?" tanya Gerald.


Celine mengerti bahwa dirinya tidak boleh takut terhadap situasi ini. Dia harus menjadi wanita yang tangguh.

__ADS_1


"Saya akan kembali ke Mansion Vallencio, namun ada syaratnya" jelas Celine. Gerald mengangkat alisnya kurang mengerti akan perkataan Celine.


'Bukankah seharusnya wanita ini senang?' batin Gerald heran.


"Jangan lakukan itu, Celine!" Larang Marchel yang sudah berdiri dari lantai sambil memegang perutnya.


Celine menghampiri Marchel yang keadaannya tidak terbilang lagi seberapa parahnya. Celine memapah Marchel ke ranjang untuk beristirahat.


"Kita akan bahas lagi nanti. Saya akan merawat Tuan Marchel beberapa hari. Minimal dia bisa berjalan kembali," jelas Celine saat Marchel sudah membaringkan badannya di atas ranjang.


"Jangan jadi wanita murahan!! Anda disini bersama pria lain sedangkan Anda telah memiliki suami?" ucap Gerald menghampiri Celine lalu menariknya.


"Hentikan omong kosong Anda! Anggap saja ini sebagai permintaannya maaf Anda karena telah menyakiti Tuan Marchel!" ucap Celine yang emosinya sudah tidak bisa dia atur lagi.


"KAU!!! Saya akan menghubungi Anda lagi!" itulah perkataan terakhir Gerald sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu.


Celine menatap Marchel yang wajahnya penuh luka. Ada perasaan kasihan di hati Celine melihat hal itu. Bagaimana tidak? Luka di wajahnya mengeluarkan darah yang membuatnya kelihatan sangat parah.


"Tolong panggilkan Dokter, Mira!" perintah Celine sambil berjalan mendekati Marchel.


"Baik Nyonya!" Ucap Mira lalu bergegas memanggil Dokter di Mansion itu.


"Saya minta maaf," ucap Celine merasa bersalah akan perbuatan suaminya dan itu semua karena Celine berdekatan dengan Marchel.


Marchel menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu bukan salahmu! Kau tidak perlu minta maaf."


"Kau begini karena kau khawatir kepadaku kan? Kau masih peduli ternyata. Aku kira kau telah melupakan semua tentang kita," ucap Marchel sambil mengedipkan matanya jahil.


"Maaf Tuan Marchel, namun Saya tidak berpikir demikian," ucap Celine lalu memundurkan dirinya sedikit menjauhi Marchel.


"Jangan seperti ini Celine, Kumohon!" pinta Marchel dengan sedikit nada frustasi. Dirinya sampai sekarang belum bisa menerima bahwa mantan tunangannya telah menikah dengan laki-laki bajingan.


"Kita sudah selesai Tuan!" ucap Celine sambil menundukkan kepalanya menatap lantai saking tidak sanggupnya melihat Marchel.


'Kuatkan imanmu, Celine. Kau sudah bersuami,' batin Celine frustasi.


"Selesai? Kita? Sejak kapan hah?" Marchel berusaha berdiri untuk mendekati Celine namun dirinya tidak sanggup karena kakinya sakit. Ternyata Gerald juga menendang kaki Marchel sehingga membuatnya tersungkur di lantai.


"Marchel!!" ucap Celine khawatir.


Celine kaget mengapa dirinya memanggil nama Marchel dengan begitu akrab.


'Ternyata kebiasaan dari pemilik tubuh ini juga menurun kepadaku. Aku berharap suatu saat ingatannya juga dapat kulihat,' batin Celine.

__ADS_1


***


2 hari kemudian...


Celine masih berada di Mansion Marchel sambil merawatnya dan sekarang Marchel sudah lebih baik dari sebelumnya.


"Apakah Gerald sudah menghubungimu?" tanya Marchel sambil memakan makanannya.


Marchel dan Celine sarapan bersama di ruang makan.


Celine mengangguk lalu berkata,"Tuan Gerald mengajak Saya berbicara di Mansionnya"


Setelah Celine mengucapkan itu hening beberapa saat. Sepertinya Marchel sedang berpikir sebelum dia berbicara.


"Kau akan kembali padanya?" tanya Marchel langsung ke intinya.


"Tuan Gerald adalah suami Saya," jelas Celine. Celine tahu bahwa Marcel mengetahui hal itu, namun dirinya tetap harus memastikan bahwa Marchel benar-benar mengerti bahwa mereka sudah selesai.


"Dia tidak mencintaimu!" ucapan Marchel benar-benar menusuk ke hati Celine.


'Fakta sih,' batin Celine dalam hati.


"Aku hanya ingin menyelesaikan masalahku," ucap Celine dan langsung meninggalkan Marchel dan memanggil Mira.


"Mira!!" panggil Celine.


Mira berjalan menghampiri Celine lalu berkata," Ya Nyonya."


Sebelum Celine berbicara kembali tiba-tiba Marchel berbicara, "Hans!!"


Hans datang menghampiri Marchel lalu berkata, "Ya Tuan."


"Siapkan mobil dan antar Nyonya Celine sampai ke Mansion Vallencio!" Ucap Marchel lalu berjalan menghampiri Celine.


"Jika dia tidak menginginkanmu lagi aku ada untukmu," ucap Marchel lagi. Dia menatap Celine yang wajahnya sudah memerah karena malu.


'Aku tidak ingin menaruh perasaan pada Gerald maupun pada Marchel. Aku hanya orang asing disini. Aku bukan siapa siapa,' batin Celine.


Celine menatap Marchel lalu berkata, "Terimakasih, namun Saya tidak mengharapkannya."


"Aku hanya mengatakannya dan Celine, kau sangat berbeda dengan yang dulu," ucap Marchel. Marchel sangat ingin mengatakan ini sebelumnya, namun selalu dia tahan agar tidak menyinggung Celine.


"Setiap orang pasti akan berubah kan?" ucap Celine.

__ADS_1


"Aku tidak! Aku masih sama dan dengan perasaan yang sama juga," jelas Marchel.


"Maaf Tuan Marchel tetapi Saya harus pergi," ucap Celine lalu melangkahkan kakinya menjauh dari Marchel.


__ADS_2